BALI - Direktur Kebijakan Keamanan Laut Bakamla RI Sucipto,
S.H., M.Hum mewakili Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo S.E., M.H.,
membuka Workshop Harmonisasi Kebijakan Internasional Keamanan dan Keselamatan
Laut Tahun 2017, di Hotel Mercure Bali Harvestland, Kuta, Prov. Bali, Kamis
(28/9/2017).
Pada
sambutan pembukaan Sucipto menjelaskan, workshop digelar dalam rangka
memfasilitasi pertemuan antar instansi dan pihak-pihak terkait untuk
bersama-sama membahas permasalahan/isu keamanan dan keselamatan laut
berdasarkan aturan-aturan, mensosialisasikan peraturan pemerintah serta
undang-undang terkait keamanan keselamatan laut untuk diketahui bersama,
didiskusikan, dan dicari solusi terbaik.
Sucipto
juga mengatakan, Bakamla RI memiliki kemampuan dalam hal patroli keamanan dan
keselamatan, surveillance, dan sinergitas. Untuk membentuk sinergi antar
instansi serta masyarakat, melalui workshop ini Bakamla RI berharap dapat
terjalin komunikasi yang efektif dan efisien sehingga dihasilkan kesamaan
persepsi dan tindakan dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik,
terkait aspek penegakan hukum di laut.
Dalam
kegiatan ini Direktorat Kebijakan Bakamla RI mengundang empat orang nara sumber
yaitu Kasi Kerjasama Multilateral dan Organisasi Internasional Bakamla RI
Hudiansyah Is Nursal, S.H., MILIR., Kasi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan
Keselamatan Pelayaran KPLP Jan Piter Daniel, Kus Prisetiahadi dari
Kemenkomaritim, dan Wakil Dekan III Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas
Udayana I Gede Hendrawan, S.Si., M.Si., Ph.D.
Sedangkan
peserta workshop merupakan perwakilan yang berasal dari berbagai instansi
antara lain Basarnas, Polair Polda Bali, KSOP Benoa, Kejati Bali, HNSI Bali,
PSDKP Benoa, Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI), FH Universitas Udayana,
dan Dinas Pariwisata Prov. Bali.***(SP/LKBK65).
Gambar : Documen Puspen TNI untuk LKBK65
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
_____

Post a Comment