
KETAPANG – Dalam paradigma
democratik policing, polisi saat ini tidak hanya berkecimpung di dunia kriminal
dan penegakan hukum semata, akan tetapi, polisi juga memiliki peran dalam
membantu pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya (ekosob).
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs
Didi Haryono SH MH menjelaskan, sebagaimana teori herarki needs, security is
the main need atau keamanan merupakan kebutuhan hakiki.
“Untuk itu, saya akan berupaya menciptakan keamanan ekonomi, sosial, dan
budaya di Kalbar. Sehingga pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berjalan dengan
lancar dan sukses,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur
Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, dalam sambutan silahturahmi bersama
Forkopimda dan pengusaha di Kabupaten Ketapang, Selasa (24/7/2018).
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs
Didi Haryono SH MH menyampaikan, sistem atau regulasi di Indonesia berlaku
hukum positif. Sehingga investor maupun tenaga kerja mengikuti
norma-norma sosial kemasyarakatan yang tidak mengikat secara langsung dan juga
regulasi hukum yang tertulis.
“Dan apabila melanggar tentunya akan dikenakan sanksi terhadap tenaga kerja
yang tidak sesuai regulasi,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat,
Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Ada 560 personel Polri di Polres Ketapang yang siap menjaga, mengawal, dan
mengiringi pembangunan daerah Ketapang. “Tentunya dengan backup penuh
dari Polda Kalbar. Situasi Kamtibmas di Kabupaten Ketapang secara umum
kondusif. Perlu kita jaga bersama sebagai fondasi yang kuat bagi tumbuhnya
investasi,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal
Polisi Drs Didi Haryono SH MH. “Saya dan jajaran saya, menjamin keamanan
bapak-ibu yang memiliki minat investasi dan mengembangkan usahanya di Kabupaten
Ketapang, serta Provinsi Kalimantan Barat,”.
Tren kejahatan konvensional secara konsisten dapat ditekan jajaran
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Caranya adalah melalui implementasi program
100 hari Kapolda Kalbar.”Upaya cipta kondisi yang kami lakukan adalah untuk
mendukung terselenggaranya pembangunan dan agenda nasional di Kalimantan Barat
khususnya di Kabupaten Ketapang,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan
Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Pilkada Serentak 2018 di Kalimantan Barat, yang terselenggara dapat
berlangsung dengan aman, damai, lancar dan sukses. Hal tersebut merupakan salah
satu indikator keberhasilan Polda Kalbar dalam menerapkan proaktif policing.
“Dan juga bukti nyata kerja keras kami bersama TNI dan semua stakeholder
serta seluruh elemen masyarakat, yang telah mampu menjadikan Kalbar khususnya
Ketapang menjadi daerah yang siap untuk semakin maju dalam pembangunan,” ujar
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi
Haryono SH MH.
Pada kesempatan ini juga, Kapolda Kalbar mengajak masyarakat dan para
pengusaha sektor perkebunan untuk tidak membakar lahan, “Mari kita
bersama sebagai anak bangsa harus mensukseskan Asian Games dengan menjaga tidak
ada polusi udara akibat titik api karhutla, “jelas Didi Haryono mengajak dan
mengingatkan warga masyarakat di Ketapang.
Sebagai informasi diketahui, dalam kegiatan itu dihadiri Bupati dan Wakil
Bupati Ketapang, Kapolres Ketapang dan Forkopimda Ketapang, para pengusaha baik
dari ketapang maupun dari luar ketapang, dan para tokoh agama, tokoh adat dan
tokoh masyarakat. ***(R/LKBK65).
Penulis : AKP Cucu Safiyudin S.Sos SH MH, Kepala
Urusan Liputan Produksi Dokumentasi (Lipprodok) Humas Polda Kalimantan Barat.
Editor : M. Fahrozi
Gambar : Dokumen Humas Polda Kalbar untuk
LKBK65
_________
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS MENDAPAT IZIN
TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__________







Post a Comment