BLITAR – Peternakan kedua Greenfields dengan investasi
senilai 43 juta Dollar di area seluas 172 hektar di Ngadirenggo, Wlingi,
Blitar, menerima kedatangan kelompok pertama sapi betina, menandakan komitmen
Greenfields untuk menjadi yang terdepan di industri susu nasional
Sebanyak 2.150 ekor sapi betina menjalani proses
karantina di peternakan Greenfields di Wlingi, Blitar, Senin (09/10/2017)
kemarin, setelah menjalani perjalanan laut selama 11 hari dari Melbourne,
Australia. Impor sapi betina dari Australia ke Indonesia ini merupakan momen
penting karena merupakan jumlah impor sapi dara terbesar di Indonesia, yang
dilakukan dalam satu ekspedisi oleh perusahaan swasta. Kedatangan sapi-sapi
dara di peternakan ini disambut baik oleh segenap pihak yang hadir menyaksikan
proses karantina ini.
“Apresiasi yang tulus dari Dirjen Peternakan dan
Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian kepada Greenfields dalam upayanya
mengembangkan peternakan sapi perah yang berkualitas. Ini menjadi contoh baik
untuk industri sejenis, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Direktur
Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ir. Fini Murfiani, Msi, kepada media
ini melalui Siaran Persnya.
Dalam kesempatan yang sama Asisten Deputi Peternakan
dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jafi Alzagladi
menekankan, “Kebijakan pemerintah dalam persusuan adalah untuk penambahan
populasi yang bertujuan pada peningkatan produksi susu, guna pemenuhan
kebutuhan konsumsi susu segar bagi masyarakat. Oleh karena itu peran swasta
seperti PT Greenfields untuk mendatangkan sapi perah dari Australia sebanyak
2.150 ekor ini merupakan hal yang sangat baik. Kami berharap inisiatif ini bisa
mendukung penyediaan susu segar dalam negeri sekaligus mengurangi disparitas
dari produksi dalam negeri yang saat ini ada di angka 23% dan impor 77%.”
“Kedatangan 2.150 sapi dara ini merupakan komitmen
nyata dari Greenfields untuk mendorong industri susu segar di Indonesia. Ini
adalah kelompok pertama dari total 9.000 sapi betina yang akan diternakkan di
peternakan baru di Wlingi. Ketika peternakan ini sudah beroperasi sepenuhnya,
kami akan dapat berkontribusi sebesar 14% kepada SSDN, dan secara otomatis mengurangi
kebergantungan pada susu impor,” ungkap Heru Prabowo, Head of Dairy Farm
Indonesia, PT. Greenfields.
“Disamping itu, masyarakat yang ada disekitar
peternakan PT Greenfields bisa mendapat dampak positif dalam pemanfaatan lahan
untuk hijauan pakan ternak yang akan dimanfaatkan oleh perusahaan. Ini sejalan
dengan kebijakan pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan yang basisnya di
pedesaan,” tambah Jafi.
Selain mengimpor sapi perah untuk tujuan bisnis,
Greenfields juga menginisiasi sebuah program kemitraan yang bernama Greenfields
Dairy Institute (GDI). Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan
peternak muda dan membantu mereka meningkatkan produktivitas peternakan serta
kualitas susu yang dihasilkan. Kemitraan ini sekaligus berupaya untuk
meningkatkan pendapatan dan taraf hidup peternak sapi perah rakyat. Dalam kurun
waktu sepuluh tahun, program ini akan mengembangkan keterampilan 5.000 peternak
muda dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternakan lokal.
Greenfields adalah perusahaan susu segar terdepan di
Indonesia. Selama dua dekade, Greenfields telah memproduksi susu segar dan
produk susu lainnya dengan menerapkan standar internasional di Indonesia.
Sebagai perusahaan publik, Greenfields, mempraktikan cara beternak yang baik
dan secara konsisten berusaha untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami yakin bahwa sektor peternakan rakyat dapat
ditingkatkan demi kesejahteraan peternak lokal, masyarakat dan negara. Kami
percaya bahwa implementasi program kerja sama dan praktik beternak yang baik
dapat mengatasi masalah produksi susu saat ini. Hal ini pada akhirnya akan
meningkatkan kualitas dan kuantitas susu, sekaligus meningkatkan taraf hidup
peternak dan masyarakat,” imbuh Heru.
Produksi susu nasional menyumbang kurang dari 20% dari
kebutuhan konsumsi susu nasional. Untuk meningkatkan produksi lokal, pemerintah
telah menerbitkan Permentan No. 26/2017 yang mendorong sektor swasta untuk
mengembangkan industri susu melaui program kerja sama dan pemberdayaan peternak
lokal. Lebih lanjut, sektor peternakan susu merupakan salah satu industri
strategis pemerintah, karena selain dapat terus menyediakan produk susu
bernutrisi tinggi kepada generasi muda Indonesia, industri ini juga memiliki
kontribusi tinggi pada persediaan daging lokal.
“Penggunaan susu segar ini banyak manfaatnya bagi
kesehatan karena kandungan gizi yang terlengkap memang berasal dari susu segar.
Greenfields diharapkan dapat menciptakan bisnis yang langsung dikelola oleh
Greenfields dengan melibatkan peternak terpilih untuk bersama-sama maju,” ujar
Fini.***(Halim Anwar/LKBK65).
Gambar : (1).
2.150 sapi betina Frisian Holstein asal Australia sampai di peternakan kedua
milik PT Greenfields Indonesia, di Wlingi kabupaten Blitar. Greenfields
berkomitmen mendukung upaya mencapai target 40% swasembada susu nasional dan
menjadi terdepan di industri susu nasional. (2). Kiri ke kanan: Wakapolres
Blitar, Kompol Teguh Priyo Wasono,
Asisten Deputi Peternakan dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian, Jafi Alzagladi, Bupati
Blitar, Rijanto, Head of Dairy Farm PT Greenfields Indonesia, Heru
Prabowo, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Kementerian
Pertanian, Fini Murfiani, Dandim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani,
dan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Chris Barnes, memantau
proses karantina sapi perah asal Australia. Acara penyambutan ribuan sapi perah
yang diimpor PT. Greenfields Indonesia dilaksanakan di peternakan Greenfields
di desa Ngadirenggo, Wlingi, kabupaten Blitar.***(Ist)
______
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
_____


Post a Comment