KETAPANG – Guna menjaga Kabupaten Ketapang,Kalimantan Barat,agar
selalu dalam keadaan kondusif, Forum Pemuda Melayu (FPM) Ketapang dan
Persatuan Pemuda Dayak (PPD) sepakat bersama-sama menciptakan rasa aman dan
damai.
Itikat itu disampaikan
oleh Abdul Razak Ketua FPM dan Romanus Romawi,SE Ketua PPD,saat jumpa Pers di
Ketapang,Senin,(3/4/2017) sore.
Dalam
kesempatan itu disampaikan oleh Abdul Razak,bahwa dirinya selaku Ketua FPM bertekat
untuk mengajak seluruh Pemuda Melayu dan stekholder yang ada agar selalu
membawa Kabupaten Ketapang ini dalam keadaan lebih aman.
Demikian
juga hal yang sama ditambahkan oleh Romanus Romawi,Ketua PPD,menuturkan bahwa,
untuk saat ini kita tidak bicara suku dan agama, tetapi mengaku sebagai orang
Ketapang.
"Jadi
menurut saya, kita saat ini telah menjalin kerja sama untuk menjadi satu
kekuatan agar dapat memback up kepemerintahan saat ini supaya bisa berjalan
dengan baik sesuai dengan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Ketapang yang
saat ini menjabat",ucap Romanus.
Selanjutnya
ia juga tidak lupa menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemuda Melayu yang
telah ikut serta mensukseskan Gawai Adat Dayak di Tugu Perdamaian yang dalam
bahasa adatnya diartikan dalam rangka pembersihan kampung laman supaya
terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan tujuan untuk menjaga
Ketapang ini tetap Kondusif.
Ditambahkan Abdul
Razak,dengan pelaksanaan moment ditugu perdamaian tadinya merupakan awal dari
pihak FPM untuk berkelanjutan bekerjasama untuk bersatu dengan pihak PPD maupun
stekholder yang ada dalam mengsukseskan apa yang telah dicanangkan oleh
pemerintahan Kabupaten Ketapang saat ini untuk menciptakan rasa aman di Kabupaten
Ketapang.
"Jadi
apa yang telah dicanangkan oleh pemerintahan sekarang tolong diback up. Tidak
mungkin seorang pemimpin itu mengarah kehal-hal yang tidak baik.Hanya saja
mungkin ada segelintir orang atau sekelompok yang notabe tidak
menginginkan Ketapang ini tidak kondusif",tegasnya.
Selanjutnya,ia
sebagai Pemuda Melayu berpesan agar dalam penggunaan media sosial (medsos) agar
selalu berhati-hati.
"Kita
berharap dalam penggunaan medsos itu jangan ada hal-hal yang mengarah negatif hingga berakibat menimbulkan
perpecahan",pintanya.
Sementara
itu dikatakan,Romanus dalam menangkal hal-hal yang tidak diinginkan dalam menciptakan
Ketapang tetap kondusif, dirinya mengingatkan jangan mudah terpancing oleh isu
isu.
"Jadi
kami dalam Pemuda Dayak juga selalu melakukan sharing pendapat setiap minggu,
dan selalu saya sampaikan keteman teman di Pemuda Dayak agar selalu menjalin
silaturahmi terhadap siapapun, seperti Pemuda Anshor, Pemuda Melayu dan pemuda
suku-suku lainnya, kita harus rangkul",tutur Romanus.
Lebih
lanjut,ditambahkannya,maka dari itu saat pelaksanaan Raker di Pendopo Bupati di
bulan Maret lalu, pihaknya mengundang semua tokoh-tokoh etnis yang ada di Kabupaten
Ketapang untuk datang menghadiri acara tersebut.
Terhadap
penggunaan Medsos,Remanus menghimbau kepada Pemuda Dayak agar jangan sembarangan
membuat status diakun medsos itu.
"Saya
sering mengingatkan di Group Medsos kami, agar jangan sembarangan membuat
status, karena status ini akan mudah memancing emosi orang dan menanggapi status
orang untuk memancing,walaupun kejadian tidak seperti sebenarnya.Makanya silakan
dicek saja belum ada dari Persatuan Pemuda Dayak membuat status diakun
Medsosnya bersifat prontal atau radikal",tandasnya.***(Agus Hariyansyah/LKBK65).
Gambar : Kanan,Abdul Razak Ketua FPM Ketapang bersama
Romanus Romawi,SE Ketua PPD Ketapang.***(Foto:
LKBK65).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment