SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » , , » Para Petani di Ketapang Butuh Penyuluh Pertanian

Para Petani di Ketapang Butuh Penyuluh Pertanian

Written By lkbk on Wednesday, November 21, 2018 | 12:19 AM

KETAPANG  Selain infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, bidang pertanian dan perkebunan menjadi sorotan DPRD Ketapang dalam mendorong terwujudkannya Ketapang yang maju menuju masyarakat yang sejahtera. Masukan dan saran DPRD Ketapang kepada Pemkab Ketapang untuk menjadi perhatian serius tersebut disampaikan dalam pendapat Akhir Fraksi pada Paripurna DPRD Ketapang, Senin (19/1/20181) pagi kemarin.

“Perkebunan dan pertanian merupakan salah satu sektor penting untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat agar menjadi  perhatian pemerintah sehingga sangat diharapkan tenaga pendamping  atau penyuluh pertanian kembali ada di setiap kecamatan ,” tegas Fransiskus Ado dari Fraksi PDIP Ketapang.

Ia menekankan keberadaan penyuluh pertanian diharapkan mampu mendorong dan memberikan pendampingan kepada para petani yang ada di seluruh desa di Ketapang. Selain itu melalui penyuluh pertanian dapat mendampingi petani dalam memperhatikan sarana pertanian yang mendukung. Demikian juga penyuluh dapat memberikan saran kepada petani terkait dengan bibit yang baik.

Keberadaan penyuluh pertanian di Kecamatan, diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi petani yang baik. Bukan lagi yang seperti selama ini mengolah lahan dengan cara tradisional. Masyarakat desa yang sebagian besar adalah bertani diharapkan dapat maju.

Tentunya keberadaan penyuluh pertanian tersebut sesuai dengan dasar kompentensi dan kualifikasi dibidang pertanian perkebunan dan peternakan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya.
“Pada bidang pemerintahan agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap dana desa agar pembangunan tepat sasaran,” sarannya.

Sedangkan Fraksi Demokrat menyarankan perhatian khusus terhadap petani dan peternak agar tidak bertani dan beternak dengan cara cara tradisional terus menerus. Mereka perlu bantuan pendampingan dan bimbingan, tekniologi, sarana dan prasarana.

Perhatian terhadap sektor pertanian juga disoroti oleh Sukirman Lodom dari Fraksi Hanura Nasdem. Ia menyebutkan dalam 9 tahun terakhir harga karet terus mengalami penurunan. Pernah harga karet Rp 19 ribu/kg, namun hari ini harga tingkat petani hanya Rp 4 ribu/kg.

Demikian juga dengan terjun bebasnya harga sawit. Semua harga ditingkat petani semula Rp. 1.100-Rp 1.200, saat ini  tinggal  Rp 500/kg. Harga tersebut, masih ada pabrik kelapa sawit yang enggan beli sawit petani. “ Fraksi Hanura Nasdem mengajak semua stakeholder untuk duduk bersama mencari solusui atau terobosan untuk meringankan beban petani karet dan sawit,” tegasnya.

Ia menyebutkan, hal tersebut akan berpengaruh pada ekonomi makro dan mikro di Kabupaten Ketapang. Dengan duduk satu meja, semua stakeholder mencari terobosan. Berembuk satu meja bukan berarti memutuskan agar Pemda membeli sawit atau karet petani. Tetapi, mencari solusi  langkah apa yang perlu digarap petani sehingga bisa mendapatkan tambahan pendapatan disituasi ekonomi yang sedang terpuruk saat ini. Tentunya solusi diharapkan bisa bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.***(PK/LKBK65).

Gambar   : Dokumen Humas Sekda Ketapang untuk LKBK65
Editor       : Fahrozi
______________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


Share this post :

Post a Comment