JAKARTA - DPR RI khususnya KesekjenanDPR
menjadi role model atau contoh bagi Parlemen Afghanistan. Hal tersebut
ditandai dengan kedatangan delegasi Setjen Wolesi Jirga National Assembly of
Afghanistanke DPR RI untuk yang ketiga kalinya, Selasa (5/8).
Sekjen DPR RI, Winantuningtyastiti menyambut baik
keinginan Parlemen Afghanistan untuk belajar banyak tentang demokrasi, proses
yang dilalui Indonesia dalam menghasilkan sebuah kebijakan atau undang-undang,
serta bagaimana Setjen DPR RI memberikan dukungan terhadap Parlemennya. Hal
tersebut mengingat beberapa waktu yang lalu Afghanistan baru saja melalui
sebuah proses pemilihan umum dan baru terbentuk pemerintahan yang baru.
“Hubungan persahabatan Indonesia dengan
Afghanistasn seyogyanya sudah sejak lama, bahkan tahun 1961 Presiden Soekarno
pernah berkunjung dan berpidato di sebuah lapangan di Afghanistan. Dan untuk
keparlemenan Afghanistan sendiri, kunjungannya kali ini ke Indonesia sudah yang
ketiga kalinya. Tujuannya selain untuk terus menjalin persahabatan, Parlemen
Afghanistan juga ingin belajar banyak dari Indonesia, tentang proses yang
dilalui Indonesia untuk menghasilkan sebuah kebijakan atau Undang-undang.
Afghanistan juga ingin mengetahui bagaimana Setjen DPR RI memberikan dukungan
terhadap parlemen atau kedewanan,” kata Winantuningtyastiti.
Afghanistan menilai Indonesia sebagai negara maju dan
negara besar yang masuk dalam sepuluh besar negara dengan perekonomian terbesar
di dunia cukup mampu mengawal proses demokrasi. Olehkarenanyalah mereka ingin mencontoh
apa yang sudah dilakukan Indonesia, dalam hal ini Kesetjenan DPR RI.
Dikatakan Win, sebelumnyaAfghanistan pernah belajar
tentang demokrasi dan proses berbangsa pada beberapa negara di Eropa, namun
pihak Eropa malah menyarankan agar negara yang setiap 19 Agustus itu merayakan
hari kemerdekaannya itu untuk belajar pada Indonesia. Hal tersebut
merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Indonesia dipercaya menjadi contoh
nyata negeri yang sukses mengawal demokrasi pasca reformasi beberapa tahun
lalu.
Disisi lain,menurut Win Indonesia juga dapat mengambil
hikmah atau manfaat dari kedatangan dan kerjasamanya dengan Afghanistan, salah
satunya lewat keaktifan Afghanistan di beberapa organisasi internasional.
Karena, meski parlemen Afghanistan masih tergolong baru terbentuk namun
Afghanistan aktif di berbagai organisasi dunia, khususnya organisasi parlemen
internasional. Hal tersebut cukup menguntungkan Indonesia, terutama ketika di
berbagai kesempatan Indonesia mengajukan suatu resolusi, dan karena persahabatan
yang dibina selama ini tak jarang Afghanistan memberikan dukungan penuh
terhadap resolusi tersebut.***(Ayu/foto:odjie/parle/iw).
Post a Comment