KARAWANG – Nasib nahas menimpa Andang Ikhwan
(25) seorang pramuniaga yang bekerja di salah satu konter handphone di Resinda
Mall Park Karawang. Pasalnya dia mendapat cacian perkataan kotor hingga
menerima pukulan dari seorang customer.
Andang yang
merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memosting
sebuah rekaman video CCTV dan sejumlah foto atas perlakuan yang merugikannya
itu. "Ancaman dan kekerasan yang terjadi sama saya. Dan saya pun tidak
bisa berbuat apa-apa, harus menerima tindak itu dengan ikhlas dan lapang
dada," tulis Andang dalam akun Facebooknya, Minggu (07/01/2018).
Kejadian
tersebut, terjadi sekitar pukul 14.00WIB, Jumat (05/01/2018) lalu. Seorang customer
wanita dalam rekaman video CCTV yang berdurasi 1 menit itu, terlihat memukul
Andang dengan tangannya dan mengancam dirinya. Selain itu, customer wanita
tersebut, juga merusak fasilitas konter handphone sebab merasa kecewa dan di
tipu oleh korban karena korban salah mengambilkan headset yang diminta oleh
customer saat bertransaksi. "Pada saat itu saya gak bisa berbuat apa-apa,
kalau saya gak ingat dengan pekerjaan saya, mungkin sudah saya lawan itu
customer wanita. Saya hanya merasa takut kehilangan pekerjaan saya, karena saya
butuh sekali dengan pekerjaan ini. Respon keluarga saya juga marah banget, tapi
coba saya redam. Insha Alloh ada hikmahnya dibalik kejadian ini," ujarnya.
Informasi
yang berhasil dihimpun, customer wanita tersebut berinisial EZ (40). Dia
merupakan wanita asal Perum Griya Asri Kecamatan Purwakarta Kabupaten
Purwakarta. "Saya tidak akan nuntut (pelaku), tapi saya minta dia untuk
minta maaf kepada saya dan teman-teman saya yang bekerja sebagai karyawan di
konter handphone ini," tegas Andang.
Vanny Frans,
rekan kerjanya menceritakan, asal mula kejadian adalah EZ meminta dicarikan
headset untuk merk smartphone model terbaru kepada Andang tanpa menyebutkan
model smartphone itu. "Andang pun memberikan barang yang cocok dengan
smartphone sampai type yang terbaru, dan di konter tersebut pun ada sample
barang untuk dicoba yang seharusnya customer mencoba terlebih dahulu sebelum
membeli. Singkat cerita Headset itu pun di beli tanpa dicoba terlebih dahulu,"
bebernya.
Selang
beberapa waktu, sambung Vanny, EZ (customer, red) kembali ke toko dan meminta
di tukar dengan barang yang lain di karenakan headset itu tidak cocok dengan
type atau model handphone smartphone yang EZ punya. "Dan EZ tersebut ingin
ditukar dengan barang lain yang nominal lebih rendah, tetapi pramuniaga
(Andang, red) tersebut mengatakan tidak bisa karena konter punya SOP
tersendiri, dan Andang harus konfirmasi ke supervisornya terlebih dahulu untuk
retur barang yang beda harga walaupun harga lebih murah, karena prosedur retur
barang itu harus dengan harga sama atau harga di atas barang yang dibeli
sebelumnya," paparnya.
Ketika
pramuniaga berniat akan konfirmasi ke atasannya, lanjutnya, EZ berbalik badan,
dan disaat berbalik badan pramuniaga tersebut malah justru dipukul dan diberi
kata-kata tidak pantas dari EZ. "Dan pramuniaga tersebut hanya bisa diam
karena dia khawatir akan kehilangan pekerjaan yang menjadi tumpuan hidupnya.
Serendah apapun pekerjaan mereka, dan sebesar apa pun uang anda, tidak
sepantasnya anda berucap kata-kata yang tidak pantas kepada kami. Karena kami
pun masih makhluk ciptaan Allah," tuturnya.
Ditambahkan
Vanny, customer wanita yang identitasnya sudah diketahui itu. Selain melakukan
kekerasan terhadap Andang dan mencaci maki Andang, juga melakukan pengrusakan
serta mengambil sejumlah barang di konter handphone tersebut. "Lalu EZ
mengambil 2 buah barang di konter kami ini. Ya walaupun harganya tidak
seberapa, tapi sama saja perbuatan tersebut sudah sangat merugikan kami. Selain
itu, kami juga akan mendorong Andang untuk membuat Laporan Polisi (LP) di
Mapolres Karawang atas perbuatan (pelaku) itu," tegasnya.***(Farid/LKBK65).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment