KETAPANG – Masjid Agung
Al-Ikhlas Ketapang,Kalimantan Barat yang akan menjadi ikon kota Ketapang, dan merupakan
masjid terbesar di daerah itu telah diresmikan pemakaiannya oleh Ketua Dewan
Perwakilan Daerah (DPD) RI, Oesman Sapta Odang,Kamis (25/05/2017) malam lalu.
Menurut OSO, berkaitan
dengan keberadaan Masjid Agung Al Ikhlas itu dirinya bangga sama Ketapang,
sebab Masjid terbesar di Ketapang yang mulai dibangun pada masa pemerintahan
Bupati Henrikus di tahun 2011 silam, dan bisa diresmikan dimasa pemerintahan Bupati
Martin Rantan saat ini.
“Bupati lama
menciptakan, Bupati sekarang menyelesaikan, bahkan akan dibangun Islamic Center,ini
cita-cita mulia dari Bupati, padahal Bupati beragama Non Muslim, ini harus
menjadi tanda kalau toleransi umat beragama ada”,kata Oesman Sapta Odang sembari
mengajak seluruh masyarakat Ketapang untuk saling menghormati keberagaman agama
yang ada.
Sebelumnya Bupati
Ketapang Martin Rantan,SH dalam sambutannya pada peresmian pemakaian Masjid
Agung Al Ikhlas itu, menjelaskan bahwa masjid tersebut mulai dibangun pada
bulan Juli 2011 pada masa Bupati Henrikus dan Wakilnya Boyman Harun, kemudian
diteruskan oleh Pj.Bupati Kartius, lalu kemudian dilanjutkan pada masa dirinya
menjadi Bupati bersama Wakilnya Suprapto.
Pada kesempatan itu Bupati
Martin Rantan berharap agar Masjid Agung Al Ikhlas tidak hanya dijadikan tempat
ibadah saja, karena masjid memiliki peran strategis sebagai pusat keagamaan
sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Bupati Martin juga
menjelaskan bahwa biaya pembangunan Masjid Agung Al Ikhlas itu dimulai dari
hibah Pemkab Ketapang melalui APBD dan partisipasi semua pihak, termasuk para
pengusaha serta masyarakat.
Selanjutnya kata
Martin,Masjid Agung Al Ikhlas ini menjadi masjid kebanggan bersama, “nantinya
juga akan dilakukan pembangunan, mulai penghijauan, pemagaran serta pembangunan
Islamic Center di dalam komplek masjid Al-Ikhlas ini, dan Pemda mendukung
pembangunan Islamic Center ini, untuk itu mari kita semua bahu membahu dalam
rangka mewujudkan fasilitas itu,”kata Martin, seraya mengingatkan agar ke depan
manajemen masjid Al Ikhlas ini harus profesional selain Pemkab Ketapang juga
terus berupaya melakukan pembinaan umat beragama agar terus menjadi daerah yang
kondusif.
Sementara itu mantan Bupati Ketapang,Drs.Henrikus,M.Si,ketika
dihubungi Portal LKBK65, Sabtu (26/05/2017) malam melalui telpon genggamnya, menceritakan
bahwa proses awal pembangunan Masjid Agung Al Ikhlas itu karena secara kebetulan
rumah pribadinya dan pendopo dekat dengan Masjid Al Ikhlas di Jalan Haji Agus
Salim.
“Saya melihat langsung kapasitas Masjid Al Ikhlas itu tidak
reprentatif di banding dengan Umat Muslim yang begitu besar yang ada di
Ketapang, ini terlihat ketika Sholad Idul Fitri dan Idul Adha banyaknya umat
yang sholat di lapangan Masjid, sebagai idikator fasilitas rumah ibadah harus
ditingkatkan, ini adalah tanggung jawab saya sebagai UMARA yang harus melayani
dengan adil”,cerita Henrikus mengenang awal mula Masjid Agung Al Ikhlas
tersebut dibangun.
Selanjutnya kata Henrikus,sebagai Bupati, dirinya
melihat kemampuan APBD Ketapang, banyak investor dan kemampuan ekonomi
masyarakat khususnya Umat Muslim, “saya bertekad Masjid Agung harus dibangun
yang diawali rapat dengan SKPD, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, setelah semua
nya setuju dan mau bertekad membangun Masjid Agung barulah beberapa hari
kemudian kami mengadakan rapat pembentukan Panitia Pembangunan Masjid yang
ditetapkan dengan SK Bupati”,ungkap Henrikus yang saat ini focus pada aktivitas
dibidang pertanian.
Insyaallah, kata Henrikus, dengan jerih payah seluruh
lapisan masyarakat khususnya Umat Muslim Ketapang secara bertahap MASJID AGUNG
AL IHKLAS Ketapang dapat dinyatakan selesai,walaupun konsep awal dalam
pembentukan Panitia ada pemagaran dan dilengkapi dengan kantor kantor sehingga
berwujud "Islamic Cetre".
“Inilah design awal saya waktu itu, saya sebagai UMARA
wajib menyiapkan FASILITAS sedangkan ULAMA wajib memanfaatkan fasilitas itu
dengan wujud "Memakmurkan Masjid itu", inilah indanya jika Umara
selalu bergandengan tangan dengan Ulama”,pungkas Henrikus yang sekaligus
menyampaikan ucapan selamay menunaikan ibadah puasa semoga amal ibadahnya
diterima oleh Allah S.A.W dan selamat menggunkan masjid baru semoga dengan
masjid baru dapat menambah motivasi untuk sholat di masjid dan aktivitas lain
yang telah ditentukan ulama dan pengurus masjid.***(Halim/Agus/Bagus/LKBK65).
Gambar: Masjid Agung Al Ikhlas Ketapang, Kalimantan Barat.Jalan
Haji Agus Salim ***(Foto:LKBK65).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______




Post a Comment