SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » , , , , » Ini Hasil Sementara Penelusuran Pembelian Mesin Damkar Untuk 253 Desa di Ketapang

Ini Hasil Sementara Penelusuran Pembelian Mesin Damkar Untuk 253 Desa di Ketapang

Written By lkbk on Wednesday, March 8, 2017 | 3:08 AM

KETAPANG-Mantan Kepala Badan Pemerintahan Desa,Perempuan dan Keluarga Berencana (KB) Ketapang,Kalimantan Barat.Muslimin,S.Ip,kepada Portal LKBK65,mengakui bahwa beberapa waktu lalu dirinya bersama staf dan Wakil Bupati Ketapang Suprapto telah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik Polres Ketapang,terkait adanya laporan tentang dugaan penyimpangan pengadaan alat Pemadam Kebakaran untuk 253 desa yang ada di Ketapang,Kalimantan Barat.

Berkaitan dengan hal itu menurut Muslimin pihaknya tidak campur tangan dengan para Kepala Desa dalam pengelolaan anggaran desa untuk pembelian alat Damkar tersebut,”jadi ini mereka semuanya, mereka membuat daftar pesanan dan segala macamnya”,terang Muslimin dari ujung telpon genggamnya kepada Portal LKBK65,Selasa (07/03/2017) sore kemarin.

Selanjutnya ungkap Muslimin, bahwa untuk pembelian alat Damkar itu para Kades dibebaskan membeli di mana saja tergantung desa itu sendiri. Tidak harus pada satu toko, atau perusahaan tertentu.

“Harganya pun terserah,tergantung berapa harganya dan tambahan yang lain, mungkin penambahan slang,pembuatan baju dan yang lainnya, sehingga anggaran yang mereka (Kades-Red) anggarkan satu desa dengan desa yang lain tidak sama”,kata Muslimin yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ketapang.

Sementara itu agar kasus ini terbuka secara terang benderang,belum lama ini Portal LKBK65 melakukan penelusuran dan mendapati bahwa pernyataan Muslimin itu bertolak belakang dengan kenyataan yang ada di lapangan, sebab menurut salah satu Kades,pihaknya menerima mesin Damkar dan alat-alat lainnya itu dari penyedia alat yang “telah ditentukan”.

Dan saat itu mereka sudah mendapatkan RAP dari PMD Ketapang dan tinggal dibayar saja,waktu itu mereka membayar sejumlah Rp.24.945.000,00 dan uangnya tersebut diserahkan langsung kepada seseorang di kantor itu,bahkan ada yang distor langsung melalui rekening pemilik perusaan di Bank Kalbar Ketapang. Hal ini mereka lakukan karena membantu proses mempercepat laporan pertanggungjawaban.

Kemudian penelusuran Portal LKBK65 tidak hanya sampai disitu,atas dasar keinginan dan petunjuk yang kuat, maka kami berhasil mengkonfirmasi kepada perusahaan penyedia mesin dan alat-alat Damkar untuk desa-desa itu,sebut saja AS selaku pemilik perusahaan CV.RI, ketika dihubungi melalui telpon genggamnya,Selasa (07/03/2017) pagi kemarin,dia mengakui bahwa perusahaannyalah sebagai penyedia mesin dan alat-alat Damkar itu.

Petunjuk lain yang kami dapati, dan dari sumber yang dapat dipercaya, bahwa informasi dari PMD, desa-desa itu telah menganggarkan sebesar Rp.24.945.000,00. Lalu,kata sumber tersebut, desa desa itu kemudian sudah diantari mesin-mesin Damkar yang dititipkan di setiap kecamatan oleh perusahaan penyedia,bahkan anehnya,menurut sumber,para Kades sudah diantari mesin Damkar itu jauh sebelum uang itu keluar, dan bahkan selagi para Kades menyusun Peraturan Desa (Perdes).

Hal lain yang dinilai janggal dari proses pembelian mesin Damkar dan alat-alat pendukungnya itu,bahwa para Kades baik yang berada di pedalaman maupun yang berada di daerah pantai diduga “telah diarahkan” agar membeli mesin itu kepada salah satu penyedia.

Dapat dibayangkan kalau Kepala Desa Padang yang berada di Kecamatan Benua Kayong yang nota bene dekat dengan pusat kota Ketapang, sementara jenis mesin Damkar seperti itu banyak dijual di toko-toko,lalu kemudian harus membeli mesin itu nun jauh di Air Upas,berapa biaya transportasi dan lain-lainnya yang harus mereka keluarkan..??? Ini lucu dan tidak masuk akal...!!!***(TIM/LKBK65).

Gambar: Mesin Damkar yang dibeli melalui dana desa untuk 253 desa yang ada di Ketapang.***(Foto: LKBK65).
_______

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
______

Baca juga : Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Alat Damkar Untuk 253 Desa di Ketapang, Inspektorat Bentuk Tim Audit

Share this post :

Post a Comment