DUMAI – Hasil pertemuan
ke-66 Coordinated Operation Control Committee (COCC) Indonesia-Malaysia di
Bandung beberapa waktu lalu memantapkan kerjasama pelaksanaan Patroli
Terkoordinasi Operasi Tindakan Maritim Malaysia-Indonesia, dengan
dilaksanakannya patroli pemantauan udara maritim Indonesia-Malaysia di wilayah
Selat Malaka dan perbatasan Indonesia – Malaysia, dalam waktu dekat.
Dalam pelaksanaan patroli bersama bertajuk Optima Malindo 27A/18 ini,
Indonesia melalui Bakamla RI melibatkan unsur udara maritim yang juga masuk
dalam operasi udara Bakamla RI Bhuana Nusantara, yang nantinya akan bertugas
melaksanakan pendeteksian, pengenalan dan pengintaian terhadap kapal-kapal yang
dicurigai melaksanakan tindak pelanggaran di laut, serta memberikan bantuan
pencarian dan penyelamatan (SAR).
Operasi dikomandani Kepala Seksi Evaluasi Operasi Udara Maritim Bakamla RI
Fery Darmawan,S.E. dengan menggunakan pesawat Twin Otter 300 Call Sign
PK-BRQ/BRT. Rencananya dalam waktu dekat ini pesawat akan bertolak dari Bandara
Dumai menuju titik RV (Rendezvous) point G yang sudah disepakati bersama
Malaysia.
Melalui kerjasama Operasi Udara Patkor Optima Malindo 27A/18, diharapkan
gangguan keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan Selat Malaka dapat
diminimalisir, baik gangguan berupa pelanggaran batas wilayah, pembajakan dan
perompakan di laut, keselamatan pelayaran, penyelundupan, perusakan kabel dasar
laut, pelanggaran terhadap peraturan perikanan (illegal fishing), pencemaran laut,
perusakan terumbu karang dan biota laut, serta pendatang tanpa ijin (illegal
migrant).***(SP/LKBK65).
Editor : M. Fahrozi
Gambar
: Dokumen Humas
Bakamla RI untuk LKBK65
_________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS MENDAPAT IZIN
TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__________


Post a Comment