JAKARTA - Usaha mendongkel Aburizal Bakrie dari posisi Ketua Umum Partai Golkar
pasca pemilu presiden (Pilpres) makin gencar. Selain rencana pertemuan tiga
pimpinan organisasi pendiri partai berlambang beringin (Trikarya) 10 Agustus
nanti, bakal ada aksi lain dari kader Golkar untuk mendorong agar Musyawarah
Nasional (Munas) segera digelar.
Ketua DPP Golkar Yorrys Raweyai, mengatakan pertemuan Trikarya 10 Agustus
yang digagas Ketua Soksi Suhardiman merupakan upaya konstitusi untuk
menyelamatkan partai. Namun sebelum itu dilakukan, akan ada aksi lain untuk
mendorong Munas dilaksanakan tepat waktu, akhir September nanti.
"Saya kembali tanggal 6 (Agustus), tanggal 7 kita kumpul lagi. Lihat
lah sebelum 10 Agustus akan ada action," kata Yorrys yang belum menyebut
bentuk aksi tersebut, Senin (4/8).
Menurut Yorrys, jika mengikuti waktu normal, Munas Golkar seharusnya
digelar akhir September 2014. Namun, Ical selaku Ketum Golkar mengulur waktu
penyelenggaraannya hingga 2015. Nah, Yorrys meminta Ical tidak memaksakan Munas
2015 mengingat kegagalannya membawa Golkar keluar sebagai partai pemenang
pemilu.
"Kita hanya minta dia (Ical) sebagai negarawan, harus menyadarinya.
Ical bikin target dengan catur sukses nya, dan Golkar akan berada di
pemerintahan dan berkuasa. Sudah kita lalui dan semuanya gagal, maka kita minta
diselenggarakan munas," tegas Yorrys.
Dikatakan, kalau Ical tidak menyadari posisinya dan tidak mau melaksanakan
Munas reguler tepat waktu maka akan ada tekanan ke DPP Golkar untuk
menyelenggarakan Munas Luarbiasa (Munaslub).
"Kita bicara organisasi, instrumennya itu konstitusi dan institusi.
Sekarang institusi minta (Munas) ke DPP sudah secara baik dan elegan. kalau
tidak mau maka kita akan lakukan tekanan utk Munaslub," tegasnya.
Yorrys juga menilai kalau Ical telah lupa bahwa basis partai Golkar ada di
tingkat dua yang selama 5 tahun terakhir telah dilupakan. Karena itu pihaknya
akan membangkitkan kembali semangat partainya dari tingkat dua tersebut.(fat/jpnn)

Post a Comment