SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » , , , , » Bupati Ketapang Martin Rantan Buka Rembuk Stunting Tahun 2018, Ini Beritanya

Bupati Ketapang Martin Rantan Buka Rembuk Stunting Tahun 2018, Ini Beritanya

Written By lkbk on Thursday, July 19, 2018 | 5:46 PM

KETAPANG – Percepatan intervensi penurunan stunting di Kabupaten
Ketapang, Kalimantan Barat, diharapkan dapat tercapai sesuai target yang direncanakan.

Untuk mencapai target yang diharapkan, Pemkab Ketapang menggelar
rembuk stunting Kabupaten Ketapang tahun 2018, di Borneo Emerald Hotel Ketapang, Kamis (19/7/2018) pagi dibuka Bupati Ketapang, Martin Rantan SH.

Rembuk stunting menghadirkan narasumber Akim Dharmawan, Ph.D Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas RI, Ir Doddy Izwardy, MA, Direktur Gizi Masyarakat kementerian Kesehatan RI, Deviariandy Setiawan, Senior water and Sanitation World Bank Group.

Menurut Bupati Ketapang bahwa program nawa cita yang ke 5 dari
Presiden dan Wakil Presiden (Jokowi-JK), yaitu “Meningkatkan kualitas
hidup manusia Indonesia”, maka Bupati dan Wakil Bupati Ketapang juga
telah menetapkan misinya yang ke 4, yaitu “Meningkatkan kualitas
sumber daya manusia”.

Hal ini dimaksudkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian terpenting yang harus dilakukan dalam upaya mewujudkan “Kabupaten Ketapang yang  maju menuju masyarakat sejahtera”.

“Oleh karena itu dengan misi tersebut saya berharap agar anak-anak kita di masa depan bisa terlahir dan tumbuh dengan sehat,” tegas Bupati Ketapang, Martin rantan dalam pembukaan rembuk stunting di Borneo Emerald Hotel Ketapang.

Menurutnya, jika anak-anak terlahir dan tumbuh dengan sehat, dan
kemudian didukung dengan pendidikan yang berkualitas maka diyakini
kelak mereka akan menjadi generasi yang cerdas dan produktif.

Sebaliknya jika terlahir dan tumbuh dalam situasi kekurangan gizi
kronis, maka mereka akan menjadi anak stunting, dan dampak buruknya
akan mengakibatkan terhambatnya perkembangan otak, kemampuan kognitif berkurang, mudah sakit, fungsi-fungsi tumbuh tidak seimbang, fostur tubuh tidak maksimal saat dewasa, dan beresiko akan terserang
penyakit. Sehingga hal ini akan menjadi salah satu penghambat bagi
keberhasilan kegiatan pembangunan nasional di masa yang akan datang.

Mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar ini mengatakan, bahwa meningkatkan kualitas sumber daya manusia itu tidaklah mudah. Tentu banyak permasalahan yang akan dihadapi. Salah satunya adalah masih tingginya stunting di daerah ini. Berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2013, prevalensi stunting di Kabupaten Ketapang mencapai 34,83 %, sementara balita stunting berjumlah 15.881 jiwa, atau masih berada diatas rata-rata nasional (31,9 %).

“Oleh karena itu, dengan permasalahan tersebut mencegah stunting harus menjadi prioritas daerah jika kita kurangi mencapai SDM yang
berkualitas, pertummbuhan ekonomi yang merata, dan sekaligus untuk
memutus rantai  kemiskinan antar generasi,” tuturnya.

Melalui forum ini, Bupati Ketapang menyampaikan ucapan terima kasih
kepada pemerintah pusat yang telah menetapkan Kabupaten Ketapang
menjadi salah satu kabupaten dari 100 Kabupaten/Kota yang terpilih
menjadi pembelajaran konvergensi anggaran dan kegiatan penurunan
stunting.

Maka sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 440/1959/SJ
tentang Intervensi penurunan stunting terintegrasi tahun 2018, Bupati
Ketapang menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Ketapang sangat
berkomitment untuk melakukan intervensi dalam upaya mempercepat
penurunan stunting di daerah ini.

Sebagai bukti dari komitmen tersebut, diinformasikan bahwa pada tahun
2018 ,  Pemerintah Kabupaten Ketapang secara keseluruhan telah
mengalokasikan anggaran sebesar Rp 19.586.749.100,00. Dan khusus untuk 10 desa prioritas stunting telah dianggarkan Rp 8.661.822.850,00.

Sedangkan pada tahun 2019 secara keseluruhan direncanakan akan
dianggarkan sebesar Rp 157.026.650.000,00. Dan khusus untuk 10 desa prioritas stunting akan dianggarakan Rp 22.043.089.950,00. Anggaran tersebut  terdiri dari program spesifik dan program sensitive yang tersebar di 8 OPD terkait, yaitu Dinas Kesehatan, Dinas PU dan TR, Dinas Perkim dan LH, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, PP, PA dan TB, Dinas Pertanian, peternakan dan perkebunan, Dinas Ketahanan pangan dan perikanan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa.

“Saya selaku Bupati Ketapang memberikan apresiasi yang
setinggi-tingginya kepada Bappeda Kabupaten Ketapang beserta seluruh OPD terkait, yang telah dapat menyelenggarakan rembuk stunting pada hari ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para narasumber, terutama
dari Bappenas, Kemenkes dan Bank Dunia yang akan menyampaikan arahan dan informasi yang berkaitan dengan kebijakan dan strategi
pemerintah pusat dalam percepatan penurunan stunting.

Bupati Ketapang berharap kegiatan ini dapat dijadikan forum untuk melakukan koordinasi, sinkronisasi dan sinergitas program dan anggaran yang terintegrasi dari semua pemangku kepentingan yang ada. Mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, sampai kepada tingkat desa/kelurahan. Sehingga dengan demikian percepatan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Ketapang dapat tercapai sesuai target yang direncanakan.***(PK/LKBK65).

Penulis      : Andi Candra, Humas Sekda Ketapang
Editor        : M. Fahrozi
Gambar    : Dokumen Humas Sekda Ketapang untuk LKBK65
_________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__________


Share this post :

Post a Comment