JAKARTA - Sebagai negara dengan penduduk
muslim terbesar di dunia, Indonesia merupakan model seimbangnya kehidupan
demokrasi dan Islam. Amerika Serikat berkomitmen terus mendukung pembangunan di
Indonesia.
Senator AS John McCain menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers seusai
bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Selasa (12/8)
pagi.
"Kami percaya Indonesia adalah bangsa yang terbuka dan demokratis. Dengan
kepemimpinan Presiden SBY, dan sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak,
Indonesia bisa menjadi model seimbangnya kehidupan demokrasi dan Islam. Kami
berharap situasi Indonesia senantiasa damai," ujar Senator McCain.
AS, lanjut McCain, sepakat dan berkomtimen untuk meningkatkan hubungan kerja
sama dengan Indonesia. "Kami bangga dan akan terus memperkuat hubungan
kerja sama dengan Indonesia, diantaranya di bidang ekonomi, pendidikan,
lingkungan, dan militer," McCain menambahkan.
Dalam pertemuan tadi juga dibahas masalah ISIS (Islamic State of Iraq and
Syria). Menurut Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional yang memberi
keterangan sesudah McCain, fenomena ISIS ini juga dirasakan oleh banyak negara,
termasuk AS. "Indonesia diharapkan bisa menjadi contoh kombinasi yang baik
antara demokrasi dan Islam," kata Faizasyah.
Presiden SBY dan Senator McCain serta Senator Sheldon Whitehouse juga
memperbincangkan tentang apa yang bisa dikerjakan dan peluang kerja sama antara
Indonesia dan AS Presiden SBY, Faizasyah menambahkan, berkomitmen kuat
meneruskan hubungan erat kedua negara.
"Terkait Presiden RI yang baru nanti, tidak perlu ada kekhawatiran dan
kesangsian terhadap hubungan kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat,"
Teuku Faizasyah menjelaskan.
Dibahas pula berbagai isu utama dan perkembangan kawasan, diantaranya isu Laut
Cina Selatan dan pandangan SBY tentang reformasi yang terjadi di Myanmar.
McCain dan delegasi Senator AS telah berada di Jakarta selama dua hari.
Kemarin, mantan calon presiden AS dari Partai Republik itu telah bertemu dengan
pimpinan MPR RI. Duta Besar AS untuk Indonesia Robert O Blake juga ikut hadir
dalam pertemuan di ruang rapat pimpinan MPR RI, Jakarta.***(yor)

Post a Comment