KETAPANG – Peringatan
Hari Santri yang ke IV tahun 2018, di Kabupaten Ketapang berlangsung dengan
Apel Akbar di halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (22/10/2018), dengan Inspektur
upacara Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono SH MH.
Apel akbar peringatan Hari Santri
ke IV tahun 2018 tersebut, dihadiri Bupati Ketapang Martin Rantan, SH M,Sos, Wakil
Ketua DPRD Ketapang Junaidi SP, Kapolres Ketapang AKBP Yuri Nur Hidayat,
Forkopimda, ratusan santri, para pelajar dan ormas.
Sebelumnya telah dilaksanakan
kegiatan memeriahkan Hari Santri ke IV tahun 2018, berupa lomba Musabaqah
Qiraatul Qutub (MQK), pidato hari santri, Syarhil Quran, Muroqi, Marawis, Mars
Hari Santri, Syair Gulung, Memanah, Pencak Silat dan Volly Ball.
Kapolda Irjen Pol Didi Haryono
SH MH dalam sambutannya mengatakan, bersyukur situasi di Kalimantan Barat termasuk
Ketapang ini masih kondusif.
“Semua itu berkat kerja keras
kita dalam menjaga kondusifitas situasi setiap saat sehingga semua agenda nasinoal,
provinsi dan kabupaten dapat kita laksanakan dengan lancar dan sukses”,kata
Kapolda.
Menurut Kapolda situasi global
yang sangat deras mempengaruhi situasi di Kalimantan Barat merupakan tantangan
dinamika globalisasi, dinamika ilmu pengetahuan tidak bisa dihindari.
“Tentunya pengaruh globalisasi
tersebut harus bisa kita sikapi dengan bijak, secara ilmu pengetahuan, secara
agama sehingga hal hal yang dapat menggangu situasi dapat kita eliminir,
dapat kita tekan hingga menjadikan daerah kita selalu kondusif “,harap Kapolda.
Kapolda mengatakan, bahwa
pengaruh kondisi kamtibmas adalah kunci dari pelaksanaan pembangunan nasional,
kamtibmas berjalan pararel dengan pembangunan, maka pelaksanaan pembangunan itu
akan sesuai apa yang hendak kita rencanakan dan kita harapkan.
Kapolda mengakui, bahwa untuk
membangun kondusifitas kamtibmas, menurutnya Polri tidak bisa bekerja sendiri,
namun harus didukung oleh seluruh stackholdres, baik isntansi Pemerintah
daerah, intansi terkait dan seluruh komponen masyarakat, termasuk didalamnya
Pondok Pondok Pesantren.
“Para santri yang berkumpul
disini termasuk penerus bangsa yang menjadikan instrumen relegi sebagai dasar
dan pola pikir yang akan diterapkan dan sudah diterapkan dalam kehidupan sehari
hari “,imbau Kapolda.
Para santriwan dan santriwati
ini dikatakan Kapolda memiliki peranan penting dalam membangun jiwa generasi
muda yang cerdas dan berakhlak mulia, karena Islam adalah agama yang rahmatan
lil alamin, “Maka santri adalah sebagai
contoh dimasyarakat, nantinya para santri ini diharapkan bisa menjadi pelopor membangun
karakter masyarakat “, kata Kapolda.
Masyarakat yang madani peran
santri perlu diwadahi dan ditingkatkan untuk mengembangkan kemampuannya dalam
menopang karakter bangsa khususnya di Ketapang. “Kemampuan mereka menyesuaikan
diri menghadapi tantangan globalisasi juga harus mensinkronisasikan, kewajiban
agama dan tuntunan modernitas agama diharapkan mampu untuk mengendalikan dan
mengarahkan, menuntun sehingga membawa manfaat bagi perubahan perubahan yang
beradab “,kata Kapolda.***(PK/LKBK65).
Gambar : Dokumen Humas Sekda Ketapang untuk
kabar65news
Editor
: Fahrozi
_______________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL
INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”





Post a Comment