JAKARTA-Penangkapan dua Auditor Utama BPK
oleh KPK adalah pukulan telak bagi lembaga auditor negara itu. Bagaimana tidak,
baru seminggu BPK serahkan LKPP 2016 kepada Presiden, sekarang Auditor Utama
nya ditangkap KPK. Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan ke
Presiden pun semakin yakin diragukan keabsahannya karena WTP rasa WDP.
“FITRA
menilai,penangkapan auditor BPK ini memecahkan mitos bahwa memang benar ada
jual beli WTP. Ataupun permainan dalam proses audit keuangan negara. Dalam
kasus E-ktp juga ditemukan auditor yang mendapat aliran dana”,ungkap Yenny
Sucipto,Sekjen Forum Indonesia untuk Ttransparansi Anggaran (FITRA), kepada Portal LKBK65, melalui Siaran Persnya,Sabtu
(27/05/2017) siang.
Selanjutnya
kata Yenny,metodologi audit BPK harus dirubah, outputnya bukan asal predikat
WTP yang justru menjadi lahan basah korupsi. Tetapi selain menemuka kerugian
negara audit PDTT juga perlu audit kinerja dan impact dari anggaran
pembangunan.
“Harus
dilakukan reformasi total BPK. Reformasi ini dalam dua hal, pertama perkuat
integritas internal auditor dan kedua, bersihkan BPK dari Pimpinan yang
berlatar belakang politikus”,ujar Yenny seraya menyatakan bahwa Seknas FITRA
dan Jaringan Simpul Jaringan di 13 Daerah, meminta Presiden Joko Widodo harus
menjadikan ini sebagai momentum reformasi BPK.
“Tahun depan
akan dipilih 6 Anggota BPK. Revisi syarat anggota bukan parpol dan diseleksi
KPK dan BPK menjadi harga mati”,pungkas Yenny Sucipto Sekjen FITRA.***(Halim Anwar/LKBK65).
Gambar: Documen Yenny Sucipto Sekjen FITRA untuk Portal
LKBK65.
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment