Liburan lebaran
kemarin saya manfaatkan untuk meninjau lapangan minyak baru di Banyu Urip,
Bojonegoro, Jawa Timur, melihat uji coba PLTU model baru di Cikarang, dan
melakukan reparasi gigi belakang saya dengan dukungan stemcell. Tentu sambil
terus mengecek pelayanan mudik oleh enam BUMN kita: KAI, ASDP, Garuda, Angkasa
Pura I, Angkasa Pura II, dan Pertamina.
“Saya bangga dengan
KAI yang tahun ini menjadi pilihan utama pemudik," tulis saya dalam BBM ke
Ignasius Jonan, Dirut PT KAI.
"Saya terharu
dengan Anda dan jajaran Anda yang selama lebaran terus berada di lapangan
penyeberangan Merak-Bakahuni," tulis saya dalam SMS kepada Danang Baskoro
Dirut PT ASDP.
Saya juga terus
menerima foto-foto pelaksanaan pengaturan mudik dari lapangan. Termasuk foto
Jonan yang lagi meringkuk tidur di kursi KA kelas ekonomi, kelelahan stelah
berhari-hari Posko Angkutan Lebaran. Juga foto Danang saat meringis ikut ngatur
sepeda motor yang berebut antre masuk feri. Anak buah dua dirut itu cukup usil
untuk memotret pimpinan mereka yang dalam posisi "tidak seperti
dirut".
Di samping berbagai
kemajuan besar di berbagai bidang, lebaran tahun ini KAI juga mengoperasikan
tiga rangkaian kereta baru bikinan PT INKA (Persero) Madiun. Setelah ini saya
minta Dirut INKA Agus Purnomo untuk sering-sering naik kereta itu agar
mengetahui di mana kekurangan-kekurangan kereta bikinan dalam negeri.
Secara fisik saya
cukup bangga dengan penampilan dan kehalusan finishing-nya, tapi dia tetap
perlu tahu hal-hal yang tidak kelihatan dengan cara sering-sering merasakan
sendiri berlama-lama sebagai penumpang kereta jarak jauh itu. Saya akan terus
menanyakan ini padanya: sudah naik berapa kali dan di jurusan mana saja.
Jonan sudah
"menolong" INKA dengan membeli tiga rangkaian itu. Pembayarannya pun
sudah beres. Ini saja sudah membuat PT INKA bisa keluar dari kesulitan
terbesarnya. Bayangkan, tiga rangkaian itu sudah dibuat. Sudah jadi. Tiba-tiba
pemesannya, Kemenhub, tidak dapat anggaran. Betapa sulitnya keuangan PT INKA
karenanya.
Karena itu
"pertolongan" ini harus dibalas dengan mutu dan pelayanan yang baik
pada KAI. Ini agar ke depan semakin banyak kereta bikinan Madiun dibeli oleh
KAI. Saya akan ikut dalam perjalanan jauh itu nanti.
Lebaran kali ini KAI
juga jadi bintang di sektor angkutan barang. Di saat semua truk dilarang
beroperasi selama liburan lebaran, PT KAI tetap bisa mengangkut barang jarak
jauh. Ke depan, dengan selesainya rel ganda Surabaya-Jakarta angkutan barang
via KAI kian vital.
KAI juga sudah memesan
ratusan lori angkutan barang ini ke PT INKA Madiun. Beribu terima kasih pada
KAI. Saya memang mengangkat orang KAI untuk menjadi direksi di PT INKA. Dengan
demikian INKA tahu jalan pikiran KAI dan KAI juga tahu kebutuhan INKA.
Setidaknya dengan cara itu dua perusahaan ini berhenti perang dingin.
KAI sudah terbukti
sukses membangun jaringan kereta barang di Sumatera. Waktu saya naik KA dari
Palembang ke Baturaja dua bulan lalu, saya saksikan betapa hebatnya angkutan
barang KAI di sana. Saya lihat dengan kagum KA barang yang baru berumur enam
bulan itu melintas dengan gagahnya. Melaju dengan mulusnya. Mengular
panjangnya.
Saat saya berdiri di
stasiun, terlihat rangkaian KA barang yang lagi melintas itu seperti tidak ada
akhirnya. Ternyata panjang rangkaian kereta itu mencapai 1,2 km! Kalau kereta
penumpang hanya membawa sembilan gerbong, KA barang ini membawa 70 gerbong!
Di sepanjang jalur itu
saya juga meresmikan 11 stasiun KA yang baru. Benar-benar baru. Tidak ada
stasiun di situ sebelumnya. Stasiun-stasiun ini letaknya di tengah hutan. Tidak
ada jalan menuju stasiun baru itu. Ini stasiun untuk persilangan kereta barang.
Bukan stasiun untuk penumpang.
Di lain pihak ASDP di
Merak juga benar-benar merasakan manfaat pembelian empat kapal feri “vacuum
cleaner" dari Inggris dan Korsel itu. Dengan empat kapal besar ini (inilah
kapal feri terbesar di Indonesia) ribuan kendaraan disedot dengan rakusnya.
Waktu direksi ASDP membeli kapal-kapal itu bukan main ributnya. Direksi jadi
bulan-bulanan.
Tapi saya berikan
dukungan penuh untuk "terus maju". Termasuk minta artis Syahrini dan
kelompok musik kebanggaan kita Slank meresmikan kapal ini dalam sebuah show di
dalam kapal mewah itu dalam pelayaran uji coba di Selat Sunda.
Seperti juga KAI yang
terus membangun stasiun-stasiun baru, ASDP pun harus segera membangun terminal
pelabuhan feri yang tidak kalah megah dari bandara baru.
Bagaimana dengan
kunjungan ke Banyu Urip dan pengalaman membongkar gigi dengan bantuan stem
cell? Kelihatannya, cerita MH kali ini sudah terlalu panjang. Terpaksa minggu
depan. Minta maaf lahir batin.(***)
Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Post a Comment