KETAPANG-Ingat Kota
Ketapang,ingat Ale Ale,kuliner khas Ketapang daerah paling selatan propinsi
Kalimantan Barat. Makanan dari laut ini memang terkenal, karena sudah sejak
lama menjadi sumber protein hewani masyarakat Ketapang.
Rasanya yang khas dan
harganya terjangkau menjadikan kerang yang berhabitat di muara laut ini menjadi
dinikmati. Pusat produksi kerang Ale Ale ini terbanyak di Desa Sukabangun Kecamatan
Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, meskipun di desa pinggir laut lainnya
juga ada.
Nelayan pencari kerang ini
tiap hari membawa hasil tangkapannya kemudian di jual dalam bentuk bulat,
adapula yang dijual dalam bentuk daging yang telah dilepas dari
cengkangnya.
Menurut Salihin (52) pencari Ale Ale dari Desa Sukabangun
Dalam, tiap hari ia dapat mengambil Ale Ale ini dengan hasil 6 kg, hal
ini disebabkan ramainya pencari kerang pantai ini.
Tiap hari selalu saja ada,
tergantung banyak sedikitnya,dan tergantung musim, bila musim air pasang naik,
pencarian Ale Ale ini agak sulit, tetapi saat kemarau air dangkal mencarinya
lebih mudah.
Lain lagi Nek Limah (57) warga Sukabangun Dalam ini tiap hari
mengambil upahan untuk mengupas cangkang Ale aAe. Tiap hari ia mampu mengupas 4
– 5 canting dengan upah per canting Rp. 5000; Sedangkan bila di jual
harganya bisa mencapai Rp.10 000 ribu per kaleng.
Sebagai sumber pangan,
kerang berprotein tinggi ini sudah membudaya di masyarakat, rasanya
sangat gurih dan mudah diolah. Olahan Ale Ale paling sederhana tapi paling
banyak disukai adalah dimasak dengan cara direbus atau ditumis, apalagi dimasak
serunding untuk lauk ketupat colet, dan atau dibikin pekasam...sedaaap nian.***(Yudo
Sudarto/LKBK65).
Gambar:
Warga Sukabangun Dalam sedang memisahkan isi Ale Ale dari cangkangnya.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment