BANDUNG-Dalam ikut-serta mengawal kinerja pemerintahan
Presiden Jokowi – JK hingga akhir jabatan thn.2019 mendatang, maka
KPPJ – Komite Penegakan Pro Justitia bersama Media Ummat, Koran
Lembang , GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia), Yayasan Pamanah Rasa
Nusantara, Polda Jawa Barat, APPI (Aliansi Perempuan Peduli Indonesia), Buah
Batu Corps –Bandung Barat, kantor Hukum WFA & Associate, Kadin Kota Bndung
(Komite Tetap Pasar Tradisional & Modern), Sentra Budaya Lembang, Relawan
Hebat Nias, Tarawangsa Bandung Barat, IPARI (Institusi Pilar Agrobisnis Relawan
Indonesia), Forum Kuda Putih, dan komunitas elemen masyarakat
lainnya. Senin, (20/02/ 2017) bertempat di Gedung Indonesia Menggugat,
Bandung, Jawa Barat. Melaksanakan kegiatan Silahturahmi &
Sarasehan ‘NGOPI KEBANGSAAN” . Dimana acara ini juga dihadiri sekaligus
mengevaluasi dan mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi pemerintahan
Presiden Jokowi – JK yang notulensi akan diserahkan kepada beliau sesegera
mungkin.
.
“Kopi dan
Ngopi”, banyak mengilhami adanya perubahan sosial-politik, Positip atau
seballiknya. Dan ketika kopi menemukan dimensi sosialnya, ia tidak sekadar
sebagai komoditas konsumsi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah perekat dan
pemantik diskusi-kritis. Kopi dan Ngopi bukan milik kapitalis dan kaum borjuis
namun ia juga dekat dengan kehidupan kelas bawah. Inilah alasan acara ini kami
namakan ‘NGOPI KEBANGSAAN’. Kita prihatin kasus2 Intoleransi semakin tinggi
terhitung sejak tahun 1995 lalu, termasuk pengingkaran kelompok2 tertentu
kepada Pancasila dan pemutar-balikan akan marwah NKRI dengan berbagai alasan.
Fitnah, adu-domba keagamaan & antar etnis dianggap sebagai hal yang
biasa. Disatu sisi pemerintahan Jokowi-JK demikian bekerja keras untuk
mensejahterakan kita semua. Ini tidak ‘fair bagi kami. Kita harus
luruskan sebagamana amanah Sumpah Pemuda tahun 1928 lalu. Dan, dengan banyaknya
sumbang pikir & solusi dari para narasumber lintas komunitas & profesi,
kita pun menambah keyakinan bahwa NKRI Tetap Harga Mati”, demikian
Chandra Kirana – Ketum Seknas KPP Justitia sekaligus Penasehat acara ini.
.
“Ini adalah
‘refreshmen, penyegaran kembali agar kita senantiasa mengedepankan kepentingan
bangsa dan negara dibandingkan kepentingan pribadi atau kelompok. Indonesia
ibarat sapulidi, semakin banyak maka semakin kuat. Acara ini adalah langkah
awal, kami berharap acara ‘Ngopi Kebangsaan’ ini dapat digelar di kota-kota
besar lain. Kegiatan awal ini memang belum terbuka untuk publik, masih
terbilang ‘persekutuan internal , namun yang hadir lebih dari 128 orang”,
tambah Arief P.Suwendi dari Media Ummat Event Organizer selaku Ketua
Panitia.
.
“Pemakaian
Gedung Indonesia Menggugat sebagai tempat acara, menambah semangat kami
selaku salah seorang narasumber, seolah menambahkan spirit perubahan dan
semangat membela NKRI sebagaimana yang dilakukan Ir. Sukarno tahun 1930
lalu melalui Pledoi yang kemudian dikenal dengan nama . ‘Indonesia
Menggugat’ . Pledoi nekat yang menggugat pemerintah Belanda karena
dianggap ‘rakus , dalam menjalankan kapitalisme dan imperialisme di
Indonesia sehingga menyengsarakan bangsa Indonesia selama berabad-abad lamanya.Spirit
menjunjung tinggi NKRI harus terus melekat untuk melawan intoleransi.”, hal ini
disampaikan advokat muda Finsen Mendrofa,SH,C.L.A.
.
“Kopi dan
Ngopi (minum kopi) itu identik dengan ‘karuhun (leluhur). Kita yakini acara ini
pun adalah salah satu cara karuhun mendorong kita untuk terus bersama dan kuat
melawan upaya kelompok tertentu dalam agenda intoleransinya. Gulirkan terus
acara ini di kota-kota lain, kami pasti mendukung. Karena sejak awal kami
pun siap bela BELA NEGARA sebagai perwujudan Anak Bangsa yang berdaulat,
bermatabat dan merdeka demi terwjudnya NKRI (NEGARA KESATUAN REPUBLIK
INDONESIA) SEBAGAI HARGA MATI”, pungkas M.Fauzan Rahmat – Ketum GMBI.***(@rief/MAX/LKBK65).
Gambar: Documen panitia untuk Portal LKBK65.
___
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
___
___



Post a Comment