KETAPANG-Pada tahun enam pulahan obyek wisata ini terkenal
dengan nama Pantai Sungai Kinjil, karena berada di Desa Sungai Kinjil, Kecamatan
Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Destinasi wisata ini letaknya hanya kurang
lebih 5 km dari kota Ketapang, arah ke selatan.
Dulu, kawasan ini terkenal sebagai daerah yang memiliki pohon nyiur melambai,
disepanjang tepian pantai, dan dengan pasir putih yang mengahampar disepanjang
pantai, menjadikan tempat ini sebagai obyek
wisata menarik kala itu.
Saat abrasi pantai menggerus bagian bibir
pantai dan menumbangan pohon nyiur dipantai ini, menjadikan warga tak lagi mau
berkujung ke Sungai Kinjil. “Kini kondisinya berbalik seratus delapan
puluh derajat, warga Ketapang ramai ramai berpiknik di pantai ini yang sekarang
lebih populer dengan nama “Pantai Pecal” , kata Jimi (60) salah seorang
pengunjung pantai mengenang.
Tak hanya “ Pecal”, nelayan lokal saat
mendarat menjual hasil jerih payahnya di kawasan ini. Ikan segar yang murah
meriah menjadi daya tarik juga bagi para pengunjung pantai.
Daerah
tujuan wisata ini, memang lebih terkenal dengan para penjual kuliner “pecal “
yang berada di sepanjang pantai. Warga tuan rumahpun berbondong bondong untuk
mempercantik desa dengan menyediakan
kuliner, termasuk fasilitas pondok rumbia, disertai dengan bangku bangku yang di cet warna warni.
Ini namanya adalah obyek wisata berbasis masyarakat, kata Yudo
Sudarto mantan Kadis Pariwisata Kabupaten Ketapang kepada media ini.
“Community Based Tourism adalah
konsep yang menekankan kepada pemberdayaan komunitas untuk menjadi lebih
memahami nilai-nilai dan aset yang mereka miliki, seperti kebudayaan, adat
istiadat, masakan kuliner, dan gaya hidup”,ujar Yudo.
Sehingga, lanjut Yudo, mereka menjadi tuan
rumah sekaligus pengelola wisatanya. Dalam konteks pembangunan wisata,
komunitas tersebut haruslah secara mandiri melakukan mobilisasi aset dan nilai
tersebut menjadi daya tarik utama bagi pengalaman berwisata wisatawan.
“Melalui konsep Community Based Tourism,
setiap individu dalam komunitas diarahkan untuk menjadi bagian dalam rantai
ekonomi pariwisata, untuk itu para individu diberi keterampilan untuk
mengembangkan small business”,tukas Yudo Sudarto.
Bila anda tertarik, silakan berunjung ke
daerah ini, karena selain kulinernnya, daya tari cultur budaya masyarakat yang
bermata pencaharian nelayan menjadi daya tarik lain untuk berkunjung ke daerah
ini.***(Kurnia/LKBK65).
Gambar: Salah satu sudut “Pantai Pecal’ di Desa Sungai Kinjil,Keamatan Benua
Kayong, Ketapang, Kalimantan Barat.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment