KUALA LUMPUR-Perdana
Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan penyelidikan kini memasuki fase baru
setelah sejumlah data baru dikonfirmasi. Data ini menunjukkan penerbangan MH370
memang memutar balik di dekat perbatasan dengan Vietnam, lalu mematikan
transponder dan melanjutkan terbang ke arah barat laut. “Pergerakan ini
konsisten dengan aksi kesengajaan dari seseorang di dalam pesawat itu,” kata
Najib kepada pers, Sabtu 15 Maret siang.
Sejumlah data baru ini konsisten dengan petunjuk yang ditangkap angkatan
udara Kerajaan Malaysia sebelumnya. Radar Malaysia sempat menangkap sebuah
pesawat yang tak diketahui identitasnya berputar balik. “Hari ini…kami bisa
mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut memang benar adalah MH370,” Najib
menegaskan.
Beberapa poin dari Najib:
- Berdasar data baru dari komunikasi satelit,
dengan derajat kepastian yang tinggi penyelidik menyatakan sistem
komunikasi dan pelaporan pesawat (ACARS--aircraft communications,
addressing and reporting system) dimatikan sebelum pesawat mencapai
area tanjung timur Semenanjung Malaysia.
- Tak lama, dekat perbatasan wilayah pengendali
lalu lintas udara Malaysia-Vietnam, giliran transponder pesawat yang
dimatikan. Pesawat lalu berputar balik di atas Semenanjung Malaysia, lalu
berganti arah ke Selat Malaka hingga kemudian lenyap dari pantauan radar
militer Malaysia.
- Komunikasi sistem pesawat terakhir adalah pukul
8.11 pagi waktu Malaysia, Sabtu 8 Maret. Namun dari data baru yang ada
tidak bisa memastikan posisi pesawat saat ini.
- Pergerakan pesawat konsisten dengan “aksi
disengaja” seseorang dalam pesawat. Namun soal kabar bahwa ada kesimpulan pesawat
dibajak, Najib menegaskan bahwa pihaknya masih menyelidiki segala
kemungkinan yang menyebabkan MH370 melenceng dari rute seharusnya.
- Ada dua kemungkinan ke mana pesawat mengarah: 1)
Koridor Utara, yaitu ke perbatasan Kazakhstan, Turkmenistan hingga ke
Thailand utara. 2) Koridor Selatan, yaitu dari Indonesia ke Samudera India
bagian selatan
- Malaysia, berdasar data baru ini, mengubah arah penyelidikan
ke kedua area tersebut. Pencarian di Laut Cina Selatan pun dihentikan.
Kantor berita AP mewartakan pada Sabtu
(15/3) kemarin, mengutip secara anonim pejabat Malaysia, penyelidik
menyimpulkan penerbangan Malaysia Airlines MH370 dibajak oleh satu atau
beberapa orang yang berpengalaman. Mereka mematikan sistem komunikasi dan
menyetir pesawat keluar dari rutenya.
Motif dan tujuannya, menurut sumber itu, belum diketahui. Ia menegaskan,
pembajakan bukanlah lagi teori. “Itu kesimpulannya,” ujar dia. Sebelum ini,
pejabat AS mengatakan pada AP bahwa penyelidikan mengarah ke “intervensi
manusia” dalam hilangnya pesawat, menambahkan bahwa ada kemungkinan pesawat
dibajak.***(Yahoo!News)
Editor :
LKBKalimantan
Gambar : Ilustrasi.***(doc.Ist)

Post a Comment