SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » , , , , , » Ini Kata Pangeran Ratu Kertanegara Gusti Kamboja Soal Gelar Pahlawan Nasional Untuk Sultan Hamid II

Ini Kata Pangeran Ratu Kertanegara Gusti Kamboja Soal Gelar Pahlawan Nasional Untuk Sultan Hamid II

Written By lkbk on Saturday, February 25, 2017 | 6:31 PM

KETAPANG-Perancang Lambang Negara Republik Indonesia Garuda Pancasila,Sultan Hamid II telah diusulkan sebagai Pahlawan Nasional, dan karya Sultan Hamid II itu akan mengisi Museum Kepresidenan di Istana Bogor.

Selain itu Nama Sultan Hamid II sebagai Perancang Lambang Negara Republik Indonesia juga telah dicantumkan dalam Mata Ajar Kewarganegaraan mulai dari Taman Kanak Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Atas, dan Mata Kulian Pancasila untuk Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia.

Berkaitan dengan hal itu Pangeran Ratu Kertanegara (PRK) Ir.Haji Gusti Kamboja yang juga Ketua Majelis Kerajaan Kalimantan Barat,sangat mengapresiasi dan menyambut suka cita.

“Sultan Hamid II pantas dan berhak atas gelar Pahlawan Nasional itu”,kata Pangeran Ratu Kertanegara (PRK) Gusti Kamboja dari ujung telpon genggamnya kepada Portal LKBK65, Sabtu (25/02/2017) sore.

Hal itu disampaikan Gusti Kamboja sangat beralasan, sebab Sultan Hamid II sangat berjasa dan aktif dalam mengusulkan, merancang, dan menyempurnakan Lambang Negara Garuda Pacasila bersama Muhammad Yamin dan kawan-kawan atas permintaan Presiden Soekarno.

“Tentang tuduhan “terlibat” bersama Westerling saat itu, harus dilihat dalam konteks “berjuang” mencari bentuk Negara Indonesia, dimana Sultan Hamid bersama Muhammad Hatta berkeinginan agar daerah-daerah Kerajaan dan Kesultanan yang menyerahkan wilayahnya tidak ditinggalkan dan masih tetap berdaulat”,kata Gusti Kamboja.

Jadi menurut Gusti Kamboja, bahwa dalam pandangan Kerajaan Kesultanan di Nusantara,bahwa  Sultan Hamid memperjuangkan kepentingan daerah agar tetap berdaulat seperti Yogyakarta saat ini.

“Kita ingin “persatuan bukan persatean”. Oleh karenanya Sultan Hamid dan Muhammad Hatta setuju bentuk Negara Indonesia RIS (Republik Indonesia Serikat). Karena corak atau ciri masyarakat Nusantara adalah berbagai Bangsa dan Suku. Jadi bentuk negara yang sesuai adalah Serikat”,ungkap Kamboja.

Selanjutnya, kata Kamboja,bahwa hasil kesepakatan Konprensi Meja Bundar (KMB) juga bentuk Negara Indonesia adalah Serikat. “Begitu juga Indonesia pertamakali bergabung di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tahun 1949, saat itu sebagai Republik Indonesia Serikat. Soekarno dan Hatta pernah menjadi Presiden RIS dilantik tahun 1949 di Yogyakarta, walaupun akhirnya RIS dilipat dan dilibas juga”, pungkas Pangeran Ratu Kertanegara Haji Gusti Kamboja, seraya menambahkan bahwa inspirasi Lambang Negara Garuda Pancasila yang diusulkan dan dibuat Sultan Hamid II itu juga berdasarkan bentuk Lambang Kerajaan Sintang yang berbentuk Burung Garuda.***(Halim Anwar/LKBK65).

Gambar: (1).Pangeran Ratu Kertanegara (PRK) Ir.Haji Gusti Kamboja yang juga Ketua Majelis Kerajaan Kalimantan Barat. (2).Lambang Kerajaan Sintang yang berbentuk Burung Garuda.***(Ist).
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___
Share this post :

Post a Comment