BALI – Badan Keamanan Laut
RI bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Pemerintah Amerika
Serikat mengadakan kegiatan Asean Regional Forum (ARF) Best Practices in
Maritime Data Analysis to Strengthen Regional Maritime Security. Kegiatan ini
dipimpin oleh Direktur Kerja Sama Bakamla RI, Dade Ruskandar, S.H., M.H. selaku
ketua panitia.
Kegiatan yang akan berlangsung tiga hari itu dibuka pada selasa (17/7/2018).
Forum yang cukup banyak menarik perhatian negara-negara di kawasan ini dibuka oleh
Sekretaris Utama Bakamla RI Marsekal Muda TNI Widiantoro, M.B.A. selaku
perwakilan dari Indonesia dan Penasihat Senior Hubungan Amerika Serikat dengan
ASEAN dari Department of Navy, Amerika Serikat Christopher Merrit, selaku
perwakilan dari Pemerintah Amerika Serikat.
Berdasarkan pembukaan dari Sestama Bakamla RI, kegiatan ini bertujuan untuk
bertukar ide dan pengalaman dalam peningkatan kapasitas analisis data maritim
guna pelaksanaan penegakan hukum. Oleh karena itu, kegiatan ini mendiskusikan
beberapa topik, antara lain platform for displaying and analyzing maritime
data, fusion of maritime data to combat IUU fishing, data analysis and info
sharing, vessel traffic information, dan berbagai topik lainnya. Kegiatan ini
juga diisi oleh paparan dari para peserta perwakilan negara undangan dan
organisasi seperti INTERPOL, IMO, UNODC, ICITAP, dan C4ADS.
Salah satu paparan yang mendapatkan sambutan positif adalah paparan yang
disampaikan oleh Staf Analis Sistem Informasi dan Jaringan Bakamla RI Demo Putra,
S.T., M.Eng. Materi yang disampaikan terkait citra data maritim dengan tajuk
'Platform and Software for Displaying and Analyzing Maritime Data'.
Tidak hanya itu, materi terkait analisis anomali kapal yang disampaikan
oleh Kasi Pengelolaan Pertukaran Informasi Bakamla RI Adriansyah Putra Harahap,
S.Si., M.S., juga mendapatkan tanggapan serius oleh peserta forum. Materi
dengan judul 'Analyzing Vessel Tracking Based on Its Anomalous Behavior' cukup
menyita perhatian peserta forum yang hadir.
Lebih lanjut, kegiatan berjalan lancar dengan melibatkan partisipasi aktif
dari berbagai peserta. Selain tercapainya tujuan utama dari kegiatan ini, kerja
sama yang terjalin antara Bakamla RI beserta perwakilan dari negara lainnya
dapat tercipta dengan baik.
Pertemuan ini dihadiri oleh sepuluh negara yang terdiri dari Indonesia,
Jepang, Amerika, Vietnam, Australia, Srilanka, Kanada, Kamboja, Cina, dan
Thailand. Negara-negara tersebut diwakili oleh berbagai instansi meliputi
instansi negara maupun dari sektor swasta/non-pemerintah.***(SP/LKBK65).
Editor : M. Fahrozi
Gambar : Dokumen Humas Bakamla RI untuk LKBK65
_________
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS MENDAPAT IZIN
TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


Post a Comment