KEDIRI – Sejak dua bulan terakhir, tukang becak di Kota
Pare, Kabupaten, Kediri, JawaTtimur, mengaku
jarang mendapatkan penumpang, “ndak tahu apa masalahnya”, kata Tito (47) warga
Pare, Kediri di tempat mangkalnya di lampu merah menuju Belitar, kepada media
ini.
Tiap
hari biasanya pendapatannya tidak menentu kadang kadang RP 50.000, namun tak
jarang bila pulang tak membawa sepeserpun uang. Padahal ia sudah mengisi
bensin Rp.10.000 untuk modal becak motornya yang dimodifikasi dari motor
tua.
Beruntung
ia punya langganan anak sekolah yang setiap hari harus diantar, hitung hitung
untuk bulanan bayar bon. Kalau tidak ia harus gigit jari bila mengandalkan
penumpang harian.
Para penumpang
umumnya menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil. Apalagi
sekarang penumpang beralih naik Gojek yang banyak berseliweran.
Namun
ketabahan dan kesabaran tukang becak ini patut di puji, meski menanti tanpa
penumpang. Mereka masih bisa bercanda tawa sesama koleganya.
Ungkapan
senada juga disampaikan Tarji, yang menggunakan becak dengan motor
penggerak mesin penggiling tepung ini mengaku pasrah. Toh mereka tiap hari
tidak kelaparan, bila hari ini tak dapat penumpang esaok dan lain hari
masih ada, inilah kehidupan paparnya pasrah.***(Yudo Sudarto/LKBK65).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
_____


Post a Comment