KETAPANG-Mantan anggota DPRD Ketapang tahun
1999-2004 H.R.Zainudin,SE menilai kegaduhan yang terjadi Pada Bidang
Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian,Peternakan dan Perkebunan
Kabupaten Ketapang,Kalimantan Barat,soal paket proyek yang berasal dari APBD
Ketapang 2017 sebanyak seribu lebih paket proyek Penunjukan Lansung (PL) itu
diakibatkan karena pembagian proyek tidak adil yang dimohonkan oleh pihak kontraktor.
"Itukan
diakibatkan selalu adanya tumpang tindih dengan proyek aspiratsi oknum anggota
dewan yang ada di DPRD Ketapang yang telah merekomendasikan pekerjaan dengan
pihak kontraktor lain",ungkap Zainudin kepada Portal
LKBK65,Rabu,(24/05/2017),malam.
Zainudin
melanjutkan,terlebih rancunya lagi,kewenangan dari pejabat itu sendiri mau
mendominasi dan mau diatur serta diintervensi oleh oknum-oknum anggota DPRD,sehingga
kelihatan terkesan timbul adanya sibuk mengurus proyek untuk kepentingan
pribadi ketimbang kepentingan masyarakat yang seharusnya lebih diutamakan.
"Saya
ingat dulu,pada waktu saya menjadi anggota DPRD Ketapang priode tahun 1999
-2004 tidak ada yang namanya proyek aspirasi yang telah kami usulkan kepihak
eksekutif itu pekerjaanya harus kami yang atur dengan menunjuk pihak kontraktor.Semuanya
kami serahkan pada pihak eksekutif,karna itu sudah menjadi kewenangan
mereka",ujarnya.
Tapi kalau
sekarang,lanjutnya,oknum anggota DPRD nya terlalu berani merekomendasikan untuk
pihak kontraktor.Tentu budaya seperti ini kalau tidak dihentikan akan merusak
tatanan Pemerintah serta merugikan rakyat dan pembangunan dengan kualitas hasil
pekerjaanya tidak senonoh.
"Kan
yang rugi rakyat,karna mungkin uangnya berkurang karena sudah
"disunat" terlebih dahulu,dan jadi pihak pelaksana yang mengerjakan
pekerjaan pun terpaksa asal-asalan",papar Zainudin.
Terhadap
Bidang PSP di Dinas Pertanian,Peternakan dan Perkebunan Ketapang, Zainudin
menyarankan agar Bupati Ketapang segera menonaktifkan atau segera memutasikan
Kepala Bidang dan Pejabat Pembuat Komitmen dibidang itu, karena dinilainya
belum mampu dan belum berpengalaman.
"Kalau
masih dipertahankan juga kita khawatir dapat menghambat proses dalam
pelaksanaan proyek pembangunan. Sebab saya nilai banyak mengutamakan
kepentingan pribadi,jadi sangat wajar sering terjadi kekisruhan pada bidang
itu.Prihatin kita dengan kondisi seperti ini",pungkas Zainudin.
Hal senada
juga diutarakan Dedi Sumarni salah satu masyarakat Ketapang yang juga aktif
sebagai jurnalis di salah satu media massa terbitan pusat,Rabu (24/05/2017) siang,menilai bahwa molornya
kegiatan proyek di DPPP saat ini dalam penyerapan anggaran disebabkan adanya
tarik ulur kepentingan kelompok dan individu.
"Proyek
inikan molor saat ini,menurut beberapa element masyarakat lainnya yang saya
terima dengan adanya kepentingan kelompok-kelompok itu tadinya,hingga didalam
SKPD tersebut kegiatan proyek pembangunan terkesan telah dirampok oleh
oknum-oknum anggota yang ada di DPRD Kabupaten Ketapang. Karena mereka itu
selalu memanfaatkan SKPD",tegas,Dedi Sumarni.
Sementara
itu pada bagian lain, Hermansyahwiran selaku Kepala Bidang Prasarana dan Sarana
Pertanian (PSP) Dinas Pertanian,Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Ketapang,
ketika dikonfirmasi, Rabu (24/05/2017) malam, melalui telpon genggamnya soal
kisruh pelaksanaan proyek proyek yang ditanganinya itu, hanya menjawab “no coment
lah”.***(Halim/Agus/LKBK65).
Gambar: (1). H.Zainduin. (2). Dedi Sumarni.***(Foto: LKBK65).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”



Post a Comment