SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » , , , » Masjid Agung Al Ikhlas Telah Diresmikan dan Ini Cerita Mantan Bupati Ketapang Henrikus

Masjid Agung Al Ikhlas Telah Diresmikan dan Ini Cerita Mantan Bupati Ketapang Henrikus

Written By lkbk on Saturday, May 27, 2017 | 2:19 PM

KETAPANG Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang,Kalimantan Barat yang akan menjadi ikon kota Ketapang, dan merupakan masjid terbesar di daerah itu telah diresmikan pemakaiannya oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Oesman Sapta Odang,Kamis (25/05/2017) malam lalu.

Menurut OSO, berkaitan dengan keberadaan Masjid Agung Al Ikhlas itu dirinya bangga sama Ketapang, sebab Masjid terbesar di Ketapang yang mulai dibangun pada masa pemerintahan Bupati Henrikus di tahun 2011 silam, dan bisa diresmikan dimasa pemerintahan Bupati Martin Rantan saat ini.

“Bupati lama menciptakan, Bupati sekarang menyelesaikan, bahkan akan dibangun Islamic Center,ini cita-cita mulia dari Bupati, padahal Bupati beragama Non Muslim, ini harus menjadi tanda kalau toleransi umat beragama ada”,kata Oesman Sapta Odang sembari mengajak seluruh masyarakat Ketapang untuk saling menghormati keberagaman agama yang ada.

Sebelumnya Bupati Ketapang Martin Rantan,SH dalam sambutannya pada peresmian pemakaian Masjid Agung Al Ikhlas itu, menjelaskan bahwa masjid tersebut mulai dibangun pada bulan Juli 2011 pada masa Bupati Henrikus dan Wakilnya Boyman Harun, kemudian diteruskan oleh Pj.Bupati Kartius, lalu kemudian dilanjutkan pada masa dirinya menjadi Bupati bersama Wakilnya Suprapto.

Pada kesempatan itu Bupati Martin Rantan berharap agar Masjid Agung Al Ikhlas tidak hanya dijadikan tempat ibadah saja, karena masjid memiliki peran strategis sebagai pusat keagamaan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Bupati Martin juga menjelaskan bahwa biaya pembangunan Masjid Agung Al Ikhlas itu dimulai dari hibah Pemkab Ketapang melalui APBD dan partisipasi semua pihak, termasuk para pengusaha serta masyarakat.

Selanjutnya kata Martin,Masjid Agung Al Ikhlas ini menjadi masjid kebanggan bersama, “nantinya juga akan dilakukan pembangunan, mulai penghijauan, pemagaran serta pembangunan Islamic Center di dalam komplek masjid Al-Ikhlas ini, dan Pemda mendukung pembangunan Islamic Center ini, untuk itu mari kita semua bahu membahu dalam rangka mewujudkan fasilitas itu,”kata Martin, seraya mengingatkan agar ke depan manajemen masjid Al Ikhlas ini harus profesional selain Pemkab Ketapang juga terus berupaya melakukan pembinaan umat beragama agar terus menjadi daerah yang kondusif.

Sementara itu mantan Bupati Ketapang,Drs.Henrikus,M.Si,ketika dihubungi Portal LKBK65, Sabtu (26/05/2017) malam melalui telpon genggamnya, menceritakan bahwa proses awal pembangunan Masjid Agung Al Ikhlas itu karena secara kebetulan rumah pribadinya dan pendopo dekat dengan Masjid Al Ikhlas di Jalan Haji Agus Salim.

“Saya melihat langsung kapasitas Masjid Al Ikhlas itu tidak reprentatif di banding dengan Umat Muslim yang begitu besar yang ada di Ketapang, ini terlihat ketika Sholad Idul Fitri dan Idul Adha banyaknya umat yang sholat di lapangan Masjid, sebagai idikator fasilitas rumah ibadah harus ditingkatkan, ini adalah tanggung jawab saya sebagai UMARA yang harus melayani dengan adil”,cerita Henrikus mengenang awal mula Masjid Agung Al Ikhlas tersebut dibangun.

Selanjutnya kata Henrikus,sebagai Bupati, dirinya melihat kemampuan APBD Ketapang, banyak investor dan kemampuan ekonomi masyarakat khususnya Umat Muslim, “saya bertekad Masjid Agung harus dibangun yang diawali rapat dengan SKPD, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, setelah semua nya setuju dan mau bertekad membangun Masjid Agung barulah beberapa hari kemudian kami mengadakan rapat pembentukan Panitia Pembangunan Masjid yang ditetapkan dengan SK Bupati”,ungkap Henrikus yang saat ini focus pada aktivitas dibidang pertanian.

Insyaallah, kata Henrikus, dengan jerih payah seluruh lapisan masyarakat khususnya Umat Muslim Ketapang secara bertahap MASJID AGUNG AL IHKLAS Ketapang dapat dinyatakan selesai,walaupun konsep awal dalam pembentukan Panitia ada pemagaran dan dilengkapi dengan kantor kantor sehingga berwujud "Islamic Cetre".

“Inilah design awal saya waktu itu, saya sebagai UMARA wajib menyiapkan FASILITAS sedangkan ULAMA wajib memanfaatkan fasilitas itu dengan wujud "Memakmurkan Masjid itu", inilah indanya jika Umara selalu bergandengan tangan dengan Ulama”,pungkas Henrikus yang sekaligus menyampaikan ucapan selamay menunaikan ibadah puasa semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah S.A.W dan selamat menggunkan masjid baru semoga dengan masjid baru dapat menambah motivasi untuk sholat di masjid dan aktivitas lain yang telah ditentukan ulama dan pengurus masjid.***(Halim/Agus/Bagus/LKBK65).

Gambar: Masjid Agung Al Ikhlas Ketapang, Kalimantan Barat.Jalan Haji Agus Salim ***(Foto:LKBK65).
_______

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

______
Share this post :

Post a Comment