KETAPANG – PT. Well Harvest Winning Alumina
Refinery dalam kurun waktu satu tahun telah melakukan ekspor 1,1 juta ton
alumina ke sejumlah negara. Ekspor ini melengkapi target yang ditentukan PT.
WHW AR yaitu 1 juta ton per tahun.
“Sejak
September 2017 kami telah ekspor 1,1 juta ton alumina. Hasil ini tentu
tepat dengan target yang telah kami tentukan yaitu 1 juta ton per tahun dan
kami sangat senang akan itu,” ujar Direktur PT WHW AR, Stevi Thomas, di Dusun
Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang,
Kalimantan Barat, Kamis 2 November 2017 lalu.
Pria yang
akrab disapa Stevi tersebut mengatakan, saat ini ekspor alumina masih ke negara
Tiongkok. “Kami berharap, alumina produksi Indonesia bisa tersebar ke
seluruh dunia” kata Stevi.
Stevi
mengatakan, sampai saat ini, WHW AR memiliki target produksi smelter grade
alumina (SGA) sebanyak 1 juta ton per tahun.
“Untuk mempermudah
proses produksi kami membuat sarana penunjang, termasuk diantaranya yaitu
pembangkit listrik untuk kepentingan sendiri (power plant), terminal khusus
untuk kepentingan sendiri seperti pelabuhan atau jetty, living quarter untuk
para karyawan, dan lain-lain,” kata Stevi yang telah berpengalaman lebih dari
15 tahun di industri pertambangan ini.
PT. WHW AR
merupakan perusahaan join venture bentukan Harita Group melalui PT Cita Mineral
Investindo Tbk dengan China Hongqiao Group Limited, Winning Investment (HK)
Company Limited, Shandong Weiqiao Aluminum & Electricity Co. Ltd., PT Cita
Mineral Investindo Tbk memiliki 30 persen kepemilikan saham. Sisanya dimiliki
oleh China Hongqiao Group Limited sebesar 56 persen, Winning Investment (HK)
Company Ltd sebesr 9 persen, dan Shandong Weiqiao Aluminum & Electricity
Co.Ltd sebesar 5 persen.
WHW AR
sendiri memiliki fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi SGA pertama
dan terbesar di Indonesia serta Asia Tenggara dengan kapasitas produksi 1 juta
ton per tahun.
WHW AR
memiliki nilai strategis diantaranya yaitu implementasi amanat Undang-Undang
Nomor 4Tahun 2009 tentang Minerba. Kemudian, transfer teknologi dan penyerapan
tenaga kerja lebih dari 2.500, meningkatkan nilai tambah ekonomi sekitar dan
adanya potensi peningkatan pendapatan negara.
"Nilai
lainnya meningkatkan nilai ekspor dengan asumsi produksi satu juta SGA per
tahun, menghemat devisa negara dengan substitusi impor US$ 85 juta pertahun,
dan mempercepat pembangunan daerah di luar Jawa," kata Stevi.***(Advertorial/LKBK65).
Gambar : (1). Fasilitas
pelabuhan PT. WHW untuk ekspor SGA ke mana negara. (2).Ekspor PT. WHW produk Smelter Grade Alumina (SGA) sebanyak 1,1
juta ton ke manca negara. (3).
Proses pemuatan SGA siap ekspor ke Kapal Tongkang di Pelabuhan Khusus PT.
WHW (4). Kemasan ekspor SGA berat 1,5 ton untuk tujuan manca negara.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
_______





Post a Comment