BENUA
KAYONG – Meski sudah mulai panen,
tetapi harga beras di tingkat petani hingga kini tetap tinggi, hal ini sangat
menguntungan bagi petani. Di sejumlah daerah diantaranya Sei Kinjil, Kinjil
Pesisir dan Desa Sukabaru yang sudah mulai panen, rata rata petani
menjual berasnya seharga Rp. 9000 per kg.
“Kalaupun ada penurunan harga jual, nilainya tipis Rp.
8000”, kata Mutayam, petani dari desa Sei Kinjil, Kecamatan Benua Kayong
Kabupaten Ketapang, Kalbar, kepada media ini.
Para petani menjual langsung ke toko, warung atau
penggilingan padi, itupun dalam jumlah keil paling paling 50 – 100 kg,
sekedar untuk keperluan mendesak, karena mereka menjual berasnya secara
bertahap sesuai keperluan.
Bagi
petani Desa Sei Kinjil Pesisir, bertanam padi di desa mereka sudah menjadi
penghasilan utama, karena mereka sudah dapat menanam dua kali dalam setahun. Hanya
arealnya yang tidak bisa bertambah, karena desa mereka termasuk desa sempit
yang sulit untuk memperluas lahannya.
Tiap
ukur, yaitu lebar 10 depa dan panjang 10 depa, petani bisa mencapai hasil
gabah 40 gantang atau 50 gantang, satu gantangnya 2,8 kg atau bila
dikonpersikan pada satuan hektar produksinya padi dapat menapai 4 sampai 5 ton
per hektar.***(Yudo Sudarto/LKBK56).
Gambar : Para petani di Sei Kinjil panen padi.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______




Post a Comment