KETAPANG – Kementerian
Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah
membuat strategi dalam rangka antisipasi terjadinya keadaan "Rawan
Pangan" dimasa yang akan datang.
Atas dasar
strategi itu, maka muncullah Proyek BanPem (Bantuan Pemerintah), dan khusus
untuk Kalimantan Barat namanya Budidaya Padi Teknologi Hazton.
“Proyek ini
salah satunya ada di Desa Sei Jawi, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang,
para Gapoktan itu mendapat Bantuan Pemerintah senilai Rp.1,1 Milyar untuk 2 (dua)
Gapoktan”, terang Sekjend LSM Gasak Ketapang, Drs.Hikmat Siregar, kepada media
ini, Selasa (17/10/2017) siang.
Dijelaskan
Hikmat Siregar, bahwa dua Gapoktan yang menerima Bantuan Pemerintah itu adalah,
Gapoktan Sejahtera sebesar Rp.500 juta, dan Gapoktan Bersama sebesar Rp.600
juta.
“Menurut hasil
investigasi kita, diduga banyak kejanggalan terhadap pelaksanaan proyek itu,
dan bahkan mengarah ke dugaan "persekongkolan antara owner dengan pihak
penyedia barang dalam bentuk monopoli"”, ungkap Hikmat Siregar.
Salah satu
indikasi dugaan persekongkolan itu, kata Hikmat, bahwa hingga saat ini tidak
ada JUKLAK (Petunjuk Pelaksana) dan JUKNIS (Petunjuk Tekhnis) dari dalam
penyaluran BanPem kegiatan itu, dan Hikmat juga menduga telah terjadi pelanggaran
terhadap UU No.5 Thn 1999 Tentang Monopoli.
“Padahal barangnya
dari berbagai jenis sudah dikirimkan ke Gapoktan sekitar 70%. Sementara
Anggaran Rp.1,1 Milyar sudah parkir di Rekening masing-masing Gapoktan yang
nantinya langsung ditransfer ke Distributornya atau Penyedia”,ujar Hikmat
Siregar.
Atas dugaan
persekongkolan tersebut, LSM Gasak
dengan tegas meminta Tim Densus Tipikor Polri yang baru dibentuk memberikan
perhatian khusus, agar proyek tersebut bermanfaat untuk masyarakat petani.
“Sekaligus juga
Gasak meminta kepada dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan
Kabupaten Ketapang, untuk mengawasi dari hulu ke hilir, dan kalau pejabatnya
tidak sanggup mengurus satu item ini aja, kami sarankan agar yang bersangkutan
mundur aja, mungkin masih ada pejabat lain yang sanggup dan mumpuni”, tukas
Hikmat Siregar.***(Halim
Anwar/LKBK65).
Gambar : (1). Bibit padi yang sudah diterima
oleh salah satu Gapoktan di Desa Sei Jawi Ketapang. (2). Sekjend LSM Gasak, Drs.Hikmat
Siregar.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
_______

Post a Comment