JOMBANG-Minggu, 6
November 2016). Resolusi Jihad itu sangat erat hubungannya dengan
Hari Pahlawan 10 November. Jihad Fisabililah ini mempunyai nilai sejarah yang
selama ini tidak pernah digali arti dan maknanya. Demikian dikatakan Asisten
Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto mewakili Panglima TNI Jenderal
TNI Gatot Nurmantyo saat menghadiri Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad,
dengan tema “Meneguhkan Kedaulatan Bangsa”, bertempat di Aula H. Bachir
Achmad Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Sabtu (5/11/2016).
Menurut
Aster Panglima TNI, sejarah mencetak negeri ini (NKRI) dengan semangat
fisabilillah dan pengabdian yang tinggi dari para ulama dan santri yang telah
berjuang pada saat itu, untuk merebut kemerdekaan yang dinikmati sampai dengan
hari ini. “Mungkin tidak akan pernah ada Hari Pahlawan 10 November, apabila
tidak ada Resolusi Jihad, dan mungkin kita tidak pernah merdeka sampai
sekarang,” kata Mayjen TNI Wiyarto.
Lebih
lanjut Aster Panglima TNI menyampaikan bahwa, pada saat merebut kemerdekaan
Negara Kesatuan Republik Indonesia, seluruh masyarakat Indonesia termasuk para
ulama dan santri yang turun ke medan pertempuran, itu hukumnya adalah wajib.
Hal ini pernah dikatakan K.H. Hasyim Ashari pada saat jaman pemerintahan
Soekarno, yaitu “apabila kita semua melakukan perlawanan atau perang merebut
kemerdekaan, itu hukumnya wajib atau fardu Ain, dan itu adalah Jihad
Fisabilillah perang suci di jalan Allah SWT,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Aster
Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto mengatakan pula bahwasanya Indonesia sebagai
negara Islam terbesar dan Islam yang paling demokratis, memiliki kesopanan dan
kesantunan yang telah tersohor di dunia. “Tetap jaga persatuan bangsa dan
jangan sampai terjadi sesuatu yang dapat menghancurkannya,” tegasnya.
“Insya
Allah dengan semangat kebangsaan yang telah disampaikan para Kyai tadi, kedepan
kita bergandengan tangan untuk bersilahturahmi menjaga NKRI dan Ukhuwah
Islamiyah. Itulah aspek tujuan kami, khususnya dari TNI,” pungkas Mayjen TNI
Wiyarto.
Rapat Akbar
Aktualisasi Resolusi Jihad antara lain dihadiri oleh Kapusbintal TNI Laksma TNI
Ir. Daradjat Hidajat, M.A.P., Kasdam V/Brw Brigjen TNI Rahmat Pribadi, KH.
Salahudin Wahid, Kyai Sholeh Qosim, Kyai Maimun Zubair, Kyai Anwar Mansur dan
Habib Sholeh Al Jufri serta ribuan santri dan santriwati se-Indonesia.***(SP/LKBK).
Gambar: Documen Puspen
TNI untuk Lembaga Kantor Berita Kalimantan
____
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
____

Post a Comment