JAKARTA-Politik merupakan sesuatu yang harus
dipahami oleh semua orang. Untuk memahami politik, tidak harus menjadi
politikus. Namun, pemahaman politik jangan sampai salah kaprah, apalagi hanya
paham politik praktis.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sohibul Iman
saat menerima 400 siswa kelas XI SMA Negeri 5 Tasikmalaya, Jawa Barat di Ruang
Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kamis (6/02). Kunjungan ke-400 siswa dalam
rangka study tour di Jakarta, dan salah satu agendanya adalah
mengunjungi DPR RI.
“Politik itu sesuatu yang harus dipahami oleh
siapapun. Jadi, jangan memahami politik itu secara politik praktis saja. Orang
yang memahami politik tidak harus menjadi politisi. Yang penting dia memahami
bagaimana pengelolaan negara ini. Ketika seseorang tidak menjadi politisi, dia
tetap bisa menyampaikan aspirasinya. Tapi, agar aspirasi itu sampai kepada
politisi, berarti dia harus memahami pemahaman politik,” jelas Sohibul.
Selain itu, Politisi PKS ini menyatakan pemahaman akan
politik bukan hanya generasi tua, namun generasi muda saat ini harus melek
politik. Apa sebab? Karena generasi muda ini nantinya akan memilih calon
pemimpin, baik di daerah ataupun di pusat. Bahkan, bisa jadi generasi muda ini
nantinya akan menjadi pemimpin bangsa.
“Pemahaman politik itu penting supaya warga negara
itu, tidak dizhalimi oleh para politisi itu. Generasi muda ini nanti baru
pertama kalinya mengikuti pilkada maupun pemilu legislatif. Mereka jangan
memilih politisi itu seperti membeli kucing dalam karung. Mereka harus tahu
profil maupun track record calonnya itu,” jelas Sohibul.
Jika sudah memilih calon pemimpin pada saat pemilu,
tambah Politisi kelahiran Tasikmalaya ini, maka pemilih memiliki hak dan
kewajiban untuk mengontrol pemimpin yang sudah dipilihnya itu.
“Mereka (generasi muda) juga harus memahami hal yang
konstitusional. Dan jika mereka tidak paham politik, dikhawatirkan
mengontrolnya secara inkonstitusional. Mereka harus paham itu. Nah, dengan
pendidikan politik ini, mereka akan semakin aware kepada politik
Indonesia,” tambah politisi Dapil Jakarta ini.
Politisi berkacamata ini menyambut positif kedatangan
siswa-siswi tingkat menengah atas ini untuk berkunjung ke Kompleks Parlemen.
Menurutnya, pemahaman akan politik ini akan berguna di masa mendatang bagi
generasi muda.
“DPR senantiasa membuka pintu kepada masyarakat, agar
lebih dekat. Kita berharap mereka sebagai generasi muda akan sangat memahami
tentang negara kita. Kami sangat menyambut secara positif dan berguna untuk
mereka di masa mendatang,” katapolitisi yang mengaku menyukai politik sejak
kecil ini.
Ditemui pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala
Sekolah SMA 5 Tasikmalaya Azis Yusup Bustomi menyambut baik pemahaman politik
yang telah disampaikan oleh Sohibul Iman. Diharapkan, kunjungan ini dapat
memotivasi siswa-siswi dan memahami ke-DPR-an.
“Tujuan utama adalah untuk memberikan motivasi supaya
anak kami ada yang mau menjadi anggota dewan atau politisi. Selain itu, semakin
mengetahui tentang ke-DPR-an. Bahkan menjadi motivasi untuk menjadi anggota
dewan. Mudah-mudahan anak kami ke depannya ada yang menjadi pemimpin di
Indonesia,” harap Azis.
Ketika ditanya tentang pendidikan politik di SMA 5
Tasikmalaya. Azis mengaku masih sangat kurang. Sehingga kunjungan ini dapat
memberikan pemahaman politik kepada anak didiknya.
“Di sekolah kami sendiri, pendidikan politik masih
sangat kurang, karena hanya didapat dari pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
(PKN). Padahal pendidikan politik ini sangat penting diberikan sejak dini
kepada generasi muda,” tambah Azis.
Acara ini diwarnai oleh sesi tanya jawab, dimana
penanya mendapatkan kenangan buku oleh Sohibul. Dan, acara ditutup dengan
bertukar cinderamata oleh kedua belah pihak dan foto bersama di depan Gedung
Nusantara.***(sf/foto:iwan armanias/parle/odjie).
Post a Comment