KETAPANG – Kabupaten Ketapang, Kalbar, dengan julukan khasnya
sebagai kota seribu kios memang benar adanya. Bahkan tidak hanya seribu,
mungkin bisa lebih.
Lihat
saja disepanjang jalan Gatot Subroto, jalan Gajah Mada, Sukaharja dan sepanjang
jalan di desa desa selalu ada pondok kecil yang berisi BBM jerigen.
Meski
banyak keluhan keberadaan kios ini ternyata banyak warga yang bersyukur
tentang adanya kios BBM ini. Betapa tidak, saat jam 6 pagi kita hendak
kekebun atau kerja mau beli bensin di mana, kalau tidak ada kios BBM.
“Sementara
SPBU baru buka jam 8 dan ada juga yang jam 10 baru buka, bahkan saat hari Minggu
mereka serempak libur”, papar Junai (36) warga Ketapang, kepada media ini.
Meski
mahal Rp 8.000 sampai Rp 9.000. tetapi setiap saat tersedia, meski jam 10
malam. Karena itu tak heran bila di SPBU sering banyak pedagang kios kecil ini
yang antre untuk mendapat BBM bagi kios mereka.
Ungkapan
yang sama juga disampaikan Amran (45) warga desa Sungai Putri, Kecamatan Muara
Pawan, Ketapang. “Orang Ketapang ini terbiasa dengan bensin mahal, yang penting
ada”,paparnya.
Meski
BBM mahal akan menyebabkan biaya hidup mahal, tetapi demikianlah kota Ketapang,
kota dengan seribu kios.***(Yudo Sudarto/LKBK65).
Gambar: Jerigen BBM menumpuk di atas kendaraan roda dua yang
sedang berjalan dan pemiliknya tidak takut akan terjadi kecelakaan.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
_____

Post a Comment