SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » , , , » Hari Pangan Sedunia di Pontianak, Pemberdayaan Pemuda Pedesaan Kunci Ubah Masa Depan Migrasi di Indonesia

Hari Pangan Sedunia di Pontianak, Pemberdayaan Pemuda Pedesaan Kunci Ubah Masa Depan Migrasi di Indonesia

Written By lkbk on Thursday, October 19, 2017 | 2:59 PM

PONTIANAK - Masyarakat dunia saat ini sedang “bergerak”.   Berbagai bentuk migrasi terjadi, memberikan dampak positif dan negatif.  Banyak orang yang harus bermigrasi dengan terpaksa, karena mereka tidak punya pilihan lain. Secara global, saat ini ada sekitar 64 juta orang terlantar karena konflik dan kekerasan, termasuk 500.000 orang Rohingya dari Myanmar, tetapi juga masih ada jutaan orang lagi di Timur Tengah, Afrika dan wilayah lain. Ini adalah jumlah tertinggi sejak Perang Dunia Kedua.

Tema internasional Hari Pangan Sedunia 2017 adalah dampak migrasi, bukan hanya pada manusia, tetapi juga pada perbaikan status ketahanan pangan mereka. Tema tersebut adalah: “Mengubah masa depan migrasi; Investasi di Bidang Ketahanan Pangan dan Pembangunan Pedesaan” memaparkan faktor ekonomi, sosial dan politik yang menyebabkan perpindahan orang secara besar-besaran di dunia.

Orang bermigrasi terutama dari daerah pedesaan, karena lebih dari 75 persen penduduk dunia yang miskin dan rawan pangan tinggal di daerah pedesaan. Di Indonesia, dari 2 dari 3 dari 28 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan, tinggal di daerah pedesaan, dan banyak keluarga bermigrasi karena alasan-alasan ekonomi, di mana mereka tidak melihat pilihan lain yang layak untuk keluar dari kemiskinan selain bermigrasi, baik itu ke perkotaan atau ke negara lain.

Mark Smulders, Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste pada pidatonya di pembukaan peringatan Hari Pangan Sedunia di Pontianak, Kamis (19/10/2017), menekankan pentingnya investasi di pedesaan untuk mengubah masa depan migrasi.

“Pembangunan yang komprehensif di pedesaan dapat mengubah banyak hal. Menghapus kemiskinan, mengurangi potensi konflik, and memberdayakan masyarakat miskin di pedesaan untuk terlibat dalam rantai makanan yang menguntungkan dan keberlanjutan, akan membuat migrasi sebagai pilihan, alih-alih dilakukan karena keputusasaan” ujarnya. 

Migrasi sendiri juga memainkan peran penting dalam pembangunan pedesaan. Migrasi musiman dilakukan dilakukan sesuai dengan kalender pertanian, dan remintansi (pengiriman uang) adalah sebuah kekuata besar untuk memperbaiki baik kesejahteraan desa dan produktivitas peternakan.

Menurut data Bank Dunia, Indonesia berada di rangking ke-14 di antara negara-negara penerima remi­tansi pada tahun 2015, dengan perkiraan sebanyak 10,5 miliar dolar dikirim oleh pekerja Indonesia yang tinggal di luar negeri. Aliran remitansi ke Indonesia meningkat sebesar 22 persen hanya dalam waktu satu tahun (dibandingkan tahun 2014). Jumlah remitansi yang dikirim ke Indonesia hampir setara dengan 1% PDB Indonesia

Generasi muda amat dibutuhkan untuk membangun sektor pangan dan pertanian

 Tema nasional Hari Pangan Sedunia  “Menggerakkan Generasi Muda dalam Pembangunan Pertanian Indonesia untuk menjadi Lumbung Pangan Dunia” terkait dengan tema internasional. Tema yang juga bertujuan untuk mengatasi penyebab utama migrasi desaa-ke-kota dengan penekanan khusus pada generasi muda di pedesaan.

Di Indonesia sendiri, saat ini 45 persen penduduknya ting­gal di daerah pedesaan, dan meski 1/3 pekerja formal di seluruh negeri masih bekerja di bidang pertanian, peker­jaan mereka menjadi semakin penting. Dengan migrasi desa-ke-kota yang konstan, dan terlepas dari jumlah penduduk yang meningkat, setiap tahun semakin se­dikit orang yang tinggal di daerah pedesaan.

Selama 15 tahun terakhir, penduduk daerah perkotaan di Indonesia meningkat sebanyak 50 juta orang, sementara jumlah penduduk di pedesaan menyusut sebanyak 5 juta orang. Pada tahun 2016 saja, jumlah orang yang pindah dari daerah pedesaan ke perkotaan mencapai sekitar 7 juta orang.

“ Generasi muda amat dibutuhkan di pedesaan. Untuk mengurangi laju migrasi keluar dari pedesaan, kita harus memberikan insentif yang tepat, dan mendemonstrasikan bahwa terlibat dalam pertanian menjadi amat menguntungkan, dan dapat membuat hidup lebih nyaman”  

Perlu digaris bawahi, dalam rangka untuk menarik generasi muda untuk menggeluti bidang Pertanian, Perikanan dan kehutanan dengan cara yang lebih produktif, maka kita harus menggaris bawahi pentingnya “inovasi pertanian”, dengan menanamkan investasi yang memadai untuk sekolah kejuruan dan pelatihan praktis teknologi pertanian .

Kita juga memperkuat proses penyuluhan, yang mampu memberikan akses generasi muda ke pengetahuan terkini dengan dukungan penyuluhan eletronik (e-extension), inovasi modern metode pertanian sekaligus didukung oleh mudahnya mendapatkan faktor produksi dan fasilitas kredit bagi generasi muda


FAO  gelar miniatur teknik Pertanian Konservasi dan Mina Padi pada pameran WFD 2017 

Pada Hari Pangan Dunia di Pontianak tahun ini, FAO menampilkan miniatur program-program unggulan yang telah diaplikasi di berbagai daerah di Indonesia.  Teknik  yang ditampilkan antara lain miniatur denplot mina padi,  yang menggabungkan antara padi dan ikan dalam satu area, dan menekankan penggunaan sumber daya alam (tanah dan air) secara efektif dan efisien.  

FAO juga menggelar miniatur Pertanian Konservasi, yang saat ini masih dijalankan programmnya di wilayah NTT-NTB dan telah dipraktikkan oleh lebih dari 12 ribu petani.  Pertanian Konservasi mempromosikan pengolahan tanah yang lebih baik untuk meningkatkan kesuburan tanah. 

Kedua program tersebut telah terbukti meningkatkan jumlah produksi dan pendapatan petani dengan cukup signifikan.***(SP/LKBK65).

Gambar : Documen Harriansyah/FAO Indonesia untuk LKBK65
_______

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
_______
Share this post :

Post a Comment