Guru Harus Bantu Pemda Sebarluaskan Visi Misi Bupati dan Wakil
Bupati ke Masyarakat
KETAPANG – Sebanyak 464 Guru Garis Depan
(GGD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerima Keputusan Bupati
tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil menjadi Pegawai Negeri sipil,
sekaligus pengambilan sumpah dan janji Pengawai Negeri Sipil. Penyerahan SK PNS
dan Pengambilan sumpah/janji PNS disampaikan Bupati Ketapang, Martin Rantan SH,
M.Sos di halaman Kantor Bupati Ketapang, Selasa (13/11) pagi dan dihadiri Sekda
Ketapang, H.Farhan SE, M.Si, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM
Kabupaten Ketapang, kepala OPD di Lingkungan Pemkab Ketapang.
“Mudah-mudahan
para Guru Garis Depan betah bertempat tugas ditempat yang ditetapkan oleh
negara,” tegas Bupati Ketapang, Martin Rantan SH, M.Sos.
Bupati
Ketapang menegaskan setelah melewati masa percobaan sebagai Calon Pegawai
Negeri Sipil melalui proses pendidikan dan pelatihan, dan kemudian diangkat
menjadi Pegawai Negeri Sipil secara penuh (100 persen). Maka setiap
pegawai Negeri Sipil yang diangkat wajib mengucapkan sumpah dan janji. Tujuan dari
pengambilan sumpah/janji PNS ini adalah agar para aparatur negara ini mempunyai
kesetiaan dan ketaatan terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah
serta bermental baik, bersih, jujur, berdayaguna dan penuh tanggungjawab
terhadap tugasnya serta mendukung usaha pemerintah guna terciptanya
pemerintahan yang baik (Good Governance).
“Jadi
sebagai Guru Garis Depan harus mampu mewuujudkan Good Governance, salah satunya
dengan membantu membantu pemerintah, membantu negara melakukan tugas
mengajar yang baik,” ucap Bupati Ketapang.
Selain
itu, para guru garis depan harus mampu bersosialisasi dengan masyarakat
setempat. Dengan bersosialisasi kepada masyarakat, khususnya diluar jam kerja,
maka para guru diharapkan dapat membantu menyebarluaskan visi dan misi Bupati
dan Wakil Ketapang. Salah satu misi Bupati Ketapang sesuai RPJMD yaitu visi
keempat, meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Dilanjutkan
Bupati Ketapang, pengucapan sumpah / janji dilakukan dengan kesadaran sendiri
tanpa paksaan. Mereka semua yang hadir menjadi saksi sumpah/janji
yang telah diucapkan pada hakekatnya merupakan kesanggupan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai aparatur pemerintah.
Hendaknya para PNS benar-benar
menghayati isi sumpah/janji dalam setiap tugas. Dengan menghayati sumpah/janji,
ASN akan sadar dan harus mampu menunjukkan komitmen dan tanggungjawab moral
terhadap konsekuensi dari pengangkatan saudara menjadi PNS,. Sekaligus menjadi
rambu-rambu terhadap tindakan sebagai aparat Pemerintah dalam melaksanakan
tugas dan fungsinya.
Bupati
Ketapang kembali mengingatkan bahwa diluar sana banyak sekali masyarakat yang
bercita-cita berada di posisi PNS. Karena itu, ia menilai GGD yang diangkat
menjadi PNS cukup beruntung bisa mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
Bertugas sebagai GGD, maka dapat untuk mencerdaskan anak bangsa. “Tidak semua
bisa memiliki kesemepatan seperti ini,” ucapnya.
Oleh
karena itu, Bupati mengajak untuk mewujudkan rasa syukur terhadap amanah yang
diemban. Wujud syukur dilakukan dengan bentuk semangat dan kinerja dalam
melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan, agar kualitas kinerja
semakin meningkat.
Lebih
lanjut Bupati Ketapang menyebutkan, dalam penyerahan SK PNS, salah satunya
adalah Guru SDN 10 Kekura. Kondisi jalan Tumbang Titi-Tanjung dipertanyakan
Bupati Kketapang kepada PNS menjadi tanjungjawab dan wewenang pihak mana?
Setelah pertanyaan Bupati terjawab, kemudian diterangkan bahwa Jalan Tumbang
Titi-Tanjung merupakan tanggungjawab Pemerintah Propinsi Kalbar. Karena
itu sebagai aparat pemerintah harus dijelaskan bahwa ruas jalan Tumbang
Titi-Tanjung bukan tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Ketapang. Sementara, saat ini kondisi
anggaran pemerintah Propinsi juga terbatas.
Perbaikan ruas jalan tersebut, mesti
dijelaskan ke masyarakat untuk bersabar. Mengatasi kondisi kerusakan jalan
propinsi tersebut, pemerintah Kabupaten Ketapang juga membantu berkoordinasi
dengan memberdayakan peranan perusahaan melalui tanggungjawab social perusahaan
(CSR). Melalui program CSR tersebut diharapkan dapat mengatasi kondisi
dilapangan.
“Jadi
tidak salah para guru menjelaskan ke masyarakat, karena guru di kampong
dianggap tokoh masyarakat, saudara yang masih muda tidak salah menjadi tokoh
masyarakat, suara guru di masyarakat sangat didengar masayarakat,” ujar Bupati
Ketapang.
Karena
itu, Bupati Ketapang meminta para guru maupun PNS jangan mengajar kepada anak
didik maupun masyarakat utnuk tidak cinta kepada NKRI. Begitu juga, sebagai PNS
jangan melakukan tindakan tercela dan menyimpang dari koridor hukum yang
berlaku. Jika ada guru atau PNS yang menyimpang dari koridor hokum, Pemkab
Ketapang tidak segan-segan memberikan sanksi, bahkan sampai pemecatan.
Sejalan
dengan tuntutan public akan kinerja aparatur pemerintah yang lebih profesional,
ditegaskan Bupati Ketapang tentu menjadi tantangan tersendiri bagi setiap
aparatur PNS untuk meningkatkan kualitas dan kapasitasnya. Hal ini juga sebagai
bentuk upaya pemerintah daerah dalam menggeser paradigma masyarakat terhadap
birokrasi dan layanan public pemerintah yang selama ini dirasa kurang.
Maka, Bupati Ketapang berpesan
kepada guru GGD maupun PNS untuk ikut membangun dan menjaga citra positip PNS
dengan bekerja sebaik-baiknya. Selain itu harus mampu menunjukkan figur PNS
yang berkualitas dan professional.
Lebih
lanjut disebutkan, para guru maupun PNS adalah calon pemimpin atau pejabat di
masa yang akan datang. Untuk itu, kredebilitas yang ditunjukkan selama bekerja
tentu memperluas peluang untuk meningkatkan karir ke jenjang selanjutnya,
menjadi pejabat atau pemimpin OPD dengan kompetensi dan profesionalisme yang
baik.
Karena itu sebagai GGD, BUpati
menyebutkan jangan hanya bercita-cita hanya jadi guru. Sudah terbukti,
banyak guru yang akhirnya memimpin OPD, seperti Camat Marau maupun Kepala
Dinas Pendidikan Ketapang.
“Saya dulu guru hanya jadi guru
honor 6 bulan saja, tapi saya dulu garang. Tapi guru sekarang tidak boleh
mendidik dengan memukul, tetapi mendidik dengan kasih sayang makanya guru
disebut pahlawan tanpa jasa,” ucap Bupati seraya berharap para guru terus
menjaga kesehatan dan menularkan semangat didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa
yang kuat kepada para siswa.***(PK/LKBK65).
Gambar : Dokumen Humas Sekda
Ketapang untuk LKBK65
Editor :
Fahrozi
_______________________










Post a Comment