KETAPANG – Dalam pembukaan
Undang Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan,
bahwa salah satu tujuan negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan
bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan
yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang
status sosial, ras, etnis, agama dan gender.
Hal
itu disampaikan Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH, M.Sos, ketika membuka Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Guru Tingkat Provinsi Kalimantan
Barat Tahun 2018 yang dipusatkan di Ketpang, bersamaan dengan peringatan HUT
ke-73 PGRI dan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang berlangsung dari
tanggal 16 sampai dengan 19 Nopember 2018, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Drs.
H. Suprapto S, Forkopimda, Sekda, para Asisten, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan
Provinsi Kalbar serta para Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se Kalbar,
juga hadir para Ketua PGRI se Kalbar dan undangan lainnya, di halaman Kantor
Bupati Ketapang, Sabtu, (17/11/2018) pagi.
Disampaikan
Bupati Martin lebih lanjut, bahwa sejalan dengan itu undang undang sistem
pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 kembali mengamanatkan agar pendidikan
dilaksanakan secara baik dan benar dengan mengacu kepada delapan standar
nasional pendidikan.
“Salah
satu komponen yang memegang peranan penting dalam penyelenggaraan pendidikan
adalah guru. Guru memegang peranan penting dalam pelaksanaan kegiatan
pembelajaran di sekolah. Maju mundurnya pendidikan bergantung pada keterampilan
guru dalam mengemas kegiatan pembelajaran.Untuk itu diperlukan guru yang sehat,
cerdas, kreatif, terampil dan memiliki jiwa seni”, ucap Martin Rantan.
Keberlangsungan
pembangunan juga, kata Martin Rantan, sangat ditentukan oleh keberlangsungan
pendidikan, dan itu ditentukan oleh bagaimana guru dan pengelola pendidikan
bisa menjalankan tugas dengan sebaik baiknya.
“Selanjutnya
sebagai guru dalam mendidik siswa di sekolah harus menerapkan asas disiplin dan
menjadi pendidik yang mempunyai prilaku baik, sehingga dapat dicontoh oleh para
peserta didik kita masing masing, karena sesungguhnya guru adalah panutan bagi
siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah”, papar Bupati Martin
Rantan.
Selaku
Bupati Ketapang, Martin Rantan mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Pemerintah
Provinsi Kalbar melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar atas kepercayaan yang
diberikan kepada Kabupaten Ketapang sebagai tuan rumah Porseni Guru Tahun 2018.
“Semoga
melalui kegiatan ini mampu meningkatkan semangat para guru dan tenaga pendidik
dan menggugah pihak lain untuk berperan maksimal dalam memuliakan guru,
menjadikan guru sebagai profesi yang kuat dan bermartabat, dan meningkatkan
mutu pendidikan khususnya di Kalimantan Barat dalam sistem pendidikan berkualitas”,
harap Martin Rantan.
Kepada
seluruh peserta Martin Rantan berpesan, jadikan Porseni menjadi ajang
persahabatan, menjalin kekompakan, “karena guru adalah perekat bangsa dalam
membangun generasi emas dimasa mendatang”, kata Bupati.
Selanjutnya
diharapkan Bupati, bahwa kegiatan ini jangan hanya diartikan sebagai lomba
untuk mencari pemenang saja, namun jadikan kegiatan ini sebagai wahana bertukar
informasi dan pengalaman tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran di daerah
masing masing.
“Sehingga
setelah ini ada hal baru, ada terobosan baru, ada inovasi terbaru guna
meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kita, untuk itu bangun net work
sehinga 14 Kabupaten Kota di Kalimantan Barat maju bersama. Selanjutnya
Bapak/Ibu harus memastikan, bahwa Bapak/Ibu memiliki andil dalam kemajuan tersebut”,
ujar Bupati Martin Rantan.
Dikatakan
Martin Rantan, bahwa guru butuh refresing, karenanya dia melihat kegiatan ini
bagian dari refresing dan silaturahim, “semoga para guru menjadi sehat, segar
dan bugar demi Kalimantan Barat yang sehat dan sejahtera”, tuturnya.***(PK/LKBK65).
Gambar :
Dokumen Humas Sekda Ketapang untuk LKBK65
Penulis : Adjie Saputra
Editor : Fahrozi
_______________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI
REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”






Post a Comment