KETAPANG – Masyarakat Ketapang, Kalimantan Barat, hari ini
bersuka cita, sebab melalui Perda (Peraturan Daerah) Nomor 7, tanggal 22
November 2012, telah ditetapkan Hari Jadi Ketapang, pada tanggal 11 Maret setiap
tahunnya.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya,
bahwa penetapan Hari Jadi Ketapang tersebut telah melalui proses panjang dengan
melibatkan para peneliti dan para ahli sejarah, serta memakan waktu dan
anggaran biaya yang tidak sedikit. Setelah dilakukan penelitian dari bukti
bukti yang ada, maka disepakti dan ditetapkanlah bahwa Hari Jadi Ketapang dimulai
pada tanggal 11 Maret 1418 melalui Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Ketapang.
Dengan demikian, kalau Hari Jadi Ketapang itu
dimulai pada 11 Maret 1418, sampai dengan 11 Maret 2018, maka usia Ketapang yang
jatuh pada hari ini sudah mencapai 600 tahun, selain itu para ahli juga menemukan,
bahwa Ketapang adalah Kabupaten yang tertua di Kalimantan Barat.
Berkenaan dengan Hari Jadi Ketapang ke 600
itu, Tim Media ini telah menghubungi sejumlah Tokoh Masyarakat dan Para Pejabat
yang ada di daerah ini untuk dimintai pendapatnya, salah satunya adalah Tokoh
Pendidik yang saat ini masih aktif sebagai Kepala SMP Negeri I Ketapang, yakni
Erdinan, SPd, MM.Pd.
Kepada Tim Media ini, Erdinan berharap,
semoga Ketapang lebih maju sesuai dengan visi dan misi Bupati Martin Rantan, SH
dan Wakil Bupati Drs. H. Suprapto. “Saya berharap visi dan misi Bupati Ketapang
segera terwujud”, kata Erdinan, Sabtu (10/03/2018) sore.
Selain Erdinan,Tokoh Masyarakat Ketapang lain
yang sempat ditemui Tim Media ini adalah, Pak Usu Akok alias Yasa Nagari,
sebagai orang yang terlahir di Bumi Ketapang, Pak Usu Akok sangat bersyukur,
karena pada hari ini dirinya berada dalam sejarah 600 tahun Hari Jadi Ketapang.
“Kita melihat Ketapang seperti PBB (Perserikatan
Bangsa Bangsa – Red) kecil, semua suku ada, serta hidup rukun dan damai. Sudah
sepatutnya Hari Jadi Ketapang dimasukkan ke dalam Kalender Wisata
Nasional", harap Pak Usu Akok.
Pak Usu Akok juga berharap agar berbagai even
seperti Lomba Kuliner, Busana, Tarian Daerah, Syair Gulung, Lomba Sampan
dan upacara upacara tradisional Ketapang yang lainnya dapat ditumbuh kembagkan
kembali.
“Sehingga Ketapang makin dikenal, dan orang
luar pun makin banyak yang melancong ke Ketapang”, pinta Pak Usu Akok, yang
pernah juga menyampaikan idenya agar Pemkab Ketapang membangun Tugu Putri
Junjung Buih sebagai maskot Ketapang ini.
Selanjutnya pada bagian lain, Tim Media ini
juga berkesempatan menghubungi Kapolres Ketapang, Kalimantan Barat, AKBP
Sunario,S.Ik, MH, untuk dimintai tanggapannya selaku pihak Kepolisian yang
bersentuhan lansung dengan ketertiban dan keamanan di wilayah hukum Polres
Ketapang.
“Dengan usia Ketapang 600 tahun ini, saya
berharap semoga Ketapang menjadi kota yang besar dan terkenal dengan hasil bumi
serta peradaban sukunya, demikian juga keamanan kota Ketapang lebih baik,
sehingga investor berbondong bondong masuk ke Ketapang. Maka dengan itu
masyarakat Ketapang harus menjaga keamanan yang lebih baik lagi untuk mencapai
Ketapang sukses dan bahagia nantinya”, tutup Kapolres Ketapang Sunario.***(Tim/LKBK65).
______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS SEIZIN TERTULIS
DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
_______














Post a Comment