SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » , , , » “Pantai Pecal” Obyek Wisata Yang Terkenal Karena Kulinernya

“Pantai Pecal” Obyek Wisata Yang Terkenal Karena Kulinernya

Written By lkbk on Monday, July 31, 2017 | 2:16 AM

KETAPANG-Pada tahun enam pulahan obyek wisata ini terkenal dengan nama Pantai Sungai Kinjil, karena berada di Desa Sungai Kinjil, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Destinasi wisata ini letaknya hanya kurang lebih 5 km dari kota Ketapang, arah ke selatan.  Dulu, kawasan ini terkenal sebagai daerah yang memiliki pohon nyiur melambai, disepanjang tepian pantai, dan dengan pasir putih yang mengahampar disepanjang pantai, menjadikan tempat ini sebagai obyek wisata menarik kala itu.

Saat abrasi pantai menggerus bagian bibir pantai dan menumbangan pohon nyiur dipantai ini, menjadikan warga tak lagi mau berkujung  ke Sungai Kinjil.  “Kini kondisinya berbalik seratus delapan puluh derajat, warga Ketapang ramai ramai berpiknik di pantai ini yang sekarang lebih populer dengan nama “Pantai Pecal” , kata Jimi (60) salah seorang pengunjung pantai mengenang.

Tak hanya “ Pecal”, nelayan lokal saat mendarat menjual hasil jerih payahnya di kawasan ini. Ikan segar yang murah meriah menjadi daya tarik juga bagi para pengunjung pantai.

 Daerah tujuan wisata ini, memang lebih terkenal dengan para penjual kuliner “pecal “ yang berada di sepanjang pantai. Warga tuan rumahpun berbondong bondong untuk mempercantik  desa dengan menyediakan kuliner, termasuk fasilitas pondok rumbia, disertai  dengan bangku bangku yang di cet warna warni.

Ini namanya adalah  obyek wisata berbasis masyarakat, kata Yudo Sudarto mantan Kadis Pariwisata Kabupaten Ketapang kepada  media ini.  “Community Based Tourism  adalah konsep yang menekankan kepada pemberdayaan komunitas untuk menjadi lebih memahami nilai-nilai dan aset yang mereka miliki, seperti kebudayaan, adat istiadat, masakan kuliner, dan gaya hidup”,ujar Yudo. 

Sehingga, lanjut Yudo, mereka menjadi tuan rumah sekaligus pengelola wisatanya. Dalam konteks pembangunan wisata, komunitas tersebut haruslah secara mandiri melakukan mobilisasi aset dan nilai tersebut menjadi daya tarik utama bagi pengalaman berwisata wisatawan.

“Melalui konsep Community Based Tourism, setiap individu dalam komunitas diarahkan untuk menjadi bagian dalam rantai ekonomi pariwisata, untuk itu para individu diberi keterampilan untuk mengembangkan small business”,tukas Yudo Sudarto.

Bila anda tertarik, silakan berunjung ke daerah ini, karena selain kulinernnya, daya tari cultur budaya masyarakat yang bermata pencaharian nelayan menjadi daya tarik lain untuk berkunjung ke daerah ini.***(Kurnia/LKBK65).

Gambar: Salah satu sudut “Pantai Pecal’ di Desa Sungai Kinjil,Keamatan Benua Kayong, Ketapang, Kalimantan Barat.***(Ist).
_______

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
______
Share this post :

Post a Comment