SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
HEADLINES NEWS
Loading...

Showing posts with label Luar Negeri. Show all posts
Showing posts with label Luar Negeri. Show all posts

Konga XXV-F/UNIFIL Terima Kunjungan FPM di Lebanon

LEBANON-Komandan Satgas (Dansatgas) POM TNI Kontingen Garuda (Konga) XXV-F/UNIFIL (United Nation Interim Force in Lebanon) Letkol Cpm Andri Gunawan didampingi oleh Wakil Komandan Satgas (Wadansatgas) POM TNI Mayor Laut POM TNI Candra Hermawan menerima kunjungan dua pejabat Force Provost Marshal (FPM). Kunjungan pisah sambut kedua pejabat FPM ini bertempat di ke Markas Satgas POM TNI, Gajah Mada Base UN Posn 7-3, Lebanon Selatan, Rabu (16/4/2014).

Adapun maksud dari kunjungan pejabat baru FPM Letkol Sante de Pasqualle ini adalah disamping untuk memperkenalkan diri kepada pejabat Satgas POM TNI Konga XXV-F/UNIFIL  juga melihat dari dekat gambaran tentang tugas-tugas pokok Polisi Militeran Internasional yang  telah, dan sedang dilaksanakan. Sedangkan kedatangan pejabat FPM yang lama Letkol Georgio Tomaseo adalah untuk pamit pisah dan mengucapkan penghargaan yang setinggi-tinginya atas kerja keras yang telah ditunjukkan oleh Konga XXV-F/UNIFIL ketika menjadi mitra kerjanya.

Selanjutnya Letkol Sante de Pasqualle menuju ruang VIP Satgas POM TNI untuk perkenalan kedua pejabat FPM  dilanjutkan dengan menerima paparan dari Letda Cpm Hugo Adi Nugroho, antara lain: tentang tugas pokok Sector East Military Police Unit (SEMPU) sebagai International Military Police (IMP) dalam menegakkan hukum, disiplin dan tata tertib terhadap pasukan UNIFIL militer  atau sipil yang berada di Area Of Responsibility (AOR) Sector East, dengan melakukan berbagai kegiatan diantaranya TP Check Point, Alternate Observation Post (AOP), disamping itu melaksanakan Section Vehicle patrol (SVP), pengawalan VIP maupun Escort personel/material.

Mengakhiri paparannya, seluruh hadirin menikmati sajian video tentang wonderful Indonesia, tampak kedua pejabat FPM dari Itali sangat terkesan dengan keindahan Flora dan Fauna beserta object wisata yang dimiliki Indonesia, bahkan kedua pejabat dari Italia berjanji akan berkunjung ke Indonesia.


Sebagai rangkaian kunjungannya, kedua pejabat FPM melaksanakan peninjauan terhadap peralatan yang dimiliki oleh Satgas POM TNI, antara lain: Speed Gun/alat pengukur kecepatan dan Breath Analyzer/pengukur kadar alkhohol. sebelum mengakhiri kunjungannya, FPM Letkol Georgio Tomaseo  mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas dedikasi, kerja keras dan usaha yang telah ditunjukkan oleh semua personil Satgas dalam pengabdiannya sebagai bagian dari personil yang bertugas pada misi pasukan pemelihara perdamaian UNIFIL di Lebanon. ***(LKBK/Authentikasi : Bintara Penerangan POM TNI Konga XXV-F/UNIFIL, Serka AD Nurwahib)

Kontingen Garuda di Haiti Terima Suku Cadang dari Indonesia

HAITI-Setelah menempuh perjalanan yang panjang kurang lebih 1 bulan dengan menggunakan kapal laut yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta-Indonesia akhirnya kapal barang yang membawa kontainer material spare parts dan beberapa barang keperluan operasional yang merupakan bekal dukungan untuk Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXII-C/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haiti) akhirnya tiba di Pelabuhan Leogane, Haiti.

Kedatangan material tersebut merupakan gelombang ke dua, dimana gelombang sebelumnya telah tiba pada bulan Februari 2014 dengan jumlah total 7 kontainer. Setelah kegiatan bongkar muat dilaksanakan, secara berangsur-angsur dengan menggunakan truck cargo Satgas Kizi TNI, barang-barang tersebut langsung dibawa menuju Bumi Garuda Camp, Gonaives dengan menempuh perjalanan selama kurang lebih 5 jam, Minggu (13/4/2014).


“Material bekal ulang yang tiba meliputi, Suku Cadang untuk alat berat, kendaraan operasional baik yang bertonase besar dan juga kendaraan kecil, termasuk juga aki kendaraan, alat pemadam kebakaran, komponen elektrik alat berat Zeni, ban kendaraan, dan lain sebagainya”, kata Komandan Satgas (Dansatgas) Konga XXXII-C/Minustah Letkol Alfius saat meninjau bongkar muat suku cadang di pelabuhan Leogane.

“Diharapkan, dengan adanya dukungan tersebut membuat seluruh peralatan Zeni dan kendaraan yang dimiliki Konga XXXII-C/Minustah menjadi lebih prima dan siap untuk melaksanakan tugas baik Konstruksi, Rehabilitasi maupun pekerjaan Minor Engineering yang merupakan tugas dan tanggung jawab Kontingen Garuda Indonesia dalam Misi PBB di Haiti”, kata Dansatgas.

Lebih lanjut Letkol Czi Alfius Navirinda K. mengatakan bahwa, dengan adanya dukungan ini sangat disambut gembira oleh seluruh personil Kontingen Garuda di Haiti. Hal ini dikarenakan seluruh peralatan dan kendaraan yang saat ini digunakan telah memasuki tahun ke tiga pelaksanaan tugas di Haiti. Tentunya ada beberapa komponen terutama Ban yang sudah memasuki masa untuk diganti, dikarenakan telah mengalami kerusakan diakibatkan kondisi jalan yang kurang baik di sebagian wilayah operasional Satgas Indonesia.

Hal ini juga ditambah dengan luasnya AOR (Area of Responsibility) Engineering yang menjadi tanggung jawab Kontingen Garuda Indonesia yang meliputi 50% bagian wilayah kerja Misi Minustah seperti wilayah Artibonite, Nord, Nord Ouest dan Ouest Departement yang jarak terdekat ke sasaran pekerjaan dapat ditempuh 6 jam perjalanan darat.


Yang lebih menggembirakan lagi dengan adanya dukungan suku cadang tersebut,  2 unit kendaraan Prime Over sebagai Trailler bagi pengangkutan alat-alat berat Zeni yang telah lama  tidak dapat beroperasi dikarenakan kerusakaan dibagian ECU (Electric Control Unit), namun setelah suku cadang tiba dan segera diperbaiki oleh Tim Mekanik Satgas Kizi Indonesia, saat ini kedua unit kendaraan angkut tersebut dapat berfungsi dan siap untuk mendukung tugas Pasukan Garuda.***(R/LKBK)

Wapres Boediono Mendapat Medali Prince Willem Van Oranje

Memberikan Kuliah Umum Di Universitas Leiden
LEIDEN - Wakil Presiden Boediono mendapat Medali Prince Willem Van Oranje atas jasanya membangun ekonomi dan demokrasi di Indonesia.  Pemberian penghargaan tertinggi dari Universitas Leiden itu diberikan seusai Wakil Presiden Boediono memberikan pidato di auditorium Universitas Leiden, Belanda, 26 Maret 2014 lalu. 

“Universitas Leiden mengusung prinsip kemerdekaan dan kebebasan sejak awal didirikan oleh Pangeran William Van Orange. Atas dasar prinsip-prinsip itu kami sangat menghargai upaya Wakil Presiden Boediono dalam membangun ekonomi dan demokrasi Indonesia,” kata Rektor Universitas Professor Carl Stolker. 

Penghargaan Willem Van Orange sebelumnya pernah diberikan kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki Moon. 

Pidato Wapres Boediono berjudul Sustaining Indonesia's Economics and Political Transformation dimana di dalamnya ia mengangkat perlunya pembangunan Indonesia berfokus pada infrastruktur, sumber daya manusia dan kelembagaan demi menghindari Indonesia dari jebakan ekonomi kelas menengah (middle income trap). 

Dalam kesempatan itu Wapres Boediono juga membuka patung Hussein Djajadiningrat, orang Indonesia pertama yang meraih gelar doktor pada 1813 di Universitas Leiden. Rektor Professor Carl Stolker mengatakan bahwa pendirian patung Hussein bertujuan untuk mengenang kehadiran dan jasa tokoh intelektual Indonesia yang memiliki kaitan sangat erat dengan universitas tersebut. Hadir dalam kesempatan itu putra Hussein Djajadiningrat, Hussein Wahyu Djajadiningrat. 

Dalam pembukaannya sebelum pidato, Rektor Professor Carl Stolker menyambut kehadiran Wakil Presiden Boediono di Universitas Leiden, universitas tertua di Belanda yang mengusung dua prinsip utama yakni libertatis praesidium, atau kebebasan dan kemerdekaan. “Anda baru menyelesaikan tugas menghadiri pertemuan internasional penting yang juga mengusung kedua prinsip itu demi mencapai perdamaian dunia,” katanya merujuk pada pungkasnya KTT Keamanan Nuklir 2014 sehari sebelumnya di Den Haag yang dihadiri Wapres. 

Rektor Universitas Leiden mengatakan bahwa universitas Leiden punya hubungan sangat baik dengan Indonesia sejak lama dan telah mengoleksi buku-buku atau manuskrip tua dari era nusantara sebelum sebagian menjadi Hindia Belanda. Kerjasama antar institusi pun telah lama dijalin dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. 

“Banyak mahasiswa kami yang turut menjadi bapak bangsa Indonesia. DI Leiden pula pertama berdiri gerakan yang mengusung kemerdekaan Indonesia di awal abad 20 dengan berdirinya Perhimpunan Indonesia. Salah satunya adalah Hussein Djajadiningrat, peraih gelar doktor pertama yang pernah mengalami penolakan karena sikap tidak percaya dan rasisme di masa itu,” katanya.***( wapresri.go.id/lkbk)


Keterangan Gambar : Wakil Presiden Boediono menerima medali Prince Willem van Oranje atas jasanya membangun ekonomi dan demokrasi di Indonesia. Penghargaan tertinggi dari Universitas Leiden tersebut diberikan oleh Rektor Universitas Leiden Prof. Carel Stolker. ***(Foto :Jeri W)


Manfaatkan Kedekatan Indonesia - Belanda

Pertemuan dengan Masyarakat Indonesia di Belanda
DEN HAAG - Hubungan Indonesia dengan Belanda saat ini berjalan dengan sangat baik. Berbagai kerjasama dilakukan di berbagai bidang, seperti perdangangan, infrastruktur, dan hukum. “Belanda mempunyai posisi yang unik di mata indoensia dan begitu juga sebaliknya. Sejarah yang merupakan sumber kedekatan saling mengerti satu sama lain,” ujar Wakil Presiden Boediono saat bertatap muka dengan masyarakat Indonesia di Belanda di Hotel Hilton Den Haag, Rabu 26 Maret 2014 lalu. 

Wapres mengatakan jika kedekatan Indonesia dan Belanda harus dapat dikelola dengan baik. “Jangan sampai terpukau, kedekatan sebagai aset, cari cara yang baik. Belanda harus dijadikan gateway untuk pintu masuk ke Eropa. Dan juga Belanda melihat Indonesia sebagai gateway masuk ke ASEAN,” ujar Wapres. 

Di awal sambutannya, Wapres menceritakan berbagai kegiatannya selama berada di Belanda. Tujuan utama kehadirannya di Belanda adalah untuk mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keamanan Nuklir di Den Haag. “Inti dari pelaksanaan KTT adalah bagaimana kita, sebagai negara yang peduli mengamankan bahan-bahan nuklir yang berbahaya agar tidak jatuh di tangan yang salah, baik dilakukan dalam kerangka regional maupun internasional,” ujar Wapres. 

Saat ini, dengan pemanfaatan teknologi dan informasi masyarakat Indonesia di Belanda sudah dapat mengakses perkembangan yang terjadi di Indonesia secara real time. Bahkan, penggunaan teknologi dan informasi juga sudah merambah pada kegiatan kampanye pemilihan umum 2014.“Keramaian mengumpulkan massa berkurang, sehingga suasana lebih tenang. Mereka menggunakan teknik yang lebih unggul, lebih murah, dan risiko gesekan di lapangan makin berkurang,” ujar.

Saat berdialog dengan masyarakat, Saka, salah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan studinya di Universitas Leiden menanyakan kebijakan yang mendasari kebijakan bailout Bank Century. 

Wapres menjelaskan bahwa krisis ekonomi yang melanda suatu negara tidak akan pernah dapat diprediksi akan terjadi kapan. Pada tahun 1997/1998 Indonesia mengalami guncangan krisis, saat itu terjadi krisis keuangan Asia, tetapi kita dapat melewatinya. “Saat tahun 2008 terjadi krisis, kita telah mempunyai pengalaman menghadapi krisis,” ucap Wapres. 

Tahun 2008 adalah krisis yang besar karena merupakan krisis global, pada saat menghadapi krisis 2008, pemerintah sudah bersiap-siap, seperti disiapkannya Perpu. “Karena darurat tidak perlu dibahas DPR. Tercermin dari situasi di lapangan, terlihat juga dari respon pemerintah saat itu,” ujar Wapres. 

Dengan berbekal pengalaman mengenai krisis tahun 1997/1998, dimana saat terjadi krisis maka dunia dalam situasi gonjang-ganjing, dan psikologi masyarakat sangat dipengaruhi oleh rumor yang beredar. “Saat itu, kami menutup 16 bank. Jika dihitung asetnya hanya sebesar 3 persen dari total perbankan,” ujar Wapres.

Wapres menambahkan bahwa pada tahun 1997/1998, masyarakat sering bertanya-tanya  apa yang terjadi dengan  kondisi di dalam masyarakat? “Kalau kali ini ada bank yang ditutup, minggu depan bank apa yang akan ditutup,” ujar Wapres.

Pada prinsipnya, saat krisis melanda di tahun 2008, niat pengambil keputusan hanyalah satu, menyelematkan negara dari krisis, tidak ada niat lain. “Saya saat itu baru beberapa bulan menjadi Gubernur BI, jadi tidak mengenal siapa pemilik bank ini dan bank itu. Tujuan kami hanya menyelamatkan negara," ucap Wapres.

Jika diibaratkan, kata Wapres, pengambilan kebijakan bailout Bank Century seperti menyelamatkan sebuah kampung dari kebakaran besar yang dimulai dari sebuah rumah. “Saat menyelamatkan rumah itu, kita tidak pernah berpikir itu rumah siapa. Jika itu rumah penjahat atau mempunya utang yang memiliki rumah, itu urusan nanti. Yang penting kita selamatkan dulu deh kampungnya,” kata Wapres. Jika kita berdebat tentang siapa pemilik rumah, utangnya berapa, maka waktu kita akan habis dan api sudah semakin besar dan kebakaran sudah melanda beberapa rumah.

Dalam laporannya, Duta Besar Indonesia untuk Belanda Retno Marsudi melaporkan bahwa jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Belanda yang tercatat di KBRI adalah sebanyak 16.520 orang. “Dari data kependudukan Belanda, etnis Indonesia adalah terbesar kedua setelah etnis Belanda. Dan jumlah mahasiswa sebanyak 1.495 mahasiswa, serta siswa yang sekolah di Sekolah Indonesia sebanyak 79 murid,” ujar Retno.

Pada hari Kamis 27 Maret 2014, Wapres beserta rombongan akan bertolak kembali ke tanah air pada pukul 13.00 Waktu Setempat atau 20.00 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 089 dan akan tiba di tanah air pada hari Jumat 28 Maret 2014 pukul 11.20 WIB.***( wapresri.go.id/lkbk)

Keterangan Gambar : Wakil Presiden Boediono beramah tamah dengan masyarakat Indonesia di Belanda.


Jangan Kecilkan Informasi Apapun,Pemerintah Malaysia Tertutup Soal Pesawat MAS Yang Hilang

JAKARTA- Soal hilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hingga berita ini ditayangkan masih belum diketahui keberadaannya,menurut sumber “yang sangat dapat dipercaya” di Jakarta kepada Redaksi Lembaga Kantor Berita Kalimantan,Rabu (19/03/2014) pagi menyatakan bahwa,kelemahan utama-nya justru sebenarnya terletak pada sikap “Ketertutupan Pemerimntah” Malaysia yang masih terus mencari ‘kambing hitam’ dibalik kasus ini,apalagi dikait-kaitkan dengan Latar Belakang Politik.

“ Hal ini terus terang sangat menyakitkan keluarga korban,bisa dibayangkan kalau kita menjadi salah satu dari mereka,seharusnya tahu bagaimana Empatinya,bukan malah cendrung bersikap demikian,”ujar “sumber yang sangat dapat dipercaya” itu.

Oleh karena itu,ungkap “sumber” tadi,seharusnya STOP teori-teori konspirasi (apalagi berlatar belakang Politik dalam negeri Malaysia) yang sangat menyakitkan bagi keluarga korban.

“Gunakanlah resources ILMIAH semaksimal mungkin dan jangan kecilkan apapun informasi-informasi yang ada (termasuk dari Nelayan atau Penduduk di tiap-tiap wilayah terpencil) yang mau berkontribusi positif  terhadap pencarian Pesawat MAS ini,”pungkas sumber yang pernah mengungkap di mana keberadaan pesawat Adam Air yang jatuh beberapa tahun silam kepada Redaksi Lembaga Kantor Berita Kalimantan,Rabu (19/03/2014) pagi melalui pasilitas BlackBerryMassanggernya.***(H/LKBK)

Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH370,Para Pihak Saling Melemahkan

JAKARTA-Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH370 hingga berita ini ditayangkan masih menjadi misteri entah di mana pesawat dan isinya itu berada,namun demikian seperti yang disampaikan sumber “yang sangat dapat dipercaya” di Jakarta kepada Redaksi Lembaga Kantor Berita Kalimantan,Senin (17/03/2014) malam lalu melalui pasilitas BlackBerryMassanggernya bahwa pesawat Malaysia Airlines MH370 itu jatuh di Samudra Hindia beberapa ratus kilimoter utara Banda Aceh.

Tetapi, “sumber yang sangat dapat dipercaya itu” menyayangkan berbagai pihak yang akhir-akhir ini justru tidak saling mensinergikan energi mereka menjadi energi positif.

“Justru memunculkan energi negatif yang saling melemahkan,”kata sumber  yang pernah mengungkap keberadaan hilangnya pesawat Adam Air beberapa waktu lalu kepada Redaksi Lembaga Kantor Berita Kalimantan dini hari tadi,Rabu (19/03/2014) melalui BlackBerryMassanggernya.

Pernyataan sumber yang dapat dipercaya ini dikuatkan pengakuan tiga orang nelayan yang melihat jatuhnya pesawat bersamaan dengan hilangnya Malaysia Airlines MH370 di perairan Peureulak Aceh Timur Provinsi Aceh,Sabtu (8/03/2014),namun para nelayan itu tidak bisa memastikan apa jenis pesawat yang mereka lihat yang sedang naas itu.

"Pesawat itu jatuh siang hari, lokasi jatuhnya tak jauh dari tempat mereka memancing. Mereka yakin bahwa yang jatuh itu adalah pesawat terbang, bukan benda lain," ujar Panglima Laot Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Amir Yusuf kepada wartawan.

Awalnya, nelayan tersebut tidak mengetahui tentang adanya pesawat yang jatuh. Setelah kembali ke daratan usai melaut, mereka baru mengetahui bahwa ada pesawat Malaysia yang hilang.***(H/LKBK)

Editor : LKBKalimantan

Gambar : Ilustrasi.**(doc.ist)

Diduga Pesawat Malaysia Airlines MH370 Jatuh Di Samudra Hindia

JAKARTA-Menurut sumber yang dapat dipercaya kepada Redaksi Lembaga Kantor Berita Kalimantan di Jakarta bahwa,pesawat Malaysia Airlines MH370 itu jatuh di Samudra Hindia beberapa ratus kilimoter utara Banda Aceh.

“MAS (Malaysia Airlines-Red) jatuh di Samudra Hindia,beberapa ratus kilometer utara Banda Aceh,”ungkap sumber yang sangat patut dipercaya kepada Redaksi Lembaga Kantor Berita Kalimantan melalui pasilitas BlackBerryMassanggernya,Senin (17/03/2014) malam kemarin.

Seperti dikutip Lembaga Kantor Berita Kalimantan dari laman Merdeka.com bahwa Badan SAR Nasional akan menindaklanjuti pengakuan nelayan yang melihat jatuhnya pesawat bersamaan dengan hilangnya Malaysia Airlines MH370 di perairan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Penyelidikan akan dilakukan setelah adanya analisa dan investigasi akurat dari pihak terkait.

"Kalau memang sudah ada analisa dan investigasi akurat pihak berwenang tentang kebenaran informasi bahwa ada dugaan pesawat MAS jatuh di perairan Peureulak, maka kita siap bergerak untuk melakukan pencarian," kata Kepala Basarnas Aceh Budi Cahyadi di Banda Aceh, seperti dilansir Antara, Selasa (18/3).

Sebelumnya, tiga nelayan asal Aceh Timur dan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara melihat pesawat jatuh di perairan Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (8/3). Namun, para nelayan itu tidak bisa memastikan apa jenis pesawat yang nahas itu.

"Pesawat itu jatuh siang hari, lokasi jatuhnya tak jauh dari tempat mereka memancing. Mereka yakin bahwa yang jatuh itu adalah pesawat terbang, bukan benda lain," ujar Panglima Laot Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Amir Yusuf.

Sementara itu, sekelompok nelayan di Kabupaten Langkat mengaku telah melihat sebuah pesawat yang jatuh di laut yang diduga adalah pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370.

Awalnya, nelayan tersebut tidak mengetahui tentang adanya pesawat yang jatuh. Setelah kembali ke daratan usai melaut, mereka baru mengetahui bahwa pesawat Malaysia Airlines (MAS) yang hilang.

Salah satu nelayan, Hendra menerangkan, pada 9 Maret 2014 pukul 11.28 WIB, mereka melihat sebuah pesawat berwarna putih melintas di udara.

"Pesawat tersebut kemudian berputar-putar semakin rendah. Pada putaran kedua, pesawat mengeluarkan asap di bagian kanan belakang dan terbang dalam kondisi miring ke kiri. Sesaat kemudian, pesawat semakin merendah dan hilang dari pandangan," jelasnya.

Para nelayan itu mencatat lokasi titik koordinat GPS tempat mereka melihat pesawat tersebut yakni koordinat 5 derajat titik 21 derajat titik 943 utara dan 98 titik, 18 titik, 613 east.

Saat ini, Basarnas telah menghentikan sementara pencarian sementara pesawat MAS MH370 di kawasan perairan laut Selat Malaka dan Samudera Hindia, setelah selama tujuh hari sejak 11 Maret 2014.

"Untuk sementara pencarian pesawat MAS MH370 kami hentikan, sambil menunggu petunjuk selanjutnya dari Basarnas Pusat dan Pemerintah Malaysia," kata Budi Cahyadi.***(lkbk/ Merdeka.com)

Editor :LKBKalimantan.

Lucu, Indonesia Dituding Kerjasama Dengan AS Hilangkan MH370

KUALA LUMPUR- Media Malaysia Utusan mengutip Cabal Times menulis dugaan konspirasi terbaru hilangnya pesawat Malaysia Airlines. Pesawat ini diterbangkan ke Pangkalan Amerika Serikat di Diego Garcia, sebuah kepulauan di Samudera Hindia. Hilangnya pesawat disebut-sebut sebagai skenario Amerika Serikat.

Indonesia disebut-sebut punya peran dalam menyembunyikan pesawat dengan nomor penerbangan MH370 ini. Radar Indonesia sudah menangkap pesawat terbang ke Pangkalan AS. Tapi Indonesia tak berani membeberkan hal ini karena punya kesepakatan dengan Amerika.


Hal ini ditanggapi santai oleh pemerintah Indonesia. Staf Khusus Kemhan Bidang Luar Negeri Sumardi Brotodiningrat menyatakan dugaan mengenai keterlibatan Indonesia sangat lucu, padahal sudah jelas Pemerintah malah membantu proses pencarian pesawat 227 penumpang tersebut.


"Loh kita kan membantu mereka, salah satu dari 25 negara yang bantu mencari, sampai sekarang," kata Sumardi di ruang Palapa Kemhan, Jl. Medan Merdeka Barat no 13-14, Jakarta Pusat, Senin (17/3).


Menurut Sumardi, dirinya malah heran dengan tudingan dari pemerintah Malaysia tersebut. Tim yang ikut membantu pencarian pesawat yang hilang sejak Sabtu (8/3) lalu, belum ada yang menuai hasil. 


Lanjut Sumardi, tudingan itu harus dijelaskan secara jelas keterlibatan Indonesianya.


"Saya belum tahu apa-apa, saya mengamati terus, kita belum tahu pesawatnya di mana," tandasnya.***(Merdeka.com)

Prajurit TNI Konga XXVI-F2/UNIFIL Latihan Menembak di Lebanon

LEBANON-Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indo FPC (Indonesia Force Protection Company) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVI-F2/UNIFIL dibawah pimpinan Mayor Inf Aulia Dwi Nasrullah selaku Komandan Satgas (Dansatgas) melaksanakan latihan menembak pistol, bertempat di lapangan tembak Sektor Barat, Head Quarter Naqoura, Lebanon, kemarin.   Kegiatan ini merupakan salah satu program latihan yang sudah dijadwalkan oleh Satgas Indo FPC TNI selama melaksanakan tugas menjaga perdamaian di Lebanon dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

Sebelum latihan menembak dilaksanakan, Mayor Inf Akhmad Juni Toa, S.E. selaku Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Satgas telah melakukan kordinasi dengan pihak UNIFIL Security Training Unit dengan mengirimkan formulir lampiran 7.1 SOP (Standart Operating Procedure). Setelah mendapat persetujuan, Bintara Seksi Operasi Satgas Serma Edy Harsono selaku Regional Security Officer (RSO), melaksanakan Shooting Brief di kantor UNIFIL Security Training Unit.

Pelaksanaan briefing tersebut adalah memastikan seluruh prosedur dan aturan yang harus dilaksanakan pada saat sebelum dan sesudah melaksanakan latihan menembak. Beberapa prosedur diantaranya, tersedianya mobil ambulance selama latihan menembak, tersedianya bendera merah sebagai tanda adanya latihan, koordinasi dengan Air Control Ital Air sebagai obyek vital terdekat dengan lapangan tembak untuk mencegah terjadinya accident pesawat saat take off maupun landing, melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada UNIFIL Joint Operation Center (JOC) saat memulai dan setelah melaksanakan latihan menembak, serta melaporkan penggunaan lapangan tembak kepada pihak UNIFIL Security Training Unit dengan mengisi formulir lampiran 7.2 SOP.

Dansatgas Konga XXVI-F2/Unifil Mayor Inf Aulia Dwi Nasrullah saat meninjau di lapangan tembak mengatakan, agar memanfaatkan moment latihan ini dengan sebaik-baiknya karena mengingat penggunaan lapangan tembak tidak setiap saat tersedia untuk digunakan. “Laksanakan latihan ini dengan maksimal, perhatikan faktor keamanan dan ikuti tahapan-tahapan yang sudah ditentukan serta gunakan perlengkapan yang standart selama pelaksanaan menembak”, ujarnya.

Latihan menembak pistol yang dilaksanakan oleh Prajurit TNI Konga XXVI-F2/Unifil selain dapat mengasah keterampilan para personel, diharapkan dapat menemukan para petembak-petembak ulung yang nanti akan disiapkan untuk mengikuti kejuaraan menembak antar Kontingen dari negara lain yang tergabung dalam UNIFIL”, kata Dansatgas.


Turut serta dalam latihan menembak pistol, beberapa Perwira Staf dan Komandan Tim Kawal yang sedang melaksanakan stand by force. Sedangkan materi yang dilaksanakan adalah tembak zeroing jarak 15 meter dilanjutkan tembak presisi jarak 25 meter.***(Authentikasi : Pasiops Satgas FPC Konga XXVI-F2/UNIFIL, Mayor Inf Akhmad Juni Toa)

"Selamat Malam": Kontak Terakhir dari Pesawat Malaysia Airlines Yang Hilang

KUALA LUMPUR  - Kata-kata terakhir dari kokpit pesawat Malaysia Airlines MH370 adalah "all right, good night". Saat kata-kata itu diucapkan, seseorang di pesawat sudah mulai mematikan sistem pemantau pesawat, kata seorang pejabat Malaysia. 

Waktu penyampaian dan kata-kata yang informal kepada pengendali ruang udara saat pesawat meninggalkan kawasan Malaysia menuju Beijing semakin menguatkan dugaan pembajakan atau sabotase. 

Kata-kata 'berpamitan' itu muncul setelah salah satu sistem data pesawat, yang memungkinkan pesawat tetap terpantau meski di luar radar, sengaja dimatikan, kata Pejabat Menteri Perhubungan Hishammuddin Hussein, Minggu. 

"Jawaban pertanyaan Anda adalah, ya, sistem sebelumnya sudah dimatikan," katanya pada reporter saat ditanya apakah sistem ACARS -- komputer yang mengirimkan data status pesawat -- sudah tak aktif saat kata-kata itu diucapkan. 

Kata-kata yang kesannya akrab tersebut tak sesuai dengan prosedur standar radio. Pilot biasanya akan diminta untuk membaca kembali instruksi atau menghubungi pusat kendali berikutnya serta menyebutkan identitas pesawat, kata Hugh Dibley, mantan pilot British airways dan fellow di Royal Aeronautical Society. 

Para penyelidik mungkin kini tengah memeriksa rekaman untuk melihat apakah ada tanda-tanda stres psikologis dan menentukan identitas orang tersebut. Dari situ bisa diketahui, apakah kendali pesawat diambilalih oleh pembajak atau pilot sendiri yang terlibat. 

Penyelidik Malaysia kini tengah menggali masa lalu pilot, kru, dan staf darat yang bekerja dengan pesawat Boeing 777-200ER untuk mencari alasan kenapa seseorang di dalam pesawat menerbangkannya ribuan mil dari jalur yang ditentukan. 

Pengecekan latar belakang para penumpang tak membawa hasil apa-apa, namun tak semua negara yang warganya ada di dalam pesawat membantu memberi informasi, kata kepala polisi Khalid Abu Bakar. 

Seminggu setelah menghilang, jejak pesawat sama sekali tak ditemukan. Namun para penyelidik kini yakin bahwa pesawat dialihkan oleh seseorang dengan pengetahuan mendalam soal pesawat dan navigasi komersil. 

Malaysia bertemu dengan wakil dari hampir 22 negara dan meminta pertolongan internasional dalam pencarian pesawat. Kini daerah pencarian mencapai pesisir laut Kaspia sampai titik paling selatan Samudera Hindia. 

"Area pencarian sudah diperluas dengan signifikan," kata Hishammuddin. "Dari hanya berfokus pada laut dangkal, kini kami melihat tanah lapang dan luas, melewati 11 negara, begitu juga di laut dalam dan jauh."

Kasus hilangnya pesawat membuat heran banyak penyelidik dan pakar penerbangan. Pesawat tak terpantau radar sekitar sejam setelah berangkat dari Kuala Lumpur menuju Beijing. 

Pemerintah Malaysia kini percaya saat pesawat menyeberangi pantai timur laut negara tersebut, dan menyeberangi Teluk Thailand, seseorang di dalam pesawat mematikan sistem komunikasi dan mengarahkan pesawat ke barat. 

Sinyal elektronik yang dikirimkan secara periodik ke satelit menunjukkan bahwa pesawat bisa terus terbang selama hampir tujuh jam setelah tak terpantau di radar militer Malaysia, lepas pantai barat laut, menuju India. 

Bahan bakar dalam pesawat cukup untuk terbang selama 7,5-8 jam, kata Direktur Eksekutif Malaysia Airlines Ahmad Jauhari Yahya. 


RUMAH PILOT DIGELEDAH
Sabtu lalu, satuan khusus polisi Malaysia menggeledah rumah kapten pesawat, Zaharie Ahmad Shah, 53, dan first officer atau co-pilot, Fariq Abdul Hamid, 27, di kawasan perumahan kelas menengah Kuala Lumpur, dekat bandara internasional. 

Zaharie adalah seorang pilot berpengalaman. Kolega dan mantan koleganya menggambarkan dia sebagai seorang penerbang antusias yang suka menghabiskan waktu liburnya dengan menerbangkan simulator penerbangan yang dia pasang di rumahnya. 

Simulator penerbangan itu kini sudah diambil oleh polisi untuk diperiksa, kata kepala polisi. 

Pejabat senior kepolisian mengatakan bahwa program-program yang ada di simulator penerbangan itu tengah diperiksa. Sejauh ini, program-program tersebut tampak normal, penggunanya bisa berlatih terbang dan mendarat dalam berbagai kondisi. 

Sumber polisi mengatakan bahwa mereka kini tengah melihat latar pribadi, politik, dan agama dari kedua pilot serta kru lainnya. Khalid menambahkan bahwa staf darat yang mungkin bekerja dengan pesawat tengah diperiksa.

Pejabat senior polisi lainnya mengatakan pada Reuters bahwa penyelidikan tak menemukan hubungan antara Zaharie -- ayah dari tiga anak yang sudah dewasa dan seorang kakek, dengan grup militan. 

Berbagai post Facebooknya menyatakan bahwa si pilot adalah penentang aktif koalisi yang telah memerintah Malaysia selama 57 tahun sejak kemerdekaan. 

Sehari sebelum pesawat hilang, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim dijatuhi vonis 5 tahun penjara karena tuduhan sodomi. Putusan tersebut, menurut pendukung dan kelompok pembela hak asasi internasional, kuat pengaruh politiknya. 

Ketika ditanya apakah latar Zaharie sebagai pendukung oposisi juga diperiksa, sumber polisi pertama mengatakan, "Kami harus menyelidiki semua kemungkinan."

Malaysia Airlines sudah menyatakan bahwa mereka tak percaya Zaharie akan mensabotase pesawat dan koleganya juga menyampaikan hal yang sama. 

"Tolong, biarkan mereka menemukan dulu pesawatnya. Zaharie bukan orang yang punya kecenderungan bunuh diri, dia bukan seorang yang fanatik akan politik seperti yang ditulis media asing," kata pilot Malaysia Airlines yang dekat dengan Zaharie. "Apakah salah jika seseorang punya opini tentang politik?"

Co-pilot Fariq dinilai religius dan serius akan karirnya, kata keluarga dan teman. 

Kedua pilot tersebut tidak meminta secara khusus untuk terbang bersama.***(Yahoo!News/ Reuters /Anshuman Daga, Niluksi Koswanage, dan Tim Hepher) 
 
WARTAWAN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN65 (LKBK65) DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK DILENGKAPI DENGAN KARTU PERS RESMI DAN NAMANYA TERDAFTAR DIBOX REDAKSI