KETAPANG – Agenda
diawal tahun 2018 kali ini Mapala BMRB (Berayo
Mengelitar Rimbak Borneo) Politeknik Ketapang, Kalimantan
Barat,
melakukan kegiatan dari tanggal 4 – 7 Januari 2018 dengan tema
“Sosialiasi,Penghijauan, Ekspedisi Bukit Belaban”.
Mapala
BMRM (Berayo Mengelitar Rimbak Borneo) melakukan penanaman pohon di Desa
Belaban Tujuh bersama penduduk Desa Belaban Tujuh Kecamatan Tumbang Titi yang
mana penduduk desa sangat antusias dengan kegiatan penghijauan tersebut.
“Kami
sangat bangga dengan kunjungan para mahasiswa di desa
kami ini, kurang lebih 20 tahun desa ini berdiri baru kali ini lah desa kami
dikunjungi mahasiswa dengan tujuan penghijauan dan sosialisasi yang sangat
berguna sekali bagi desa kami ini”, kata
Awaldi, Kades Belaban Tujuh dalam sambutannya pada
upacara penyerahan bibit pohon kepada Kades secara simbolis dari pihak Mapala
BMRB yang diwakili oleh WaDir 3 (Wakil Direktur Bidang Ke-Mahasiswaan)
Politeknik Negeri Ketapang Martanto ST.,MT. dan juga penyematan slayer
kehormatan Mapala, Senin (8/01/2018).
Selanjutnya pada malam harinya Mapala BMRB menggelar
sosialisasi tentang pentingnya menjaga alam untuk senantiasa tetap
hijau dan menjaga hutan yang sebagai paru-paru dunia, bersama masyarakat serta
Karang Taruna Desa Belaban Tujuh.
“Setelah kita tanam pohon ini, kita juga akan
melakukan pemantaun selama tiga bulan sekali, untuk kita pastikan apakah pohon
ini tetap hidup atau tidak,”kata Yogi Firnanda alias Anis, selaku ketua
pelaksana kegiatan ini.
Menurut Yogi, jenis pohon yang mereka tanam
diantaranya trembesi, pohon besar (local) serta
sejumlah pohon berbuah lainnya. Bibit bibit itu didapat dari Yayasan Gunung Palung dan KPH
(Kesatuan Pengelolaan Hutan) Kabupaten Ketapang.
“Selama
ini banyak masyarakat awam yang tidak paham akan pentingnya menjaga lingkungan,
disana kita akan coba memberikan pemahaman pada mereka terkait dengan
pentingnya tumbuhan bagi kehidupan dan lingkungan” tambah Yogi dengan senyum
manis.
Sementara itu pada bagian
lain, Awaldi yang merupakan Kepala Desa Belaban Tujuh berharap, agar desa yang dia pimpin menjadi Desa Binaan MAPALA BMRB
Politeknik Ketapang.
“Jangan cuma berakhir disini saja hubungan antara
Mapala dan desa, semoga berlanjut kejenjang lebih luas seperti perkembangan
teknologi dan kemajuan zaman”, tambahnya.***(Halim Anwar/LKBK65).
Gambar : Documen Mapala BMRB
untuk LKBK65
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
______


Post a Comment