KETAPANG - Pemerintah
Kabupaten Ketapang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang bersama gerakan
masyarakat Sehat melakukan Launching kegiatan pendidikan gizi dalam pemberian
makanan tambahan lokal bagi ibu hamil dan balita tahun 2018.
Kegiatan yang dihadiri
Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Sri Nurhayati SKM, Kadis Kesehatan H
Rustami SKM,M,Kes Ketua TIM peggerak PKK, Ny Elysabet Betty Martin Rantan,
Camat, kepala desa serta ratusan warga masyarakat ibu dan anak bertempat di
Kantor Kepala Desa Sukabangun, Rabu
(12/12/2018).
Bupati Martin rantan SH M Sos
dalam sambutan yang disampaikan kadis Kesehatan Rustami mengatakan dengan
peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mempersiapkan dan
menyediakan makanan lokal sesuai dengan prinsip gizi seimbang untuk ibu hamil
dan balita dalam membentuk keluarga sehat.
Kegiatan tersebut untuk
mencapai tujuan terwujudnya keluarga sehat di Kabupaten Ketapang. Kegiatan
pendidikan gizi dalam pemberian makanan tambahan lokal bagi ibu hamil dan
balita tahun 2018.
Bupati atas nama pemerintah
Kabupaten Ketapang, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah
melalui kementerian kesehatan atas terealisasinya kerja sama dengan 16 ketua tim penggerak PKK kabupaten
seluruh indonesia yang salah satunya adalah dengan tim penggerak PKK kabupaten
Ketapang.
Selain itu kegiatan pendidikan
gizi dalam pemberian makanan tambahan lokal bagi ibu hamil dan balita tersebut
bertujuan menstimulasi perubahan perilaku masyarakat guna mampu menyediakan
makanan lokal yang bergizi bagi ibu hamil dan balita.
Sedangkan sasarannya disebutkan
Rusatmi adalah balita yang berusia 6-59 bulan dan ibu hamil di 10 desa stunting
dari 7 kecamatan di Kabupaten Ketapang yaitu pemberian makanan tambahan
balita usia 6-59 bulan sebanyak 1.855 anak dan ibu hamil sebanyak 301 orang.
Kemudian pemberian makanan
berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dan balita merupakan salah satu strategi
yang baik untuk peningkatan asupan dan juga merupakan salah satu media edukasi
kepada masyarakat untuk mengetahui menu yang baik untuk dikonsumsi, agar tidak
mengalami defisit asupan energi dan protein.
“Kita tahu bahwa status gizi
yang baik bagi balita dan ibu hamil merupakan salah satu faktor penentu
keberhasilan pembangunan kesehatan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan
dari pembangunan nasional secara keseluruhan “ kata Kadis Kesehatan Rustami.
Dia menambahkan bahwa ibu hamil
yang kekurangan gizi atau dengan kondisi kurang energi kronis (KEK) juga akan
berdampak pada pertumbuhan dan kesehatan janin dalam kandungan dan bayi yang
akan dilahirkannya.
Kegiatan yang dimulai pada hari
ini tanggal 12, 19 dan 21 Desember tahun 2018 akan berlangsung selama 8 kali
bagi ibu hamil dan 10 kali bagi balita dalam bulan ini.
Pelaksanakaan pemberian makanan
tambahan pendidikan gizi dalam pemberian makanan tambahan lokal bagi ibu hamil
dan balita merupakan upaya yang di lakukan membawa keberhasilan pembangunan,
melalui pemberian makanan berbasis pangan lokal ini diharapkan akan mampu
mencegah bayi berat lahir rendah (BBLR) dan balita pendek (stunting).***(PK/LKBK65).
Gambar : Dokumen Humas Sekda Ketapang untuk LKBK65
Editor : Fahrozi
_____________________
“MENGUTIP
SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS
DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”




Post a Comment