JAKARTA - Sejumlah orang menamakan diri Progress 98 sore
hari ini mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Alih-alih melaporkan
dugaan korupsi Joko Widodo, massa pimpinan Faizal Assegaf dan Eggi Sudjana itu
malah membuat keributan.
Dari pantauan merdeka.com, massa itu berdatangan sejak pukul 16.30 WIB. Jumlah
anggota massa sekitar 30 orang. Eggi tiba belakangan.
Keributan berawal ketika Juru Bicara KPK, Johan Budi menemui beberapa anggota
Progres 98 sedang menemui bagian pengaduan masyarakat. Beberapa anggota Progres
98 nampaknya tidak terima dan mendesak supaya hanya pimpinan KPK berhak menemui
mereka.
"Kamu siapa?! Mana kontribusi KPK? KPK takut sama Jokowi?! Takut sama
Megawati?!," kata seorang pria dengan nada membentak.
Johan merasa tidak terima dan sempat terpancing menimpali pernyataan pria itu.
Dia pun berusaha membela diri.
"Saya di sini cuma diminta menemui. Kok marah-marah. Kalau tidak mau
ditemui ya sudah," kata Johan.
Mendengar pernyataan itu, beberapa anggota Progres 98 makin beringas dan
berteriak-teriak. Mereka bahkan berusaha melayangkan pukulan kepada Johan.
Tetapi tindakan itu berhasil dilerai oleh beberapa petugas keamanan.
Akhirnya, guna menengahi cekcok Johan dibawa keluar ruangan dan menawarkan
jalan dialog. Tetapi, dalam diskusi itu Eggi sebagai perwakilan ngotot supaya
pimpinan KPK datang menemuinya. Karena tidak tercapai kesepakatan, maka kedua
belah pihak hanya saling meminta maaf.
Menurut penjelasan Eggi, kedatangan mereka hari ini buat menanyakan ihwal
laporan tentang rekening terselubung milik Joko Widodo di dalam dan luar
negeri, serta perkembangan laporan dugaan korupsi pengadaan bus Transjakarta
dan perkara rasuah penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank
Indonesia.***( Sumber : Merdeka.com)

Post a Comment