KETAPANG-Balai arkeologi Banjarmasin, Kalimantan Selatan,
kembali gelar Rumah Peradaban bertajuk Gawai Arkeologi, yang di laksanakan di kawasan Keraton Matan Tanjungpura,
Ketapang, Kalimantan Barat, Senin (07/08/2017) kemarin.
Pembukaan
telah dilakukan dengan meletupkan Meriam Padam Pelite oleh Bupati Ketapang yang
di wakili Sekretaris Daerah Ketapang, Drs.H.M.Mansyur,M.Si.
Beberapa
pejabat hadir, diantaranya Kepala Balai
Arkeologi Pusat Jakarta, Kepala Balai Arkeologi Banjarmasin Bambang Wiku
Atmodjo, Balar Palembang, Balar Bali, Kepala
Bapeda Ketapang, sejumlah tokoh masyarakat dan juga tuan rumah, Pengeran
Kertanegara, Ir Gusti Kamboja, M.Hum.
Kepala
Balai Arkeologi Banjarmasin, Bambang Wiku Atmodjo dalam penjelasannya
mengatakan, bahwa perhelatan di Ketapang ini sudah dilakukan untuk yang kedua
kalinya, saat ini Gawai Arkeologi pelaksanaannya dipusatkan Komplek Keraton
Matan Tanjungpura.
Gawai
ini menampilkan beragam materi, seperti
membatik, jelajah situs, diskusi dan jamuan agung. Juga sejumlah kegiatan budaya
seperti "melangi," jelajah budaya diselenggarakan Balai Arkeologi
Kalimantan Selatan dengan melibatkan warga setempat untuk mentransformasi nilai
sejarah dan budaya.***(Yudo Sudarto/LKBK65).
Gambar: Meriam Padam Pelite ketika diletupkan.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______




Post a Comment