MULIAKERTA-Para petani di
Dusun Teratai,Kelurahan Muliakarta, Kecamatan Benua
Kayung,Kabupaten Ketapang,Kalbar agak ragu untuk menanam padi tahun ini.
Beberapa fakta di lapangan menunjukan hasilnya kurang
memuaskan, diantaranya terkena serangan hama walang sangit (Leptocorisa
acuta) atau petani biasa menyebutnya pempangau.
Juga
hama burung
pipit (Lonchura punctulata) yang sering memakan gabah muda. Selain itu musim hujan yang terlalu banyak (lanina)
pada tahun ini menyebabkan bulir padi gagal mengisi pati, sehingga padi banyak
yang hampa.
Ny.Tirwan
(58) asal Dusun Pematang Teratai mengaku agak hati hati untuk tanam tahun
depan,karena tanaman padi yang mereka tanam seluas 20 ukur (0,6 ha) hanya dapat
beberapa kilo saja, karena banyak pempangau.
Dijelaskan
oleh Ny.Tirwan,tanaman padi di dusun tetangga yaitu Dusun Pematang Sepadu juga
gagal panen, karena penyebab yang sama, “padahal untuk menanam padi kita sudah
mengeluarkan modal yang tak sedikit”,akunya.
Fakta
lain yang mungkin menjadi penyebabnya adalah para petani lebih asyik menanam
sayur yang hasilnya lebih menjanjikan, sementara umurnya juga lebih pendek. Sehingga
komoditas padi menjadi nomor dua, akibatnya produsi gabah juga tidak memuaskan.***(Yudo Sudarto/LKBK65).
Gambar: Salah satu perkebunan
sayur.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment