NEW YORK - Tujuan pengiriman Prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB adalah dalam rangka turut serta melaksanakan, menjaga
ketertiban dunia yang adil dan beradab, seperti halnya ke Minusca(Multidimensional
Integrated Stabilization Mission in Central Africa Republic) - di Republik Afrika Tengah, Unifil (United Nations Interim Force In
Lebanon) - Lebanon, Monusco (Mission de LOrganisation des
Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) - DR.
Kongo, Unamid (United Nations Mission In
Darfur) - Sudan dan beberapa negara lainnya yang masih terlibat
konflik.
Hal tersebut dikatakan
Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Brigadir Jenderal TNI Fulad, S.Sos, M.Si saat diwawancarai oleh beberapa media setempat.
Menurut Brigadir Jenderal TNI
Fulad (Alumni Akademi Militer 1990), konflik itu bisa terjadi antar negara
maupun internal negara karena perbedaan politik antar partai yang berkuasa
dengan pemerintah atau lainnya. “Ini semua
membutuhkan proses dialog antara pemerintah, rakyat dan pemimpin agar terjadi
kesamaan visi,” ucapnya.
“Dengan adanya pasukan
perdamaian yang tentunya juga dari Indonesia, mereka membantu untuk melakukan
negosiasi atau sebagai penengah, dan kalau sudah tercipta ketertiban maka
Perserikatan Bangsa-Bangsa tentunya ingin agar kesejahteraan, kemakmuran dan
rasa aman bisa terwujud. Begitu terjadi aman maka kegiatan ekonomi
dan kesejahteraan rakyat berjalan dengan normal termasuk komunikasi antara
rakyat, pemimpin dan pemerintah setempat,” ungkapnya.
Lebih lanjut Brigadir Jenderal
TNI Fulad menyampaikan bahwa negara-negara yang mengirimkan Tentara dan Polisi
yang tergabung dalam Pasukan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) adalah untuk membantu menyelesaikan konflik. Indonesia sampai dengan saat
ini telah mengirimkan Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB sejumlah 2.823 prajurit
atau nomor 7 (tujuh) terbesar di dunia yang tersebar di beberapa misi di dunia.
Pasukan Garuda TNI yang
dikirim ke Misi di DR Kongo, karena Prajurit TNI mempunyai kemampuan untuk
melaksanakan pertempuran di hutan walaupun di sana bukan bertempur,
tetapi bagaimana kemampuan untuk beradaptasi di medan tropis mengingat
Kongo dan Indonesia sama-sama negara yang menganut iklim tropis, sehingga
kemampuan bergerak di hutan adalah menjadi suatu prasyarat mutlak prajurit.
Di Misi Unifil Lebanon, sampai
dengan saat ini Kontingen Indonesia merupakan Kontingen terbesar dan pemerintah
Lebanon sangat mengapresiasi Kontingen Indonesia karena diterima oleh
rakyat Lebanon, komunikasi dan interaksi Prajurit TNI dengan warga setempat
sangat diterima oleh rakyat Lebanon termasuk kontingen Negara lainnya dibawah
Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Di sisi lain, Penasehat
Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Brigadir Jenderal TNI
Fulad mengharapkan agar Indonesia semakin dikenal di dunia dan pasukan
Indonesia semakin disegani dan dikenal dikancah internasional. “Dengan kita
mengirimkan pasukan misi PBB, maka otomatis kontribusi itu akan dilihat,”
katanya.
“Selaku Penasehat Militer
Perwakilan Tetap Republik Indonesia New York, mimpi besar saya adalah misi
4.000 personel bisa tercapai pada tahun 2019. Dengan kita mengirim
pasukan yang besar, akan memberikan peluang yang semakin terbuka bagi
prajurit-prajurit TNI untuk berkiprah pada perdamaian internasional,” tutup
Brigadir Jenderal TNI Fulad.***(SP/LKBK65).
Editor : M. Fahrozi
Gambar : Dokumen Puspen TNI
untuk LKBK65
_________
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS MENDAPAT IZIN
TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


Post a Comment