SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » » Ngopi Kebangsaan, Bukan Sembarang Ngopi, Berikut Beritanya

Ngopi Kebangsaan, Bukan Sembarang Ngopi, Berikut Beritanya

Written By lkbk on Tuesday, February 21, 2017 | 12:24 AM

BANDUNG-Dalam  ikut-serta mengawal kinerja pemerintahan Presiden  Jokowi – JK hingga akhir jabatan thn.2019 mendatang, maka  KPPJ – Komite  Penegakan Pro Justitia bersama Media Ummat, Koran Lembang , GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia), Yayasan Pamanah Rasa Nusantara, Polda Jawa Barat, APPI (Aliansi Perempuan Peduli Indonesia), Buah Batu Corps –Bandung Barat, kantor Hukum WFA & Associate, Kadin Kota Bndung (Komite Tetap Pasar Tradisional & Modern), Sentra Budaya Lembang, Relawan Hebat Nias, Tarawangsa Bandung Barat, IPARI (Institusi Pilar Agrobisnis Relawan Indonesia), Forum Kuda Putih,  dan komunitas elemen masyarakat  lainnya. Senin, (20/02/ 2017) bertempat di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Jawa Barat.  Melaksanakan kegiatan  Silahturahmi & Sarasehan ‘NGOPI KEBANGSAAN” . Dimana acara ini juga dihadiri  sekaligus mengevaluasi dan mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi pemerintahan Presiden Jokowi – JK yang notulensi akan diserahkan kepada beliau sesegera mungkin.
.
“Kopi dan Ngopi”, banyak mengilhami  adanya perubahan sosial-politik, Positip atau seballiknya. Dan ketika kopi menemukan dimensi sosialnya, ia tidak sekadar sebagai komoditas konsumsi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah perekat dan pemantik diskusi-kritis. Kopi dan Ngopi bukan milik kapitalis dan kaum borjuis namun ia juga dekat dengan kehidupan kelas bawah. Inilah alasan acara ini kami namakan ‘NGOPI KEBANGSAAN’. Kita prihatin kasus2 Intoleransi semakin tinggi terhitung sejak tahun 1995 lalu, termasuk pengingkaran kelompok2 tertentu kepada Pancasila dan pemutar-balikan akan marwah NKRI dengan berbagai alasan. Fitnah, adu-domba keagamaan & antar etnis  dianggap sebagai hal yang biasa.  Disatu sisi pemerintahan Jokowi-JK demikian bekerja keras untuk mensejahterakan  kita semua. Ini tidak ‘fair bagi kami. Kita harus luruskan sebagamana amanah Sumpah Pemuda tahun 1928 lalu. Dan, dengan banyaknya sumbang pikir & solusi dari para narasumber lintas komunitas & profesi, kita pun menambah keyakinan bahwa NKRI  Tetap Harga Mati”, demikian Chandra Kirana – Ketum Seknas KPP Justitia sekaligus Penasehat acara ini.
.
“Ini adalah ‘refreshmen, penyegaran kembali agar kita senantiasa mengedepankan kepentingan bangsa dan negara dibandingkan kepentingan pribadi atau kelompok. Indonesia ibarat sapulidi, semakin banyak maka semakin kuat. Acara ini adalah langkah awal, kami berharap acara ‘Ngopi Kebangsaan’ ini dapat digelar di kota-kota besar lain. Kegiatan awal ini memang belum terbuka untuk publik, masih terbilang ‘persekutuan internal , namun yang hadir lebih dari 128 orang”, tambah Arief P.Suwendi  dari Media Ummat Event Organizer selaku Ketua Panitia.
.
“Pemakaian Gedung Indonesia Menggugat  sebagai tempat acara, menambah semangat kami selaku salah seorang narasumber, seolah menambahkan spirit perubahan dan  semangat membela NKRI sebagaimana yang dilakukan Ir. Sukarno tahun 1930 lalu melalui Pledoi yang kemudian dikenal dengan nama  . ‘Indonesia Menggugat’ . Pledoi  nekat yang menggugat pemerintah Belanda karena dianggap ‘rakus , dalam menjalankan  kapitalisme dan imperialisme  di Indonesia sehingga menyengsarakan bangsa Indonesia selama berabad-abad lamanya.Spirit menjunjung tinggi NKRI harus terus melekat untuk melawan intoleransi.”, hal ini disampaikan advokat muda Finsen Mendrofa,SH,C.L.A. 
.
“Kopi dan Ngopi (minum kopi) itu identik dengan ‘karuhun (leluhur). Kita yakini acara ini pun adalah salah satu cara karuhun mendorong kita untuk terus bersama dan kuat melawan upaya kelompok tertentu dalam agenda intoleransinya. Gulirkan terus acara ini di kota-kota lain, kami pasti mendukung. Karena sejak awal  kami pun siap bela BELA NEGARA sebagai perwujudan Anak Bangsa yang berdaulat, bermatabat dan merdeka demi terwjudnya NKRI (NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA) SEBAGAI HARGA MATI”, pungkas M.Fauzan Rahmat – Ketum GMBI.***(@rief/MAX/LKBK65).

Gambar: Documen panitia untuk Portal LKBK65.
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___
Share this post :

Post a Comment