KETAPANG-Terkait statmen
Suryadi Ketua LSM Peduli Kayong beberapa waktu lalu tentang adanya dugaan
mark-up proyek pemeliharaan 5 jembatan di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara,yang
dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat, yang diterbitkan
di Portal LKBK65 dan di Surat Kabar Media Kalbar belum lama ini,bermunculan
kabar tidak sedap bahwa oknum Ketua LSM Peduli Kayong dan Oknum Wartawan Portal
LKBK65 serta Oknum Wartawan Surat Kabar Media Kalbar menerima sejumlah uang
dari oknum kontraktor dan oknum pejabat Dinas PU Provinsi Kalbar agar
pemberitaan proyek jembatan itu tidak melebar.
Akibat
dari pemberitaan itu bermunculan kabar yang tidak sedap bahwa pihak kontraktor
dan oknum pejabat terkait telah memberikan sejumlah uang kepada Suryadi Ketua
LSM Peduli Kayong, dan kepada Yan Wartawan Media Kalbar yang bertugas di
Ketapang serta kepada Agus Hariyansyah Wartawan Portal LKBK65, agar tidak
terlalu melebar dalam pemberitaannya.
Agar
kabar ini terang benderang kepada Portal LKBK65, Sabtu (25/02/2017) sore
kemarin, Suryadi selaku Ketua LSM Peduli Kayong membantah atas tudingan yang
ditujukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab kepada dirinya, demikian
juga Yan selaku Wartawan Surat Kabar Media Kalbar mengaku tidak merasa menerima
uang yang dimaksud.
“Itu
fitnah yang sangat keji bagi kami, dan kami tidak pernah merasa menerima bantuan
dalam bentuk apapun, apalagi berbentuk uang, agar tidak berkembang lagi
pemberitaan tentang dugaan penyimpangan proyek pemeliharaan lima titik jembatan
di tahun 2016 lalu itu”,tegas Suryadi yang diamini oleh Yan.
Sementara
itu, Wartawan Portal LKBK65, Agus Hariyansyah, mengaku bahwa dirinya pernah
dipanggil oleh oknum dari Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar untuk
mengklarifikasi pemberitaan awal tersebut di salah satu Warkop yang ada di
Ketapang.
“Tapi
berselang beberapa waktu kemudian setelah usai klarifikasi dan saya sudah
berada di rumah, ada utusan dari oknum tersebut menyampaikan titipan sejumlah
uang dengan dalih untuk pertemanan”, ungkap Agus, seaya mengakui bahwa uang
titipan itu tidak diterimanya dan dirinya minta kepada utusan tersebut agar
lebih baik uang itu dikembalikan saja kepada yang menitipkan.
“Dan
saya pun sudah memberitahukan kepada oknum pejabat itu melalui telpon
genggamnya, bahwa uang yang ia titipkan tidak bisa saya terima dan telah saya
suruh kembalikan melalui utusannya yang menemui saya, setelah itu sampai saat
ini sayapun tidak tau lagi,seperti apa proses selanjutnya”,tutup Agus
Hariyansyah. ***(Halim Anwar/LKBK65).
Gambar: Suryadi Ketua LSM Peduli Kayong,
dan Yan Wartawan Media Kalbar yang bertugas di Ketapang.***(Foto:LKBK65).
___
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
___
___

Post a Comment