KETAPANG – Pilkada Serentak
2018 di Kalimantan Barat, telah hampir usai. Hajatan politik tahunan itu
berdampak pada keamanan di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat kondusif, kita
bersama berhasil merubah kata rawan menjadi Aman Pilkada Kalbar.
Pilkada Serentak berjalan dengan aman, lancar dan damai, hal ini menjadi
indikator bahwa masyarakat kalbar menginginkan kedamaian, para invertor dapat
tenang menanamkan modalnya di Kalimantan Barat.
Perlu untuk diketahui bersama dalam perkembangannya, globalisasi telah
dimulai sejak abad ke 15. Maka, seiring dengan berkembanganya kapitalisme dan
ekspansi dari negara ke negara lain dan menemukan daerah baru, proses tersebut
dimulai sejak penaklukan negeri-negeri Asia, Afrika dan Amerika latin dan
Australia.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs
Didi Haryono SH MH sambutan makan malam bersama Forkopimda dan pengusaha di
Kabupaten Ketapang, mengatakan fase kedua, globalisasi dibangun dalam era
interimperial trade atau perdagangan yang dilakukan antar bangsa-bangsa yang
melakukan ekspansi yaitu serangkaian kerjasama lokal dalam satu kawasan guna
mendukung kekuatan dominan dalam kawasan tersebut
“Dalam hal ini, globalisasi telah melibatkan kompetisi dan kolaborasi antar
perusahaan multinasional di suatu negara untuk merebut pasar dunia,” kata
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi
Haryono SH MH, Selasa, 24 Juli 2018.
Dijelaskan, fase ketiga globalisasi masuk ke dalam fase perkembangan komunikasi
(borderless). International trade dan jaringan pasar global maupun regional
telah memberikan karakter kelas, di mana globalisasi telah menjadi arena bagi
konflik perdagangan dan ekonomi. “Modern teknologi dengan dan menjadi nampak
dampak perekonomian tersebut secara nyata dengan adanya para investor asing
yang menanamkan modal di wilayah Indonesia,” tutur Kepala Kepolisian Daerah
Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Secara umum terdapat pada beberapa sektor investasi asing antara lain;
pertambangan 4,4 milliar USD, suplai listrik, gas, air 4,2 milliar USD, real
estate, industrial elektronik 3,8 milliar USD dan lain sebagainya. Besarnya
investasi yang ditanamkan oleh investor adalah bukti dan sebagai indikator
bahwa negara Indonesia memiliki kondisi situasi kamtibmas yang aman dan
kondusif.
“Begitu juga di Kalimantan Barat realisasi investasi pemodal asing cukup
besar terutama di sektor perkebunan dengan nilai investasi rata- rata diatas
339.231,10 ribu USD, industri makanan 151.690,60 ribu us$, industri loga dasar
66.911,1 ribu USD dan seterusnya,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan
Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Sejalan dengan banyaknya investasi yang ditanamkan, tentunya juga melibatkan
banyak tenaga kerja asing yang datang ke Indonesia guna mendukung pelaksanaan
investasi.
Untuk informasi, dalam kegiatan itu hadir Bupati dan Wakil Bupati Ketapang,
Kapolres Ketapang dan Forkopimda Ketapang, para pengusaha baik dari Ketapang
maupun dari luar Ketapang, dan para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh
masyarakat.
Pada kesempatan yang sama Bupati Ketapang, Martin Rantan SH menyampaikan
bahwa di kabupaten Ketapang terdapat para inventor dari beberapa negara dari
berbagai sektor pertambangan dan perkebunan dan industri dengan tingkat
pertumbuhan ekonomi selalu naik setiap tahunnya sehingga Kab. Ketapang ada pada
peringkat ke-28 tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Untuk itu sengaja acara
ini juga kami kemas seperti di istana dengan mengumandangkan lagu nasional,
mengucap teks pancasila, UUD 1945 dan Sumpah pemuda sehingga kita semua yang
hadir disini bisa tergugas rasa nasionalismenya dan mengetahui identitas bangsa
indonesia, “tutupnya.***(R/LKBK65).
Penulis : AKP Cucu Safiyudin S.Sos SH MH, Kepala
Urusan Liputan Produksi Dokumentasi (Lipprodok) Humas Polda Kalimantan Barat.
Editor : M. Fahrozi
Gambar : Dokumen Humas Polda Kalbar untuk
LKBK65
_________
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS MENDAPAT IZIN
TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__________






Post a Comment