KETAPANG - Program tanggung
jawab sosial perusahaan atau _Corporate Social Responsibility_ (CSR) adalah
tindakan organisasi untuk bertanggung jawab atas dampak dari keputusan dan
aktivitas terhadap masyarakat serta lingkungan hidup dengan cara yang transparan
dan beretika. Selain itu, ada pula pengembangan komunitas atau _community
development_ (Comdev) yang merupakan kegiatan membantu komunitas di luar
perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dalam mengatasi persoalan dan
memanfaatkan peluang, menemukan kesamaan kepentingan, serta menyeimbangkan
kepentingan yang mungkin bertentangan.
Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat adalah bagian dari CSR, dimana
hanya salah satu bagian dari tujuh subjek utama ruang-lingkup kegiatan CSR.
Sedangkan kegiatan CSR ditujukan untuk pemangku-kepentingan di dalam perusahaan
seperti karyawan dan di luar perusahaan seperti komunitas.
Seluruh kegiatan tersebut memiliki dasar hukum yaitu Pasal 141 ayat 1 (k)
UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, Pasal 106-109 dan
Pasal 111 PP 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan
Mineral dan Batubara, PP 55 Tahun 2010 tentang Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara,
Permen ESDM Nomor 13 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Permen ESDM Nomor 41 Tahun 2016
tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Pada Kegiatan Usaha Pertambangan
Mineral dan Batubara.
Oleh karena itu, untuk mendukung kebijakan tersebut, PT Well Harvest
Winning Alumina Refinery juga mempunyai program CSR. Tujuannya yaitu
untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang ada di lingkungan sekitar
perusahaan khususnya dan di Kabupaten Ketapang umumnya.
Manager Community PT WHW Mujiati menjelaskan, sesuai dengan Permen ESDM
Nomor 41 Tahun 2016 tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pada
Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, program PPM WHW mencakup
beberapa bidang yaitu bidang kesehatan dan pendidikan, social budaya,
infrastruktur, kemandirian ekonomi, dan kelembagaan komunitas masyarakat dalam
menunjang kemandirian ekonomi.
Untuk bidang pendidikan, PT WHW telah memberikan bantuan ke 77 siswa di MI
Attaroqi, 765 siswa di SMKN 1 Kendawangan, dan 119 siswa di SDN 37
Kendawangan.
Sementara di bidang kesehatan, PT WHW telah melakukan workshop IDI
Kab. Ketapang, menjalin kemitraan TNI KB Manunggal, melakukan
kunjungan koordinasi di posyandu dan bidan desa, dan berkomitmen
percepatan pencegahan stunting Kab. Ketapang.
Di bidang kemandirian ekonomi, PT WHW telah memberikan bantuan kepada
16 KK bantuan alat tangkap bagi nelayan Sungai Tengar, 10 KK bantuan alat
tangkap Nelayan RI1 luar Desa Pagar Mentimun, dan pelatihan manajemen
usaha tani bagi warga Desa Mekar Utama.
Di bidang infrastruktur, PT WHW telah melakukan penanganan abrasi pantai
bagi 351 KK di Sei Tengar, memberikan material bangunan bagi 164 jamaah Masjid
Sungai Gantang, dan rehab jalan Provinsi bagi 2 ribu pengguna.
"Untuk Bidang Kelembagaan komunitas masyarakat kami secara rutin
melakukan pertemuan bagi Ketua Adat Dayak atau Demung dan memberikan bantuan
sarana olahraga untuk warga Sungai Gantang," kata Mujiati.
Selain itu, di akhir tahun, PT WHW juga memberikan bantuan diantaranya satu
buah alat musik adat dayak untuk 3 Kepala Masyarakat Dusun Silingan Sukaria dan
Kelukub Belantak, 2 bantuan sarana tangkap ikan tahap 2 bagi 20 KK Warga Dusun
Sei Tengar.
PT WHW juga memberi bantuan berupa sarana belajar bagi 6 SD di wilayah Desa
Mekar Utama. "Kami juga membuat program berbagi Natal sebanyak 120 Paket
bagi warga Dusun Silingan-Sukaria, Kelukub belantak dan Batu Begendang,
serta ikut berpartisipasi dalam perayaan Natal bagi jemaat di 6 Gereja di
wilayah ring 1 dan ring 2 terpilih," kata Mujiati.
Manager Community, Mujiati mengatakan, untuk program CSR ini PT WHW
menyediakan anggaran pada tahun 2018 sekitar Rp 2,65 miliar untuk community
development dan Rp 1,867 miliar untuk community relations.
"Ke depannya untuk program CSR kami akan melibatkan Kepala Desa,
Kepala Dusun dan Kader untuk pendekatan kepada masyarakat secara terus menerus
agar masyarakat semakin sadar pentingnya peningkatan kapasitas untuk menuju
kemandirian", kata Mujidiri.***(ADV/LKBK65).
Gambar : Dokumen PT. Well Harvest Winning – Alumina
Refinery untuk LKBK65.
Editor : Fahrozi
_____________________
“MENGUTIP
SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS
DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”







Post a Comment