SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
HEADLINES NEWS
Loading...

Showing posts with label pt whw. Show all posts
Showing posts with label pt whw. Show all posts

Kunjungi WHW AR, Pangdam XII/Tanjungpura Tinjau Langsung Perkembangan Investasi Strategis di Kalbar


KETAPANG – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal Achmad Supriyadi mengunjungi PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) di Ketapang, Kalimantan Barat. Kunjungan Pandam tersebut merupakan salah satu rangkaian kunjungan kerja yang dilakukan selama dua hari di Kabupaten Ketapang. 

“Kunjungan Pangdam ke WHW AR kemarin merupakan salah satu rangkaian kunjungan kerja selama 2 hari di Kabupaten Ketapang. Khusus di WHW, Pangdam ingin melihat langsung dari dekat operasional perusahaan Alumina Refinery pertama di Indonesia yang juga merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang ada di Kalbar ini,” ujar Direktur _External Relations_ WHW AR, Stevi Thomas ketika dihubungi, Kamis (17/1/2019) lalu. 

Stevi mengatakan, pada saat kunjungan, Pangdam mendapatkan pemaparan mengenai perjalanan pembangunan WHW AR dari tahap awal konstruksi sampai berproduksi di Juni 2016. Setelah mendapatkan penjelasan, Pangdam yang didampingi oleh Wakil Bupati Ketapang Drs. H. Soeprapto, juga meninjau langsung lima zona kegiatan utama pabrik yakni _power plant, stock pile_ bauksit, kalsinasi, penimbusan residu bauksit dan abu batubara serta terminal khusus.

“Pangdam sangat antusias melihat proses produksi yang dilakukan di WHW AR yaitu dari bauksit menjadi alumina dengan system _Bayer Process_, dan ini merupakan bagian dari program hilirisasi Pemerintah, dengan tujuan peningkatan nilai tambah produk bahan tambang mineral dalam negeri sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Pangdam juga memberikan saran kepada perusahaan untuk melakukan kajian atas residu bauksit, dengan harapan dapat memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat,” kata Stevi. 

Pangdam Kalimantan Barat Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, mengapresiasi kinerja WHW AR yang sudah beroperasi sejak 2016 hingga saat ini. Dikatakan, WHW AR telah berhasil memproduksi dan melakukan ekspor sekitar 2,4 juta ton SGA. “Saya ingin mengingatkan bahwa sesuai penetapan pemerintah RI, WHW merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN), sehingga keberadaannya harus didukung & dijaga oleh seluruh  stakeholders di Kalimantan Barat dan Indonesia,” katanya. 

Secara khusus, Pangdam memuji harmonisasi yang tercipta antara pekerja Indonesia dengan Tenaga Kerja Asing. Ia juga mengaku sangat senang melihat penataan dan keteraturan yang ada  di pabrik.

Kepada WHW AR, Pangdam juga meminta untuk dapat memberikan dampak bagi lingkungan serta masyarakat khususnya sekitar operasional perusahaan juga mengingatkan pentingnya melaksanakan tanggung jawab sosial atau yang dikenal dengan CSR (Corporate Social Responsibility). Pelaksanaan CSR juga memberikan manfaat bagi pemerintah karena melalui CSR akan tercipta hubungan antara pemerintah dan perusahaan dalam mengatasi berbagai masalah sosial, seperti kemiskinan, rendahnya kualitas pendidikan, minimnya akses kesehatan dan lain sebagainya.

“Saya juga mengingatkan WHW AR untuk dapat terus meningkatan koordinasi dengan semua pihak sehingga potensi masalah yang muncul, khususnya terkait keamanan dapat segera ditangani bersama.” kata Pangdam Achmad.***(ADV/LKBK65).

Gambar  : Dokumen PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) Ketapang untuk LKBK65

Editorial : Fahrozi
_____________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


Ini Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PT. Well Harvest Winning – Alumina Refinery

KETAPANG - Program tanggung jawab sosial perusahaan atau _Corporate Social Responsibility_ (CSR) adalah tindakan organisasi untuk bertanggung jawab atas dampak dari keputusan dan aktivitas terhadap masyarakat serta lingkungan hidup dengan cara yang transparan dan beretika. Selain itu, ada pula pengembangan komunitas atau _community development_ (Comdev) yang merupakan kegiatan membantu komunitas di luar perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dalam mengatasi persoalan dan memanfaatkan peluang, menemukan kesamaan kepentingan, serta menyeimbangkan kepentingan yang mungkin bertentangan.

Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat adalah bagian dari CSR, dimana hanya salah satu bagian dari tujuh subjek utama ruang-lingkup kegiatan CSR. Sedangkan kegiatan CSR ditujukan untuk pemangku-kepentingan di dalam perusahaan seperti karyawan dan di luar perusahaan seperti komunitas.

Seluruh kegiatan tersebut memiliki dasar hukum yaitu Pasal 141 ayat 1 (k) UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara,  Pasal 106-109 dan Pasal 111 PP 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, PP 55 Tahun 2010 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara,  Permen ESDM Nomor 13 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,  dan Permen ESDM Nomor 41 Tahun 2016 tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Oleh karena itu, untuk mendukung kebijakan tersebut, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery juga mempunyai program CSR.  Tujuannya yaitu untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang ada di lingkungan sekitar perusahaan khususnya dan di Kabupaten Ketapang umumnya.

Manager Community PT WHW Mujiati menjelaskan, sesuai dengan Permen ESDM Nomor 41 Tahun 2016 tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, program PPM WHW mencakup beberapa bidang yaitu bidang kesehatan dan pendidikan,  social budaya, infrastruktur, kemandirian ekonomi, dan kelembagaan komunitas masyarakat dalam menunjang kemandirian ekonomi.

Untuk bidang pendidikan, PT WHW telah memberikan bantuan ke 77 siswa di MI Attaroqi, 765 siswa di SMKN 1 Kendawangan,  dan 119 siswa di SDN 37 Kendawangan.

Sementara di bidang kesehatan,  PT WHW telah melakukan workshop IDI Kab. Ketapang,  menjalin kemitraan TNI KB Manunggal,  melakukan kunjungan koordinasi di posyandu dan bidan desa,  dan berkomitmen percepatan pencegahan stunting Kab. Ketapang.

Di bidang kemandirian ekonomi,  PT WHW telah memberikan bantuan kepada 16 KK bantuan alat tangkap bagi nelayan Sungai Tengar,  10 KK bantuan alat tangkap Nelayan RI1 luar Desa Pagar Mentimun,  dan pelatihan manajemen usaha tani bagi warga Desa Mekar Utama.

Di bidang infrastruktur, PT WHW telah melakukan penanganan abrasi pantai bagi 351 KK di Sei Tengar, memberikan material bangunan bagi 164 jamaah Masjid Sungai Gantang, dan rehab jalan Provinsi bagi 2 ribu pengguna.

"Untuk Bidang Kelembagaan komunitas masyarakat kami secara rutin melakukan pertemuan bagi Ketua Adat Dayak atau Demung dan memberikan bantuan sarana olahraga untuk warga Sungai Gantang," kata Mujiati.

Selain itu, di akhir tahun, PT WHW juga memberikan bantuan diantaranya satu buah alat musik adat dayak untuk 3 Kepala Masyarakat Dusun Silingan Sukaria dan Kelukub Belantak, 2 bantuan sarana tangkap ikan tahap 2 bagi 20 KK Warga Dusun Sei Tengar.

PT WHW juga memberi bantuan berupa sarana belajar bagi 6 SD di wilayah Desa Mekar Utama. "Kami juga membuat program berbagi Natal sebanyak 120 Paket bagi  warga Dusun Silingan-Sukaria, Kelukub belantak dan Batu Begendang, serta ikut berpartisipasi dalam perayaan Natal bagi jemaat di 6 Gereja di wilayah ring 1 dan ring 2 terpilih," kata Mujiati.

Manager Community, Mujiati mengatakan, untuk program CSR ini PT WHW menyediakan anggaran pada tahun 2018 sekitar Rp 2,65 miliar untuk community development dan Rp 1,867 miliar untuk community relations.

"Ke depannya untuk program CSR kami akan melibatkan Kepala Desa,  Kepala Dusun dan Kader untuk pendekatan kepada masyarakat secara terus menerus agar masyarakat semakin sadar pentingnya peningkatan kapasitas untuk menuju kemandirian", kata Mujidiri.***(ADV/LKBK65).

Gambar   : Dokumen PT. Well Harvest Winning – Alumina Refinery untuk LKBK65.
Editor       : Fahrozi
_____________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


WHW Turut Kembangkan Olahraga Futsal Nasional

PONTIANAK - Sebagai bentuk kepedulian perusahaan yang ada di Kalimantan Barat, terhadap dunia olahraga, PT WHW memberikan bantuan dana sebesar Rp100 juta rupiah kepada tim futsal Kancil BBK Pontianak, yang akan mengikuti kompetisi Liga Futsal Pro musim 2019.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh pihak PT WHW yang diwakilli oleh Stevi Thomas selaku Direktur External Relations PT WHW kepada manajer Kancil BBK Pontianak, Haryadi Zuhriansyah, saat launching Skuad tim Futsal Kancil BBK, di Cafe Whats Up Pontianak, Kamis malam (13/12/2018).

Menurutnya Stevi bantuan ini jangan dipandang angkanya, namun bagaimana sebuah perusahaan di Kalimantan Barat, memberikan sumbangsih kepada dunia olahraga di Kalimantan Barat.

"Kita tertarik dengan Kancil BBK Pontianak, lantaran semangat juang yang tinggi, yang dibuktikan oleh seluruh pemain," tuturnya.

Untuk itu, dirinya berharap, agar seluruh perusahaan di Kalimantan Barat memberikan dukungan penuh terhadap dunia olahraga.
Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengaku bangga, dengan prestasi yang telah diraih oleh tim futsal Kancil BBK Pontianak.

"Selama 4 tahun berturut - turut mengikuti Liga Futsal Pro, Kancil BBK menunjukan performa yang baik, saat bertanding di tingkat nasianal," katanya.

Sementara Manajer Kancil BBK Pontianak, Haryadi Zuhriansyah sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu tim nya, untuj mengikuti Liga Futsal Pro selama 4 tahun berturut turut.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada PT WHW yang sudah membantu Kancil BBK di musim in.***(ADV/LKBK65).

Gambar : Direktur External Relations PT WHW Stevi Thomas memberikan bantuan dana kepada tim futsal Kancil BBK Pontianak diwakili oleh Manajer Kancil BBK,  Haryadi saat launching Skuad Tim Futsal Kancil BBK di Cafe Whats Up Pontianak,  Kalbar,  Kamis (13/12/2018) malam.***(Ist).
Editor     : Fahrozi
_____________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Anggota DPR RI Ini Tegaskan Sejumlah Isu Terkait PT WHW AR Tidak Benar

KETAPANG - Anggota Komisi VII DPR RI,  Maman Abdurrahman menegaskan bahwa sejumlah isu yang berkembang terkait dengan PT Well Harvest Winning Alumina Refinery tidaklah benar. Hal tersebut diungkapkan usai ia bersama rombongan dari Komisi VII DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek)  ke PT WHW AR beberapa waktu lalu. 

"Kunjungan kami ke PT WHW kemarin yaitu kami ingin melihat perkembangan dan manfaat WHW bagi masyarakat, serta melihat aktifitas operasi di WHW. Mengingat cukup banyaknya isu terkait masalah Tenaga Kerja Asing serta hubungan sosial dengan masyarakat," ujar Maman Abdurrahman ketika dihubungi, Senin (3/12/2018).

Isu yang pertama menjadi perhatian anggota DPR RI tersebut mengenai dominasi TKA dari Tiongkok yang selama ini terus menjadi masalah. Maman mengatakan, berdasarkan penglihatannya disana, ternyata isu yang selama ini beredar terkait dominasi TKA dari Tiongkok itu tidak benar. Karena berdasarkan kunjungan Komisi VII DPR RI, dari total jumlah karyawan WHW sebanyak 2700 orang, pekerja dari Tiongkok hanya sekitar 300 an orang. 

"Artinya itu masih angka yang rasional. Namun tetap kami berharap ke depan peran para pekerja-pekerja lokal bisa lebih diberikan peran lebih besar dan _transfer knowledge_ terlaksana dengan sempurna," kata legislator dari Partai Golkar tersebut. 

Isu lainnya yang menjadi perhatian yakni terkait pengelolaan limbah. Berdasarkan kunjungan di lapangan, pengelolaan limbah yang dilakukan WHW sudah cukup profesional. Meskipun diakui bahwa masih ada keluhan.

"Hal ini masih perlu diintensifkan penanganannya. Namun secara kesuluruhan sudah cukup baik," kata Maman

Ia mengatakan,  sorotan yang cukup besar dari kunjungan rombongan Komisi VII DPR tersebut yaitu optimalisasi dan penambahan anggaran CSR. Sehingga bisa lebih bermanfaat kepada masyarakat di Kendawangan, Ketapang serta juga dapat dirasakan di Kalimantan Barat. 

"Tidak hanya di wilayah sekitar WHW saja dan program yang di realisasikan adalah program terkait peningkatan kapasitas _soft skill_ seperti pelatihan menjahit, bengkel dan lain-lain, agar masyarakat bisa didorong untuk berusaha dan meningkatkan ekonomi," kata Maman. 

"Pada prinsipnya kami mendorong agar WHW terus bisa selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kalbar dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan bauksit, agar kontinuitas produksi peningkatan nilai tambah produk bauksit bisa terus berlanjut," sambungnya. 

Sementara itu, Direktur External Relation PT WHWAR Stevi Thomas mengapresiasi kunjungan anggota Komisi VII DPR RI tersebut. Menurutnya, kunjungan ini menandakan jika DPR RI turut memberikan perhatian khusus kepada PT WHW AR. 

“Dengan adanya kunjungan ini menandakan bahwa DPR RI, khususnya Komisi VII turut memperhatikan keberadaan PT WHW AR. Apalagi mereka juga memberikan beberapa rekomendasi yang akan menjadi bahan untuk perbaikan kinerja kami ke depannya dan kami yakin kunjungan ini dapat menjadi salah satu motivasi untuk kami dalam meningkatkan produksi dan ekspor ke negara-negara lainnya.

Hadir juga dalam kegiatan itu Direktur Operasional PT. WHWAR  Zhao Jialiang dan Deputy General Manager PT. WHWAR Dev Herindra. 

Kemudian anggota DPR yang ikut dalam kunjungan diantaranya Katherine Anggela Oendoen selaku pimpinan tim,  Denny Jaya Abri Yani,  Ivan Doly Gultom,  Maman Abdurrahman,  Nawafie Saleh,  Ihwan Datu Adam,  Pegigi Patricia Pattipi,  dan Muhamnad Yudi Kotoucky.***(ADV/LKBK65).

Gambar : Anggota Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman memberikan cinderamata kepada Direktur Operasional PT. WHWAR Zhao Jialiang pada saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek)  rombongan Komisi VII DPR RI ke PT WHWAR,  Kab Ketapang,  Kalimantan Barat.***(Ist).

Editor     : Fahrozi
_____________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Komisi VII DPR Berharap PT WHW Jadi Pusat Pengembangan Industri Berbasis Bauksit di Indonesia





























KETAPANG – Komisi VII DPR RI berharap PT Well Harvest Winning Alumina Refinery dapat menjadi pusat pengembangan industri berbasis bauksit di Indonesia. Komisi menilai PT WHW mampu mengelola dan memurnikan bijih bauksit menjadi alumina yang menghasilkan Smelter Grade Alumina dengan kadar 98,6 persen, dan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun. 

“Kami berharap PT WHW dapat menjadi pusat pengembangan industri berbasis bauksit di Indonesia,” ujar anggota Komisi VII DPR RI Katherine Anggela Oendoen saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik  (Kunspek) Komisi VII DPR RI ke PT WHW AR di Ketapang, Kalimantan Barat, Senin (26/11/2018), seperti dikutip dalam website : www.dpr.go.id .

Tujuan kunjungan anggota Komisi VII tersebut untuk mendapat gambaran secara utuh mengenai kegiatan hilirisasi mineral bauksit menjadi alumina dan ketaatan perusahaan dalam melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup. Sehingga anggota Komisi VII dapat memperoleh informasi yang komprehensif terkait kegiatan hilirisasi mineral bauksit di Kalimantan Barat dan permasalahan yang dihadapi. 

Menurut Katherine, adanya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba telah memberikan angin segar bagi pertumbuhan dan perkembangan industri pengelolaan dan pemurnian mineral di dalam negeri, salah satunya adalah PT WHW AR ini. 

“Kami berharap kegiatan usaha pertambangan, termasuk kegiatan hilirisasinya yang ada di Ketapang dapat berjalan dengan baik,” katanya. 

Dalam kesempatan itu, Katherine juga menekankan mengenai Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (3) yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Ia mengingatkan bahwa mineral dan batu bara sebagai kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi merupakan sumber daya alam yang tak terbarukan, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan seoptimal mungkin, efisien, transparan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. 

Menurutnya, bauksit merupakan salah satu sumber daya alam tidak terbarukan (non-renewable) yang banyak terdapat di Kalbar. Cadangan bauksit di Kalbar sejumlah 0,84 milyar ton dari total cadangan nasional 1,26 milyar ton atau 66,77  persen cadangan bauksit nasional ada di Kalbar, sedangkan sumber daya bauksit nasional sebanyak 3,61 milyar ton. 

“Besarnya cadangan bauksit di Kalimantan Barat diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Ketapang ini,” kata Katherine. 

Hal senada diungkapkan anggota Komisi VII DPR Maman Abdurrahman. Ia berharap agar kegiatan usaha pertambangan termasuk kegiatan hilirisasinya yang ada di Ketapang, Kalbar dapat berjalan dengan baik sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba dan UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sementara itu, Direktur External Relation PT WHWAR Stevi Thomas mengapresiasi kunjungan anggota Komisi VII DPR RI tersebut. Menurutnya, kunjungan ini menandakan jika DPR turut memberikan perhatian khusus kepada PT WHW AR. 

“Dengan adanya kunjungan ini menandakan bahwa DPR, khususnya Komisi VII turut memperhatikan keberadaan PT WHW AR. Apalagi mereka juga memberikan beberapa rekomendasi yang akan menjadi bahan untuk perbaikan kinerja kami ke depannya dan kami yakin kunjungan ini dapat menjadi salah satu motivasi untuk kami dalam meningkatkan produksi dan ekspor ke negara-negara lain,” katanya.

Dalam kunjungan itu,  anggota Komisi VII DPR juga meninjau tempat penempatan residu bauksit dan proses pengolahan residu bauksit yang sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada. 

Hadir juga dalam kegiatan itu Direktur Operasional PT. WHWAR  Zhao Jialiang dan Deputy General Manager PT. WHWAR Dev Herindra. 

Kemudian anggota DPR yang ikut dalam kunjungan diantaranya Denny Jaya Abri Yani,  Ivan Doly Gultom,  Maman Abdurrahman,  Nawafie Saleh,  Ihwan Datu Adam,  Pegigi Patricia Pattipi,  dan Muhamnad Yudi Kotoucky.***(ADV/LKBK65).

Gambar : Anggota Komisi VII DPR RI Katherine A. Oendoen menerima cinderamata dari Zhao Jialiang selaku Direktur Operasional PT WHWAR disaksikan anggota lainnya Maman Abdurrahman pada Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Site PT WHWAR di Sungai Tengar, Kendawangan, Ketapang - Kalbar pada 26 November 2018.***(Ist).

Editor      : Fahrozi
_____________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Pengelolaan Terminal Khusus Tingkatkan Ekspor Bagi Pengusaha di Kalimantan Barat

KETAPANG – Untuk mendorong iklim investasi dan memberikan kepastian hukum serta berusaha bagi pelaku usaha, maka diperlukan penataan terhadap sektor kepelabuhan khususnya pengoperasian terminal khusus dan terminal untuk kepentingan sendiri. Kementerian Perhubungan telah mengaturnya melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2017 tentang Terminal Khusus dan Terminal untuk Kepentingan Sendiri. 

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan bersama Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) telah menyelenggarakan sosialisasi di beberapa daerah terkait keluarnya Peraturan Menteri yang baru tentang pengelolaan Terminal Khusus (Tersus) dan juga Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Terminal Khusus adalah terminal yang terletak di luar Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan pelabuhan yang merupakan bagian dari pelabuhan terdekat untuk melayani kepentingan sendiri sesuai dengan usaha pokoknya. Sedangkan Terminal untuk Kepentingan Sendiri adalah terminal yang terletak di dalam Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan pelabuhan yang merupakan bagian dari pelabuhan untuk melayani kepentingan sendiri sesuai dengan usaha pokoknya.

Perusahaan pemegang izin terminal khusus berdasarkan Pasal 18 PM 20 thn 2017 tentang Terminal Khusus dan Terminal untuk Kepentingan Sendiri, kegiatan bongkar dapat dilakukan secara langsung tanpa melibatkan perusahaan bongkar muat, atau dengan kata lain kegiatan bongkar muat dapat dilakukan sendiri oleh Perusahaan.

Untuk menghindari terjadinya punggutan liar, Pemerintah juga melindungi para pelaku usaha yaitu “pelaksana bongkar muat dilarang memungut tarif jasa bongkar muat yang tidak ada pelayanan jasanya.”, hal ini sesuai dengan Pasal 18 ayat (2) PM 152 thn 2016 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal. Hal ini sangat penting untuk menjaga keamanan dan kenyaman berinvestasi dengan menutup berbagai potensi punggutan liar yang dapat dilakukan oleh pihak atau kelompok manapun. 

Di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, ada beberapa perusahaan yang memiliki terminal khusus tersebut. Menurut Kepala Kantor UPP Kelas III Kendawangan, Capt. Herbert E.P Marpaung, Pelabuhan Kendawangan, Ketapang merupakan pelabuhan yang menjadi gerbang selatan ke wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Pelabuhan yang dipadati aktivitas pelayaran ini, juga ramai dengan komoditas berupa CPO, bijih bauksit dan Smelter Grade Alumina. 

“Terminal khusus untuk komoditas tersebut menyerap lapangan kerja sampai ribuan orang dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ketapang yang cukup besar,” kata Capt. Herbert.

Adapun total Terminal Khusus yang beroperasi di wilayah kerja UPP Kendawangan sebanyak 13 Terminal dengan kunjungan kapal rata-rata sekitar 200-an kapal per bulannya. Kementerian Perhubungan dapat mencabut izin pengoperasian terminal khusus tersebut, “Izin pengoperasian terminal khusus dapat dicabut apabila pemegang izin melanggar kewajibannya dan menggunakan terminal khusus untuk melayani kepentingan umum tanpa izin atau tidak sesuai dengan izin yang telah diberikan”.

Salah satu perusahaan yang memiliki Terminal Khusus yaitu PT Well Harvest Winning Alumina Refinery yang berlokasi di Kecamatan Kendawangan. Untuk PT WHW sebagai salah satu proyek strategis nasional yang mengelola bahan mentah dalam hal ini bijih bauksit menjadi Smelter Grade Alumina (SGA), Terminal khusus tersebut dibangun dalam rangka mendukung proses produksi dan penjualan.   

Di tingkat nasional, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Kalimantan Barat, pemerintah mulai membangun terminal Kijing di Pelabuhan Pontianak. Diharapkan, dengan adanya pelabuhan ini akan menambah daya saing Kalbar secara khusus dan Indonesia secara umum. 

“Jika sudah beroperasi nanti, kita harapkan ekspor barang tidak melalui Pelabuhan Pontianak, melainkan bisa langsung dari terminal kijing. Karena kapasitas daya tampung di sini (kijing) cukup besar yaitu mencapai 2 juta TEUs atau tujuh kali lipat dari Pelabuhan Pontianak sebesar 300 ribu TEUs,” kata General Manager PT Pelindo II (IPC) Pontianak, Adi Sugiri.***(SP/LKBK65).

Gambar   : Terminal Khusus PT Well Harvest Winning Alumina Refinery di Kecamatan Kendawangan, Ketapang, Kalbar.***(Ist).
Editor      : Fahrozi
______________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

PT WHW AR Tampilkan Capaian Produksi Perusahaan Dalam Acara Ketapang Expo 2018

KETAPANG – Stand milik PT Well Harvest Winning Alumina Refinery berhasil meraih juara harapan ke dua sebagai perusahaan swasta yang mengikuti kegiatan tahunan Ketapang Expo 2018. Acara ini merupakan program Pemda Ketapang dan diikuti oleh peserta, baik dari instansi pemerintah, perusahaan, serta masyarakat dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. 

“Syukur Alhamdulillah stand kami memperoleh juara harapan kedua dari kategori stand swasta,” ujar Public Relation PT. WHW AR Hen Roliya saat dihubungi, Senin (12/11/2018). 

Wanita yang akrab disapa Liya ini mengatakan, tema yang diusung oleh PT WHW AR dalam pameran Ketapang Expo 2018 ini modern lokal tradisional yaitu menampilkan kesan modern namun tetapi berbaur dengan tradisi lokal. “Tahun ini kita sampaikan ke masyarakat, khususnya di Kabupaten Ketapang bahwa PT WHW sudah memproduksi 1 juta ton dan kami juga menyediakan lowongan pekerjaan yang cukup banyak,” katanya. 

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Ketapang Expo 2018, Dra. C. Enny. A mengatakan tema yang diusung pada acara Ketapang Expo 2018 ini yaitu “Melalui Ketapang Expo 2018 Kita Jadikan Masyarakat Kabupaten Ketapang yang Kreatif dan Mampu Berwira Usaha Untuk Ketapang Maju Menuju Masyarakat yang Sejahtera”. 

Dikatakan, maksud dan tujuan pelaksanaan pameran Ketapang Expo 2018 adalah sebagai media informasi dan promosi dan memperkenalkan potensi daerah dan proses perizinan pelayanan publik serta jasa usaha pelayanan lainnya kepada masyarakat Kabupaten Ketapang, sebagai media hiburan bagi masyarakat, memotivasi usaha kecil menengah (UKM) agar lebih kreatif lagi karena ada sarana yang disiapkan oleh pemerintah untuk para UKM menampilkan, menjual dan pada akhirnya meningkatkan perekonomiannya dan diharapkan dapat merebut pangsa pasar dalam ooerdagangan. 

“Kegiatan ini juga sebagai ajang transaksi jual beli maupun pemesanan sehingga mendorong dan meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus mengembangkan dan meningkatkan volume perdagangan produk-produk Kabupaten Ketapang,” kata Enny. 

Sebagai informasi, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery berdiri sejak tahun 2012, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) adalah perusahaan pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina (alumina refinery) terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara.

Perusahaan ini didirikan guna merespons diberlakukannya Undang-undang No. 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara serta Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 7 tahun 2012 berikut peraturan – peraturan pendukung lainnya.***(PK/LKBK65).

Gambar : Pemberian piala & piagam kepada para pemenang lomba stand di Ketapang Expo 2018, yang diserahkan oleh Letkol Kav Jami'an Remi selaku Dandim 1203 Ketapang.***(Ist).

Editor   : Fahrozi
_______________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

 
WARTAWAN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN65 (LKBK65) DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK DILENGKAPI DENGAN KARTU PERS RESMI DAN NAMANYA TERDAFTAR DIBOX REDAKSI