JAKARTA – Setelah Komisi Pemilihan Umum
Provinsi Kalimantan Barat, membuka pendaftaran Bakal Pasangan Calon Gubernur
dan Wakil Gubernur, Kalimantan Barat, periode 2018 – 2023, pada tanggal 08 sampai dengan tanggal 10 Januari 2018 lalu, maka ada empat pasangan Bapaslon yang mendaftar untuk ikut Pilkada
Serentak, 27 Juni 2018 yang akan datang, menggantikan Cornelis dan Kristiandy yang habis masa jabatannya.
Keempat
Bapaslon Guberur dan Wakil Gubernur yang mendaftar ke KPU Provinsi Kalbar tersebut
adalah Sutarmidji – Ria Norsan, Milton Crosby – Boyman Harun, dan Karolin
Margret Natasa – Suryadman Gidot, ketiga Bapaslon ini diusung oleh Parpol.
Selain itu
ada Bapaslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yang mendaftar ke KPU dari
pasangan perseorangan, yakni Kartius – H. Pensong.
Terhadap
keempat Bapaslon itu, terutama bagi warga masyarakat Kalimantan Barat, mereka sangat
berharap banyak agar para putra putri terbaik Kalbar tersebut apabila terpilih
menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur nanti dapat bermanfaat.
“Siapapun nantinya
terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yang akan datang, harus
kita terima dengan lapang dada, tanpa ada rasa sakit hati dari pihak yang belum
berhasil”, kata Profesor doctor H.M.Ikhsan Tanggok, M.Si, Guru Besar
Antropologi Agama di Fakultas Ushuluddin (Theology) UIN (Universitas Islam
Negeri) Syarif Hidayatullah, Jakarta, kepada media ini, Kamis (17/01/2018)
malam.
Selanjutnya
dikatakan Ihksan Tanggok yang juga merupakan putra terbaik Kalimantan Barat
yang saat ini bermukim di Jakarta itu, bahwa Infrastruktur jalan yang menghubungkan
dari desa ke desa, dusun ke dusun di daerah daerah terpencil di Kalbar
tampaknya perlu untuk ditingkatkan lagi pembangunannya.
“Sehingga dengan
demikian dapat meningkatkan lagi perekonomian masyarakat desa. Keberhasilan
pembangunan Kalbar tidak hanya dilihat di kota kotanya saja, akan tetapi juga
harus dirasakan sampai ke plosok pelosok desa”, ungkap Ikhsan.
Selain itu
menurut Ikhsan Tanggok, pembangunan daerah perbatasan juga perlu ditingkatkan
lagi, sehingga rakyat perbatasan tidak merasa iri dengan kemajuan negara
tetangga.
“Pengamanan
daerah perbatasan harus juga menjadi perhatian dan ditingkatkan lagi, sehingga
masuknya barang barang haram yang dapat merusak generasi muda Indonesia dapat
dicegah sedini mungkin”, imbuh Ikhsan Tanggok.
Menyinggung
tentang masih maraknya gula ilegal yang masuk dari Malaysia menurut Ikhsan, hal
tersebut dapat merusak harga pasar gula di Indonesia, dan tampaknya hal ini selalu
saja dikeluhkan masyarakat Kalbar, “dan ini juga perlu mendapat perhatian
pemerintah, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan terpilih nanti, agar
hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi lagi di Kalbar”, harapnya.
Kemudian
pada sisi lain dikatakan Ikhsan Tanggok, bahwa Kalbar termasuk daerah yang
rawan konflik, dan hanya dengan persoalan sepele saja konflik mudah terjadi, “untuk
itu siapapun yang jadi Gubnur nantinya, persoalan ini harus mendapat perhatian
serius”, Ikhsan mengingatkan.
Hal lain
yang memang harus menjadi perhatian serius oleh Gubernur dan Wakil Gubernur
Kalbar yang akan menggantikan Cornelis dan Kristiandy pada periode 2018 – 2023 nantinya
adalah pembangunan sekolah sekolah.
“Rehabilitasi
sekolah juga harus menjadi perhatian serius bagi Gubernur dan Wakil Gubernur,
Kalbar yang akan datang, sebab masih banyak sekolah sekolah di daerah daerah
terpencil yang keberadaanya masih sangat memprihatinkan”, pungkas Ikhsan
Tanggok.***(Halim Anwar/LKBK65).
Gambar : Profesor doctor H.M.Ikhsan Tanggok, M.Si, Guru
Besar Antropologi Agama Fakultas Ushuluddin (Theology) UIN (Universitas Islam
Negeri) Syarif Hidayatullah, Jakarta.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
_______

Post a Comment