KETAPANG – Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Ketua Majelis
Adat Budaya Tionghoa Ketapang, Kalimantan Barat, Susilo Aheng, merasa keberatan
dan tidak setuju acara memeriahkan Cap Go Meh di Ketapang, disusupi pesan pesan
politik oleh Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar.
Baca
Juga : Majelis Adat Budaya Tionghoa Ketapang Keberatan, Cap Go
Meh Disusupi Pesan Pesan Politik
Berkaitan dengan hal itu menurut Susilo Aheng, bahwa
yang kecewa bukan hanya dirinya akan tetapi banyak kalangan, “dan saya hanya
menyampaikan keprihatinan masyarakat, khususnya masyarakat Tionghoa di
Ketapang, karena soal politik kita harus netral”, ungkap Susilo Aheng, Jumat
(02/03/2018) sore.
Sebagai Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa Ketapang,
kata Susilo Aheng, bahwa atas kejadian tersebut merupakan beban moral bagi
dirinya, dan dia harus menjelaskan kepada masyarakat Tionghoa di Ketapang, agar
tidak salah sangka., seolah olah masyarakat Tionghoa Ketapang mendukung Paslon
tersebut.
“Saya minta agar masyarakat Tionghoa Ketapang untuk
menjaga netralitas dan tetap kembali kehati nurani masing masing”, kata Susilo
Aheng mengingatkan.
Selain itu Susilo Aheng juga berharap agar Panwaslu
mengklarifikasi kejadian saat Perayaan Cap Go Meh tadi pagi biar tidak terjadi riak
riak dimasyarakat dan jangan sampai kejadian ini terulang kembali untuk
kedepannya.
“Dan yang tadinya terjadi kesalahpahaman karena
masyarakat awam banyak yang salah sangka, dan ke depannya jangan sampai terjadi
lagi”, kata Susilo Aheng, seraya menjelaskan bahwa kedatangannya ke Kantor
Pawaslu Ketapang itu bukan melaporkan kejadian tadi pagi, akan tetapi
menanyakan apakah hal itu menambrak aturan atau tidak.***(Halim Anwar/LKBK65).
______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS SEIZIN TERTULIS
DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
_______

Post a Comment