JAKARTA-Tugas Bakamla RI sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2014
tentang Kelautan dan Perpres No. 178 Tahun 2014 tentang Badan Keamanan Laut,
yakni melakukan kegiatan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan
Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.
Hal tersebut dikatakan Sestama Bakamla RI Laksda TNI
Agus Setiadji, S.AP. dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama
Pemanfaatan Transponder BRIsat antara BRI dengan Bakamla RI di Aula Gedung BRI
1, Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).
Secara khusus, lanjutnya, salah satu fungsi yang
diemban Bakamla RI dalam menjalankan tugasnya adalah menyelenggarakan Sistem
Peringatan Dini Keamanan dan Keselamatan di wilayah perairan Indonesia, melalui
penginderaan jarak jauh dengan Sistem Surveillance Terintegrasi.
BRI berhasil menjadi bank pertama di dunia yang
memiliki satelit sendiri. Sebagai rasa syukur kepada masyarakat dan kontribusi
kepada Indonesia, BRI berkomitmen untuk mengalokasikan empat dari 45
transponder yang dimiliki BRIsat kepada pemerintah Indonesia.
Bakamla RI menjadi salah satu instansi yang
mendapatkan slot transponder tersebut dari lima kementerian dan lembaga yang
ada di Indonesia. Kementerian dan lembaga pemerintah tersebut antara lain
Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI); Kepolisian Negara Republik
Indonesia (Polri); Kementerian Keuangan; Badan Intelijen Negara (BIN); dan
Bakamla RI.
Dengan menggunakan BRIsat, Bakamla RI dapat melakukan
patroli surveillance lebih baik dan optimal. Tidak hanya menghemat biaya untuk
bahan bakar operasi laut dan udara, namun kecepatan informasi yang didapatkan
juga merupakan nilai tambah.
“Peran komunikasi satelit dalam mendukung kinerja
Bakamla RI sangatlah strategis dan menjadi tak terelakkan bagi keberhasilan
tupoksi Bakamla RI, mengingat Negara Indonesia merupakan negara kepulauan,” tutur Laksda Agus Setiadji.
Bakamla RI mengapresiasi kebijakan BRI dalam
komitmennya untuk mengalokasikan slot transponder bagi kepentingan negara.
Bakamla RI juga mengapresiasi Kementerian Komunikasi dan Informasi, yang telah
mempertimbangkan Bakamla RI sebagai salah satu instansi yang tepat dalam
penggunaan transponder BRIsat.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Kominfo
Rudiantara; Kepala Staf aangkatan Darat Jenderal TNI Mulyono; Kepala Staf Umum
TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, MPA., MBA.; Inspektur Pengawasan Umum
Polri Komjen Pol Drs. Dwi Priyatno, S.H.; Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan,
Jasa Survei dan Jasa Konsultasi, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Gatot Trihargo; Sekretaris Utama BIN Drs. Zaelani; Deputi Operasi dan Latihan
Bakamla RI Laksda TNI Andi Achdar; Direktur Data dan Informasi Bakamla RI
Laksma TNI Isbandi Andrianto, S.E., M.M.; dan Direktur Kerja Sama Sandi, S.H.***(SP/LKBK65).
Gambar: Documen Puspen TNI untuk Portal LKBK65
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment