PONTIANAK – Staf Ahli Ketua DPD-RI yang juga Calon Wakil Walikota
Pontianak Harry Daya menghimbau agar masyarakat Kalimantan Barat peduli namun
tetap mewaspadai menyebarnya berita bohong atau hoax tragedi kemanusian etnis
Rohingya yang menyebar luas di media sosial yang bertujuan memecah belah antar
umat beragama.
"Tragedi
atau krisis kemanusiaan terhadap etnis Rohingya itu benar terjadi dan harus
segera dihentikan. Puluhan ribu korban harus segera diselamatkan, ribuan korban
kelaparan dan sekarang tidak mempunyai tempat tinggal. Warga Kalimantan Barat
termasuk Pemerintah Daerah diharapkan ikut membantu memberikan andil atau
sumbangsih secepat mungkin," kata Harry Daya yang juga mantan Anggota
Dewan Kota Pontianak ini, Selasa (05/09/2017) kepada wartawan di Kantor
Perwakilan DPD RI Jalan Ayani Pontianak.
Ketua Dewan Kehormatan
IWO ( Ikatan Wartawan Online) Kalimantan Barat ini juga menjelaskan bawah
pemerintah Indonesia juga sudah turun tangan ke sana termasuk
dunia.
Namun yang
perlu diwaspadai, menurut pengamatan Harry, bahwa banyak sekali berita bohong
atau hoax yang sengaja disebar oleh kelompok tertentu dengan tujuan memecah
belah rasa persatuan dan persaudaraan di Indonesia.
"Banyak
tragedi di negara lain atau peristiwa lain dengan foto atau video ditulis bahwa
itu peristiwa di Rohingya. Ada gambar ratusan orang dibakar lagi shalat subuh.
Setelah diteliti itu foto tragedi kebakaran di negara Afrika. Belum lagi gambar
sadis yang lain dimana tujuan kelompok-kelompok tertenu ini menginginkan antar
umat dan persaudaraan di Indonesia pecah," tambah mantan wartawan senior
Majalah Tempo dan pendiri Harian Suara Pemred ini.
Harry yang
juga Sekretaris DPD Partai Hanura ini meminta agar pemuda dan mahasiswa di
Kalbar dengan simbul semua etnis dan agama segera peduli turun ke jalan untuk
menggalang bantuan kemanusian.
"Tentu
hal ini menjadi catatan bagi kita semua, agar tidak mudah percaya berita hoax.
Masyarakat atau kaula muda bisa mencari kebenaran itu dengan melihat atau
membaca berita di media media online, cetak dan televisi yang terpercaya.
Itupun harus hati-hati karena belakangan ini, para penjahat atau penyebar isu
bohong itu sudah mulai menggunakan atau mencatut nama media ternama atau
terpercaya," tambah mantan aktivis lingkungan yang dikenal dengan
panggilan Superman Pontianak ini.***(SP/LKBK65).
Gambar: Harry Daya Staf
Ahli Ketua DPD RI.***(Isr).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
_____

Post a Comment