KETAPANG-Perancang
Lambang Negara Republik Indonesia Garuda Pancasila,Sultan Hamid II telah
diusulkan sebagai Pahlawan Nasional, dan karya Sultan Hamid II itu akan mengisi
Museum Kepresidenan di Istana Bogor.
Selain
itu Nama Sultan Hamid II sebagai Perancang Lambang Negara Republik Indonesia juga
telah dicantumkan dalam Mata Ajar Kewarganegaraan mulai dari Taman Kanak Kanak,
Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Atas, dan Mata Kulian Pancasila untuk
Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia.
Berkaitan
dengan hal itu Pangeran Ratu Kertanegara (PRK) Ir.Haji Gusti Kamboja yang juga
Ketua Majelis Kerajaan Kalimantan Barat,sangat mengapresiasi dan menyambut suka
cita.
“Sultan
Hamid II pantas dan berhak atas gelar Pahlawan Nasional itu”,kata Pangeran Ratu
Kertanegara (PRK) Gusti Kamboja dari ujung telpon genggamnya kepada Portal
LKBK65, Sabtu (25/02/2017) sore.
Hal
itu disampaikan Gusti Kamboja sangat beralasan, sebab Sultan Hamid II sangat
berjasa dan aktif dalam mengusulkan, merancang, dan menyempurnakan Lambang
Negara Garuda Pacasila bersama Muhammad Yamin dan kawan-kawan atas permintaan
Presiden Soekarno.
“Tentang
tuduhan “terlibat” bersama Westerling saat itu, harus dilihat dalam konteks “berjuang”
mencari bentuk Negara Indonesia, dimana Sultan Hamid bersama Muhammad Hatta berkeinginan
agar daerah-daerah Kerajaan dan Kesultanan yang menyerahkan wilayahnya tidak
ditinggalkan dan masih tetap berdaulat”,kata Gusti Kamboja.
Jadi
menurut Gusti Kamboja, bahwa dalam pandangan Kerajaan Kesultanan di Nusantara,bahwa
Sultan Hamid memperjuangkan kepentingan
daerah agar tetap berdaulat seperti Yogyakarta saat ini.
“Kita
ingin “persatuan bukan persatean”. Oleh karenanya Sultan Hamid dan Muhammad
Hatta setuju bentuk Negara Indonesia RIS (Republik Indonesia Serikat). Karena
corak atau ciri masyarakat Nusantara adalah berbagai Bangsa dan Suku. Jadi
bentuk negara yang sesuai adalah Serikat”,ungkap Kamboja.
Selanjutnya,
kata Kamboja,bahwa hasil kesepakatan Konprensi Meja Bundar (KMB) juga bentuk Negara
Indonesia adalah Serikat. “Begitu juga Indonesia pertamakali bergabung di
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tahun 1949, saat itu sebagai Republik
Indonesia Serikat. Soekarno dan Hatta pernah menjadi Presiden RIS dilantik
tahun 1949 di Yogyakarta, walaupun akhirnya RIS dilipat dan dilibas juga”,
pungkas Pangeran Ratu Kertanegara Haji Gusti Kamboja, seraya menambahkan bahwa inspirasi
Lambang Negara Garuda Pancasila yang diusulkan dan dibuat Sultan Hamid II itu
juga berdasarkan bentuk Lambang Kerajaan Sintang yang berbentuk Burung
Garuda.***(Halim Anwar/LKBK65).
Gambar: (1).Pangeran Ratu Kertanegara (PRK) Ir.Haji
Gusti Kamboja yang juga Ketua Majelis Kerajaan Kalimantan Barat. (2).Lambang Kerajaan Sintang yang
berbentuk Burung Garuda.***(Ist).
___
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
___
___


Post a Comment