BENUA KAYONG – Para
pengrajin atap daun nipah di Desa Sukabaru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang,
Kalbar, kini masih tetap eksis menjadi pengrajin. Meski banyak warga yang
sudah berubah menggunakan seng untuk atap rumahnya.
Atap
dari daun nipah atau dikenal dengan nama rumbia ini masih tetap digunakan
warga, terutama untuk kandang ayam, kandang sapi, pondok ladang dan juga bahkan
warung tradionil.
Mafis
(56) nelayan Desa Sukabaru saat tidak melaut ia gunakan waktu untuk mengambil
daun nipah yang banyak tumbuh disekitar desa mereka. Dengan menggunakan perahu
ia susuri sungai dan muara yang banyak tumbuh daun nipah tersebut.
Menurut
nelayan yang sudah puluhan tahun menjadi pengrajin atap nipah ini, meski
hasilnya kecil. Lumayan untuk menambah penghasilan keluarga mereka. Permintaan
akan atap daun nipah ini masih tinggi. Hanya kemampuan mereka terbatas, karena
selain jauh mencari daunnya, juga tenaga pengrajin hanya mengerjakan kebanyakan
orang tua tua. Anak muda enggan menggeluti profesi ini.
Dulu
selain atap nipah dia juga mengerjakan pembuatan kajang, yang digunakan untuk
dinding rumah yang terbuat dari daun nipah muda (atau daun pucuk-red). Kini tak
lagi ada peminatnya, karena warga desa sudah menggunakan papan atau beton untuk
dinding rumah mereka.***(Yudo Sudarto/LKBK65).
_______
“MENGUTIP
SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
_____

Post a Comment